Ini Aturan Misa Natal di Wilayah Keuskupan Agung Jakarta dan Semarang

0
Ilustrasi : website pendaftaran untuk ikut misa Natal di KAJ

Jakarta – Sebentar lagi umat Kristiani Indonesia akan merayakan Natal di 25 Desember 2020. Menyambut perayaan Natal 25 Desember 2020, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menerbitkan Surat Keputusan terkait penyelenggaraan ibadah Natal 2020 di masa pandemi Covid-19.

Begitupun Keuskupan Agung Semarang (KAS), telah mengeluarkan panduan persiapan pelaksanaan kegiatan Natal dan Tahun Baru, melalui Satgas COVID dengan Surat Edaran bernomor 1301/A/X/2020-51

Dalam surat keputusan KAJ terkait penyelenggaraan ibadah Natal 2020, paroki diperbolehkan menambah jumlah misa offline. Seperti yang tertuang dalam surat keputusan (SK) 763/3512/2020.

“Yakni 2 kali misa offline pada 24 Desember 2020 dan 2 kali misa offline pada 25 Desember 2020. Misa pontifikal akan diselenggarakan secara offline pada 25 Desember pukul 11.00 oleh uskup Igantius Kardinal Suharyo dari Gereja St. Perawan Maria Diangkat ke Surga – Paroki Katedral Jakarta dan disiarkan langsung oleh KAJ atau TVRI,” kata Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta Rm V Adi Prasojo, Minggu (13/12).

Untuk dapat melakukan misa offline, Humas Keuskupan Agung Jakarta dan Gereja Katedral Jakarta, Susyana Suwadie berkata harus melalui beberapa persyaratan yang ada di pedoman umum yang sudah ditetapkan. Diantaranya, pertama, jemaat harus mendaftar online lewat situs Belarasa.id.

Baca juga:  HUT GBI Victorious Family ke-29 Dibarengi dengan Launching Aplikasi Radio Vifa SSK

“Di website ini sudah ada cara warga untuk daftar. Salah satu syaratnya usia 18-59 tahun, selebihnya mengikuti online,” terangnya.

Kedua, umat yang diizinkan misa hanya warga dalam satu paroki. Tidak diperbolehkan jemaat dari paroki lain (berbeda paroki). Apalagi warga dari luar kota.

“Misa tatap muka hanya warga telah terdaftar di masing-masing parokinya, tidak boleh lintas paroki, apalagi dari luar kota,” tegasnya.

KAJ memberikan syarat pendaftaran hanya jemaat satu paroki dan hanya 20 persen dari kapasitas gereja, untuk memudahkan proses tracing Covid-19. “Kalau di Katedral 309 umat,” ungkapnya.

Setiap jemaat yang berhasil mendaftar lewat belarasa.id , akan mendapat QR Code untuk discan saat mau masuk mengikuti misa. Untuk itu jemaat harus membawa QR code dan KTP untuk dicocokkan.

Sedangkan KAS, lewat Uskup Agung, Semarang Monsiyur Robertus Rubyatmoko mengingatkan seluruh Gereja Katolik di wilayahnya harus menerapkan protokol Kesehatan yang ketat dalam melangsungkan misa Natal 2020.

“Ketentuan tentang batas usia umat yang diperkenankan hadir dalam perayaan Ekaristi Natal 2020 tetap sama yaitu usia 10 hingga 70 tahun dengan catatan umat yang bersangkutan dalam kondisi sehat dan tidak memiliki sakit-sakit bawaan (komorbid) seperti jantung, gagal ginjal, diabetes akud, tekanan darah tinggi, dll,” urai Romo Ruby kepada wartawan, Sabtu (19/12/2020).

Baca juga:  Pdt. RJ Banoet Tetap Semangat Melayani Meski Hanya Hidup dengan Satu Ginjal

Untuk pelayanan Sakramen Rekonsiliasi/Tobat perorangan (pribadi) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Surat Edaran Nomor 1136/A/X/2020-44 Tentang PANDUAN PELAYANAN PASTORAL TAHAP II OKTOBER-DESEMBER 2020 PADA MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU, tertanggal 22 Oktober 2020, pada No 6.b.

“Selain pengakuan dosa secara pribadi tersebut, juga dimungkinkan untuk menyelenggarakan perayaan tobat bersama dengan ABSOLUSI UMUM sebagaimana diatur dalam kanon 961-962,” jelasnya.

Satgas Covid-19 KAS menguraikan, ibadah dan perayaan Natal di wilayah KAS, masing – masing paroki tidak boleh melebih 50 persen kemampuan isi gedung gereja yang digunakan. Juga untuk jarak antar jemaat minimal 1 meter, tidak diperbolehkan memasang tenda tambahan.

“Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus bagi jemaat/umat tamu yang datang dari luar kota (dapat memperlihatkan hasil test PCR atau rapid test yang masih berlaku),” papar Romo Robertus Rubyatmoko, yang akrab disapa Romo Ruby.

“Bila paroki setempat tidak membuka kesempatan bagi umat dari luar kota/daerah/pulau untuk hadir dalam perayaan Ekaristi bersama, maka ketetapan paroki setempat itu harus dihormati dan ditaati demi kebaikan, kesehatan, dan keselamatan bersama,”pintanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here