Jadilah Cermin dan Pantulkan Cahaya Ilahi

0
GKJ Pamulang
Persembahan pujian dari Sangkakala dan STC. (Foto-foto: Tangkapan layar)

Tangsel – Setiap umat seharusnya dapat menjadi cermin untuk memantulkan cahaya ilahi. Refleksi tersebut diungkap Pdt. Yoshua BP Harahap dalam ibadah kenaikan Yesus Kristus GKJ Pamulang, Kamis (13/5/2021).

“Para reformator gereja memakai terminologi cermin sebagai sebuah cara berteologi. Cermin memiliki nuansa teologis jika ditempatkan pada kristus. Sebab kristus merupakan cermin yang sempurna dari kebaikan, kelemah lembutan, kepercayaan,” katanya dalam ibadah yang disiarkan melalui kanal Youtube GKJ Pamulang pukul 08.00.

Pdt. Yoshua menjelaskan, dalam bacaan Kisah Para Rasul 1:1-11 ketika Yesus sedang terangkat ke surga, para murid sedang “bercermin” pada Dia. Itu sebabnya para murid disebut sebagai saksi.

“Dalam arti para murid sedang melihat bagaimana Allah yang mereka percaya sebagai sang juru selamat itu (naik ke surga). Maka itu kenapa para murid disebut saksi, karena saksi tugasnya adalah memantulkan apa yang mereka lihat, rasakan, saksikan,” jelasnya seraya mempertegas bahwa menjadi saksi berarti tidak melebih-lebihkan, mengurang-ngurangi dan harus apa adanya.

Baca juga:  DPP PIKI: Minta Aparat Keamanan Tegas dan Berikan Jaminan Rasa Aman Beribadah

Di sisi lain, bila dilihat dari Kisah Para Rasul 1:6, sebenarnya para murid sedang menggumuli situasi yang tidak ideal (di dunia). Sebab para murid yang yakin bahwa Yesus adalah sang juru selamat justru “meninggalkan” mereka dan terangkat ke surga. “Saat itu mereka sedang hancur dan ingin ditolong, diselamatkan,” tuturnya.

Pdt. Yoshua mengatakan dalam kondisi bimbang, para murid melihat dua orang memakai jubah putih dan berkata bahwa Yesus yang kembali ke surga akan datang dengan cara yang sama.

Baca juga:  MENKES RI : INDONESIA MENEMBUS 1 JUTA ORANG TERPAPAR, WASPADA DAN HARUS KERJA KERAS BERJUANG MELAWAN

Dari dua orang tersebut, lanjut Pdt. Yoshua, memiliki pesan bahwa para murid (umat Tuhan saat ini) diminta untuk menjadi cermin Tuhan dan pantulkan cahaya Ilahi.

“Ini artinya kita diminta untuk tidak memandang terus ke atas tapi harus ke bawah, karena pekerjaan yang belum selesai itu yang di dunia ini. Dengan demikian ketika kita melihat cahaya ilahi (dan) kita (harus) memantulkan ke orang-orang sekitar kita,” pesannya.

Di sisi lain, dalam ibadah juga ditampilkan visualisasi yang menampilkan tiga murid Yesus yaitu Tomas, Maria Magdalena dan Petrus. Mereka menceritakan pengalaman melayani bersama Yesus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here