Ini Kunci untuk Memperoleh Pemulihan

0
Pengampunan
Ilustrasi : Dibutuhkan pengampunan untuk bisa memperoleh pemulihan (Foto: dok istimewa)

Tangerang – Kesalahan adalah hal yang manusiawi, tapi mengampuni adalah tindakan ilahi. Dibutuhkan belas kasih dan kasih karunia Tuhan agar seseorang dapat mengampuni yang lain. Hal inilah yang dibahas dalam webinar Sharing and Praying Menara Doa Banten, Jumat (19/2/2021).

Pembicara tunggal Astrid Alie Clarke, aktivis rohani yang kini tinggal di Tasmania, Australia mengatakan supaya memperoleh pemulihan maka seseorang harus mampu terlebih dulu untuk memberikan pengampunan. “Pengampunan adalah awal dari pemulihan. Itu seperti karakter Kristus,” tegasnya.

Lebih jauh, Astrid menjelaskan dari pengalaman Yusuf yang ditulis dalam kitab Kejadian 45:5. Yusuf tidak marah bahkan mengampuni meskipun ia tahu tindakan yang sudah dilakukan para saudaranya kepada dirinya. Saat itu yang ada dalam diri Yusuf hanya Kerinduan untuk kembali memiliki hubungan yang penuh kasih dengan para saudaranya.

BACA JUGA  Akankah penggenapan Alkitab segera terjadi seiring banyak negara Arab berdamai dengan Israel?

“Meskipun dalam Kejadian 42:24 ditulis bahwa Yusuf setelah berjumpa dengan saudara-saudaranya ia ingin membunuhnya. Ini terjadi peperangan batin dihati Yusuf. Tapi Yusuf menang dan dia berhasil mengampuni saudara-saudaranya. Bahkan ia bisa jadi berkat bagi keluarga dan seluruh Mesir,” paparnya.

Menurutnya, kisah Yusuf mengajarkan tentang pentingnya berdamai dengan diri sendiri terlebih dulu sebelum berdamai dengan orang lain. “Pulihkan hati dengan mohon pengampunan kepada Tuhan dan orang-orang yang pernah menyakiti kita. Pengampunan termasuk salah satu buah roh yaitu kelemah lembutan (Galatia 5:23),” ungkapnya.

Tidak mau berdamai dengan diri sendiri, lanjut Astrid sama halnya dengan mengeraskan hati. Hal ini bisa menjadi berbahaya karena mengeraskan hati bisa membuat seseorang semakin lemah dan semakin sulit mengampuni orang lain. “Saat kita keras hati, kita pasti tidak akan bisa mengampuni. Buka hati supaya Tuhan berikan damai di dalam hati kemudian ampuni orang yang telah bersalah kepada kita,” jelasnya.

BACA JUGA  Wahid Institute : SKB 3 Menteri Adalah Penegasan dari UU HAM, UU Sisdiknas dan UU Pemerintahan Daerah

Astrid mengingatkan jangan sampai kekerasan hati membuat diri jadi batu sandungan bagi orang lain. Untuk itu diperlukan sikap yang mau selalu dibentuk oleh Tuhan supaya hidup bisa terus menjadi berkat. “(Terlebih) bagi para pendoa. Kita harus beres dulu, berdamai dengan diri kita dulu supaya doa yang kita panjatkan bisa jadi berkat dan direspon Tuhan. Pendoa syafaat adalah penyambung lidah bagi Tuhan,” pesannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here