Joe Biden, Presiden Amerika ke-46 : Diambil Sumpah Jabatan Presiden dengan Alkitab milik keluarganya sejak tahun 1893

0
ilustrasi : Joe Biden diambil sumpah presiden dengan alkiitab milik keluarganay sejak 1893

Washington – Pada hari Rabu (20/01/2021) waktu setempat, Negara adikuasa Amerika Serikat merayakan pelantikan presiden baru mereka, Joe Biden (78) sebagai Presiden ke -46 dan Kamalas  Harris (56) sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat ke- 49. Acara pelantikan tahun ini berbeda, ditengah pandemi Covid 19 yang masih melanda dunia dan memakan korban jiwa, khsusunya warga Amerika Serikat, juga beberapa waktu lalu sempat terjadi peristiwa berisi tegang antara pendukung presiden terdahulu, Donald Trump yang sempat menduduki Gedung parlementer. Namun dengan pengaman yagn ketat dari pasukan garda depan yagn dimiliki Amerika Serikat, pelantikan presiden berjalan dengan baik.

Presiden baru Joe Biden menyerukan agar persatuan dan kesatuan terjalin baik di negara Amerika Serikat. “Kita harus mengakhiri perang tidak beradab yang mempertemukan merah melawan biru ini, “katanya seperti dilansir dari media berita Amerika Serikat yang menyiarkan acara pelantikan tersebut dengan cara live streaming pada hari Rabu (20/01/2021) melalui siaran youtube chanel The White Wouse. Pemerintah juga menghimbau warga di distrik Washington DC dan sekitarnya agar tidak keluar rumah dan menyaksikan acara pelantikan melalui media televisi dan online, untuk keamanan dan  mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga:  Duet Dr. Badikenita Br. Sitepu dan Audy Wuisang, Pimpin PIKI Periode 2020-2025
Joe Biden (presiden) dan Kamala Harris (Wakil Presiden) Baru Amerika Serikat. Membawa harapan baru untuk Amerika ditengah peperangan melawan Pandemi dan dan demokrasi. Sumber : youtube.

Dalam sambutan pertamanya sebagai presiden, Biden juga mengatakan saat pengambilan sumpahnya, Biden mengatakan bahwa hal ini menandai hari “sejarah dan harapan” bangsa Amerika Serikat.

“Keinginan rakyat telah didengar, dan keinginan rakyat telah diperhatikan. Kami belajar lagi bahwa demokrasi itu berharga dan demokrasi itu rapuh. Pada jam ini, kawan-kawan, demokrasi telah menang, “kata Biden dilansir oleh CBN. Biden mengatakan bahwa hari pengangkatan dirinya sebagai presiden baru adalah hari  milik Amerika dan juga merupakan hari demokrasi. “Suatu hari dalam sejarah dan harapan, pembaruan dan keputusan,”ujarnya.

Yang unik dari pengambilan sumpah jabatan presiden Amerika Serikat kali ini, Biden mengambil sumpahnya dengan menggunakan  sebuah Alkitab yang telah ada di keluarganya sejak tahun 1893 dan digunakan selama sumpahnya sebagai Wakil Presiden pada tahun 2009 dan 2013. Alkitab setebal 5 inci memiliki salib Celtic di sampulnya dan juga digunakan setiap saat dia dilantik sebagai AS senator.

Baca juga:  Kepedulian Wartawan Media Kristiani di Tengah Pandemi Covid-19

“Banyak yang harus kita lakukan di musim dingin yang penuh bahaya ini, dan kemungkinan yang signifikan: banyak yang harus diperbaiki, banyak yang harus dipulihkan, banyak yang harus disembuhkan, banyak yang harus dibangun, dan banyak yang akan diperoleh,” harap Biden

Biden diakhir pidato kenegaraannya mengatakan bahwa sejarah bangsa telah menjadi perjuangan terus-menerus antara cita-cita Amerika untuk meciptakan kesetaraan berjuang melawan rasisme, nativisme, ketakutan, demonisasi yang telah lama mencoba memisahkan warga Amerika Seikat. “Ini adalah momen bersejarah kita yang mengalami krisis dan tantangan, dan persatuan adalah jalan ke depan dan kita harus menghadapi momen ini sebagai Amerika Serikat,” katanya kepada media. Juga menjadi sejarah tersendiri bagi Amerika Serikat bahwa Wakil Presiden terpilih, Kamala Harris menjadi wakil presiden pertama wanita yang menjabat sepanjang negara Amerika Serikat berdiri. (Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here