Ignatius Suharyo Minta Umat Katolik Bantu Korban Bencana NTT

0
Ignatius Suharyo
Ignatius Suharyo. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Bencana yang terjadi di NTT pada Minggu (4 April 2021) telah menimbulkan banyak kerugian. Selain korban jiwa, juga banyak masyarakat yang kehilangan harta bendanya. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) melalui ketuanya Kardinal Ignatius Suharyo pun turut prihatin dengan bencana yang terjadi. Ia mengajak umat Katolik berbela rasa dan ikut membantu.

“Oleh karena itu KWI ingin mengajak untuk berbela rasa dengan saudara kita yang sedang menderita di NTB dan NTT melalui lembaga di bawah KWI seperti KARINA, PSE KWI dan tentunya di keuskupan-keuskupan, komisi Komunikasi Sosial di keuskupan-keuskupan, LDD KAJ dan nanti tentunya melibatkan Badan Amal Kasih Katolik (Bakkat) yang sekarang ini dilayani oleh KAJ,” ajak Ignatius Suharyo dalam video yang disiarkan di kanal Youtube Caritas Indonesia, Rabu (7/4/2021).

BACA JUGA  DWP Kemenag Gelar Webinar Nasional Atasi Adiksi Pornografi

Menurut Suharyo, perhatian yang diberikan merupakan wujud dari iman dan berkat bagi masyarakat terdampak di NTT. Hal tersebut juga sejalan dengan semboyan tahun refleksi KAJ dalam langkah dan tidakan yang konkrit, yaitu semakin mengasihi, semakin terlibat dan semakin menjadi berkat.

Di sisi lain, Ketua Badan Pengurus Caritas Indonesia (KARINA) Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ turut mengajak umat Katolik peduli terhadap korban bencana di NTT. “Gereja Katolik Indonesia tidak tinggal diam, kami mengajak Anda sekalian untuk berbela rasa terhadap saudara-saudara kita ini,” pintanya.

BACA JUGA  Ketum PBNU dan Ketua BISMA ke Makassar, dalam Merajut Kerukunan Umat Beragama

Sudarso mengatakan Caritas Indonesia merupakan sebuah lembaga yang menjalankan fungsi sebagai pusat koordinasi, fasilitasi dan animasi bagi Caritas – PSE Keuskupan. KARINA menjalankan satu komando koordinasi nasional bagi wilayah terdampak yang juga menaungi 4 wilayah Keuskupan di Regio Nusa Tenggara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here