Ikuti Doa “Trumpet Call America” Tema “DESTINY”, Pada 31 Oktober Bersama Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo

0
Ilustrasi : trumpet call USA

Rakyat Amerika, Selasa ( 3 November 2020 ) akan melangsungkan pemilihan Presiden, yang mempertemukan kandidat dari, Partai Republik, Donald Trump, yang adalah petahana dan Partai Demokrat, Joe Biden.

Situasi dan keadaan politik di Amerika, tentu akan berpengaruh pada dunia, termasuk negara Indonesia. Untuk itu berbagai kelompok mendoakan agar pemilihan Umum Presiden di Amerika dapat berjalan lancar, damai dan sukses.

Di Indonesia, ada doa yang diberi nama “Trumpet Call America” yang akan diselenggarakan, 31 Oktober 2020, Jam 09.00 – 10.30 waktu Jakarta. Doa ini diberi judul “DESTINY” In God We Trust ( 2 Chro 7:14 ).

Acara ‘Trumpet Call America”.

Pdt. Ir. Niko Njotorahardjo, Pdt. Daniel Pandji, Pdt. Bambang Widjaja dan Ps. Tony Mulia, tercatat sebagai hamba Tuhan yang ikut mendoakan. Selain itu ada, Ps. Charles Jonan, Ps. Pieter Faraknimella, Ps. Ricky Nelson T, Ps. Theny Landena, Ps. Lukas Kusuma, Ps. Rene Nesa Sahir, Ps. Ferry Tasik.

Baca juga:  Bagi 550 Alquran di Bulan Ramadan, Bertrand Antolin Pindah Agama?

Pdt. Daniel Pandji yang menjadi salah satu inisiator dari Trumpet Call America (TCA) ini, mengatakan TCA memang untuk mendoakan jalannya Pemilihan Umum Presiden Amerika tetapi tidak berbentuk dukungan kepada salah satu kandidat.

“Kalau Indonesia, landasannya Pancasila, di Amerika apa, kita doa, saya tanya kepada Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo. Kami lihat ada satu kata DESTINY, makanya kami berikan temanya DESTINY,”jelas Pdt. Daniel Pandji.

Lanjutnya, di uang dollar US ada tulisan “In God We Trus”, setelah di check itu berasal dari II Tawarikh 7 : 14 . “Kita berdoa supaya negara kembali kepada destiny Tuhan,”pintanya.

Pdt. Daniel Pandji berkata tujuan dari doa ini untuk supaya perjalanan politik, khususnya di pemilihan umum presiden berjalan dengan lancer. “Kita berdoa untuk politik tapi tidak ada masuk ke dalam politiknya. Kita tidak ikut politik, siapa pun yang menang itu bukan urusan yang berdoa. Mau Joe Biden atau Donald Trump, tidak ada hubungannya dengan doa ini,”tegasnya.

Baca juga:  HUT ke-67 Tahun YPK GMIBM

Katanya lagi, politik di Amerika itu sudah jelas, mana simpatisan partai Republik, pasti akan memilih calon dari partai Republik, begitu sebaliknya. “Tapi sangat disayangkan, pada pemilihan kali ini, agama dipakai, ini celaka, bisa perang agama, perang ideologi. Kita orang Kristen, dalam Trumpet Call, didalam doa tidak boleh menyebut kandidat, dilarang untuk kampanye dalam doa,”paparnya.

Jangan lupa, ikuti doa Doa “Trumpet Call America” dengan Tema “DESTINY” Pada 31 Oktober 2020, di aplikasi zoom dan disiarkan di YouTube; damailahindonesiaku, trumpet Call dan MDK Nasional. (Vifa5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here