Indonesia Harus Waspada Kedatangan Virus Baru VIU-202012/01 dan 501.V2

0


Jakarta – Setelah munculnya varian baru dari virus corona di Inggis (VUI-202012/01) dan benua Afrika (501.V2), virus ini memiliki percepatan gejala yang cepat dan lebih ganas lagi dari Covid 19 sebelumnya.
Menurut berita yang dilansir dari CNBC Jumat (25/12/2020), jenis varian virus tersebut bahkan sudah terdeteksi di negaraSingapura dan Malaysia. Belum lagi adanya lonjakan kasus COVID-19 dibeberapa kota besar di Indonesia, salah satunya ibu kota DKI Jakarta yang sampai hari Sabtu (26/12/2020) mencapai 6.740 kasus.

Melihat hal ini, apalagi ditengah ancaman virus varian baru corona, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyingkapinya. “Ini jadi peningkatan untuk kita akan terus mengambil beberapa kebijakan. Kita lihat dalam beberapa hari ke depan, setelah tanggal 3 Januari 2021 apakah memungkinkan Pak Gubernur, apakah ada emergency brake atau yang lain nanti kami akan lihat sesuai dengan fakta dan data memang ini sangat dinamis sekali terkait fakta dan data,” kata Riza Patria di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (27/12/2020).

Baca juga:  Ini Pesan Profetik Dibalik Lirik Lagu-lagu Doa bagi Indonesia

Perlu diketahui bahwa tanggal 3 Januari 2021 merupakan akhir dari penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi di Jakarta, yang sudah beberapa kali perpanjang. Dalam hal ini, Pemprov DKI Jakarta masih akan melihat data dan fakta sebelum memutuskan apakah akan menarik rem darurat atau tidak.

Pemerintah Pusat khususnya juga menyebutkan masyarakat harus mulai waspada dengan adanya mutasi virus SARS-CoV-2 alias Covid-19 yang berkembang di Inggris dan benua afrika. Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan kementerian telah bekerja sama dengan Lembaga Eijkman melakukan pengumpulan sampel jika terdeteksi adanya varian baru ini di Indonesia. “Perlu ada kewaspadaan dengan tingkat peningkatan kasus positif dan juga infeksi makin tinggi kita harus jaga varian ini agar jangan sampai berkembang luas di Indonesia. Memang sampai saat ini belum ada bukti varian ini ada di Indonesia,” kata Bambang dikutip dari CNBC, Jumat (25/12/2020).

Dalam mutasi ini disebutkan bahwa anak-anak masuk dalam kelompok rentan terhadap virus ini. Ini sama dengan kerentanan kepada orang dewasa. Ditempat terpisah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan adanya varian baru dari virus Covid-19 yang berkembang di Inggris ini setidak langsung berdampak pada perekonomian Indonesia. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan untuk menghindari virus tersebut, masyarakat harus tetap menerapkan protocol Kesehatan dengan 3M dan satgas terus aktif melakukan 3T.
Virus corona yang lebih ganas di Afrika Selatan, memiliki kesamaan dengan Inggris, A701B, ditemukan di Malaysia. Di Afsel mutasi ini banyak menjadi pemicu kasus kematian. “Ini mirip dengan jenis yang ditemukan di Afrika Selatan, Australia, dan Belanda,” kata pemerintah Malaysia melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah di dalam konferensi pers harian, dikutip dari Straits Times.

Baca juga:  Pengeboman Gereja Adalah Tindakan yang Keji “Jangan Balas Kejahatan dengan Kejahatan”

Selain memastikan protokol kesehatan dilakukan, pemerintah juga terus meningkatkan ketersediaan fasilitas kesehatan. Tahun 2021 untuk vaksinasi saja, pemerintah telah menganggarkan Rp 63 triliun-Rp 73 triliun untuk penyediaan vaksinasi. Hal ini dilakukan agar tercapainya imunitas kelompok (herd immunity) dengan vaksinasi 70% dari penduduk Indonesia bisa maksimal.
(Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here