Ini Kata Hamba Tuhan Soal Digitalisasi Pelayanan

0

Digitalisasi pelayanan saat ini sangat diperlukan jemaat terlebih ketika pandemic Covid-19 melanda. Lantas bagaimana dampaknya digitaliasi pelayanan dengan jemaat?

Rabu (1/7/2020) Bilangan Research Center (BRC) menggelar webinar melalui Zoom dengan tema “Integrasi ibadah O2O untuk  meningkatkan spiritualitas jemaat.” Hadir sebagai pembicara Ketua Sinode GII Hok Im Tong Pdt. Agus Gunawan, Ph.D., dan gembala seniode GBI WTC Pdt. Dr. Ir. Yonathan Wiryohadi serta dipandu moderator Pengurusa Yayasan PESAT sekaligus Sekretaris BRC Hans Geni Arthanto, MA.

Webinar “Integrasi o2O untuk meningkatkan spiritualitas jemaat”.

Dalam pemaparannya, Pdt. Agus Gunawan menjelaskan digital ministry diperlukan jemaat hari-hari ini. Namun dibalik itu, dibutuhkan langkah serta startegi agar digital ministry benar-benar bisa berdampak terhadap jemaat. “Kehadiran Covid-19 ini buat kami adalah momentum untuk digital ministry (dapat berkembang lebih baik),” ungkapnya.

Baca juga:  DR. John N Palinggi, “Jangan Menghakimi, Reshuffle Hak Prerogatif Presiden”

Beberapa strategi yang dimaksud diantaranya mengkombinasikan pelayanan offline serta online, lebih melibatkan next generation dalam gereja karena mereka memiliki kemampuan serta kreativitas yang tinggi dalam hal digital, membuat jaringan serta kolaborasi dengan gereja/institusi lain, pelatihan skill untuk digital ministry dan memproduksi konten yang sesuai dengan kebutuhan jemaat.

Sementara itu, Pdt. Wiryohadi menjelaskan dengan menceritakan apa yang sudah dilakukan gerejanya beberapa bulan ini. Menurutnya, gereja saat ini mau tidak mau harus masuk dalam dunia digital agar bisa lebih menjangkau dan memenuhi kebutuhan jemaatnya. “Sebelum pandemi saya sudah mempersiapkan semuanya online misalnya dari Youtube juga Church Online yang baru dirilis sejak awal Januari. Kami membuat semua agar jemaat bisa menikmati ibadah,” jelasnya.

Baca juga:  Penandatanganan Formulir Vaksin Gabi Covax Facility oleh Menteri Kesehatan dan Menteri Keuangan

Dalam masa pandemi, lanjut Pdt. Wiryohadi seorang gembala harus membuat berbagai terobosan agar rohani jemaat tetap dapat bertumbuh.

Dari pengalamannya, dengan online berbagai program di gerejanya berjalan lebih baik dengan tingkat antusiasme jemaat yang ikut meningkat juga. Misalnya, ibadah raya, pemuridan dalam kelas, Carecell (komsel) dan program mezbah doa.

Pdt. Wiryohadi berpendapat jika sudah normal seperti biasa, ibadah online dan offline harus tetap dilakukan secara bersamaan. (Kontributor: Nunu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here