Inovasi Lembaga Alkitab Indonesia di Era Digital

0
Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)
Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) terus berinovasi di era digital

JakartaLembaga Alkitab Indonesia (LAI) merupakan sebuah lembaga yang mengusahakan alih bahasa Alkitab ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah, serta penyebarannya. Namun dalam perkembangannya LAI tidak hanya menerjemahkan dan mencetak Alkitab.

Seperti yang diungkapkan Sekum LAI Dr. Sigit Triyono yang menceritakan tentang berbagai inovasi yang dilakukan LAI dalam era digital. “(LAI menerbitkan dan menyebarkan) Alkitab oikumene atau Alkitab bersama. Jadi tidak mengandung ajaran atau tafsiran dogma tertentu,” ungkap Sigit dalam webinar “Bagaimana Perjuangan Lembaga Alkitab Indonesia?”, Sabtu (6/2/2021).

Menurut Sigit, setidaknya ada 6 pilar yang senantiasa mendukung setiap pelayanan yang dilakukan LAI seperti gereja, individu, lembaga Kristiani, perusahaan, pemerintah dan persekutuan internasional. “Perusahaan melalui program CSR mereka. Sedangkan untuk pemerintahan kami dekat dengan para pemimpin di daerah Kristen yang memiliki hati untuk LAI,” katanya.

Sigit mengungkapkan sejak tahun 2002 LAI sudah melakukan inovasi di bidang digital. Seperti tahun 2002 LAI sudah mengeluarkan alkitab elektronik. Lalu tahun 2006 LAI mengeluarkan CD interaktif. Setelah itu pada tahun 2007-2010 LAI mengembangkan film animasi dan Alkitab audio.

BACA JUGA  Sambut Natal, Kemenag Siapkan Aturan Penyelenggaraannya

Kemudian tahun 2010-2012 LAI mulai merambah media sosial seperti Facebook, Instragram, Youtube. Tahun 2014 LAI memperkenalkan Alkitab plus multimedia. Lalu tahun 2018 LAI mengeluarkan Alkitab digital, Alkitab lite dan mobile apps partner. Juga tahun 2019 LAI mengeluarkan E-Book.

Ketika pandemi virus corona, lanjut Sigit, LAI terus berinovasi untuk dapat hadir di tengah-tengah umat Kristen. Seperti sejak tahun 2020 LAI hadir juga melalui Podcast dan berbagai program yang disiarkan secara digital melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Youtube. “2020 terus diakselerasi karena pandemi. Ini menjadi momentum LAI memasuki dunia digital dan terus mengembangkan diri,” ungkapnya.

BACA JUGA  Sulawesi Utara “ZONA MERAH”

Salah satu inovasi yang dilakukan LAI untuk anak-anak adalah ALKITABKU “Kabar baik untuk anak.” ALKITABKU adalah produk interaktif penggabungan antara cetak dan digital. ALKITABKU akan membawa anak memiliki pengalaman baru dalam membaca Alkitab. Dalam ALKITABKU juga ada kuis untuk menguji pemahaman anak dan anak-anak bisa swafoto dengan tokoh Alkitab.

“Aplikasi tidak bisa jalan kalau tidak ada (Alkitab) cetak ALKITABKU. Jadi nanti bisa discan gambar-gambar di ALKITABKU fisik lewat aplikasi, baru anak-anak bisa menikmati program interaktifnya,” ungkapnya.

Sigit juga menjelaskan beberapa program LAI yang hadir secara rutin melalui media sosial khususnya pada masa pandemi ini. Diantaranya ada acara harian, acara mingguan, acara dwi mingguan dan acara khusus.

Diakhir penjelasannya Sigit mengajak bagi siapapun yang terpanggil dan memiliki hati untuk LAI untuk ikut dalam gerakan DWD yaitu Doakan, Wartakan, Donasikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here