Johny Simanjutak,S.H : Pemprov DKI Jakarta harus akui meningginya kenaikan kasus Covid 19

0
Ilustrasi : Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI-P Johny Simanjuntak, S.H., memberikan penjelasan mengenai kenaikan kasus Covid 19 di wilayah DKI Jakarta

Salah satu anggota dewan yang berada dalam Fraksi partai PDI Perjuangan, Johny Simanjuntak, S.H, menghargai pengakuan dari Gubernur DKI Jakarta, H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D,. Sebab, sebelum-sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, selalu mengatakan bahwa DKI Jakarta menjadi contoh dari daerah-daerah lain tentang penanganan Covid-19.

Padahal dalam pengamatan, Johny Simanjuntak, S.H, yang terjadi lain, yaitu penambahan jumlah kasus. Itulah sebabnya, Johny Simanjuntak, S.H, mempertanyakan keputusan Gubernur DKI Jakarta, H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D, yang akrab disapa Anies Ketika berhasil menekan penyebaran Covid-19, kenapa PSBB harus diperpanjang, walau itu disebut PSBB transisi.

Johny Simanjuntak, S.H, meminta kepada pemerintah DKI Jakarta, dengan terjadi peningkatan kasus Covid-19 di DKI Jakarta, harus segera melakukan langkah-langkah tegas kepada pelanggar-pelanggar PSBB dan Protokol Kesehatan.

Langkah tegas kata Johny Simanjuntak, S.H, tanpa pandang bulu. Dalam hal ini kalau perlu Satpol PP dapat bersinergi atau kerjasama dengan aparat hukum lainnya, baik itu Polisi atau TNI.

BACA JUGA  KEPITING CAK GUNDUL, MENJADI KESUKAAN PARA PENCINTA KULINER KEPITING

Johny Simanjuntak, S.H, mengatakan itu karena dalam pengamatannya, selama ini Pemprov DKI Jakarta, keliatannya dalam menerapkan Protokol Kesehatan, hanya sekedar saja.

Johny Simanjuntak, S.H, mendorong Pemprov DKI Jakarta, selain bertindak tegas, juga melakukan edukasi, supaya muncul kesadaran masyarakat, dan bersama-sama untuk memberikan sanksi social kepada masyarakat yang melanggar PSBB dan Protokol Kesehatan.

Bagi Johny Simanjuntak, S.H, untuk memutus mata rantai Covid-19, tidak cukup hanya dari pemerintah tetapi diperlukan partisipasi masyarakat. Itu sebabnya diperlukan edukasi yang menggerakkan masyarakat.

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini sudah sangat mendesak. Pasalnya, dampak dari Covid-19 ini kata Johny Simanjuntak, S.H, tidak sebatas masalah kesehatan tetapi juga masalah ekonomi.

Johny Simanjuntak, S.H, mendesak pemerintah DKI Jakarta untuk tidak lagi bermain-main dengan wacana atau kata-kata, selain mencari cara untuk memutus mata rantai Covid-19, juga harus segera dicari jalan keluar masalah ekonomi yang sedang melilit masyarakat.

BACA JUGA  Dr. John N. Palinggi : Siap! PILKADA di tengah pandemi

Selain mendesak pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan mencari jalan keluar masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat, Johny Simanjuntak, S.H, juga meminta pemerintah jangan abaikan alias harus mengantisipasi dengan terus melonjaknya kasus Covid-19.

Johny Simanjuntak, S.H. memberikan penjelasan mengenai pengakuan pemprov DKI Jakarta dengan kenaikkan angka kasus Covid 19.

Maksud dari Johny Simanjuntak, S.H, sejak dini pemerintah juga menyediakan rumah sakit-rumah sakit untuk mengantisipasi bila terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang memerlukan penanganan medis segera.

Dalam hal ini, pemerintah harus mencari relawan-relawan yang dilibatkan, seperti mahasiswa/I atau siswa-siswi dari akademi keperawatan. Sebab kalau hanya berharap dari tenaga Kesehatan yang ada, itu sangat terbatas.

Diakhir perbincangan, Johny Simanjuntak, S.H, meminta dalam penanganan Covid-19, pemerintah DKI Jakarta juga bekerjasama atau melibatkan daerah-daerah penyangga, seperti, Bekasi, Depok dan Tangerang. (Vifa 6)

Simak beritanya di YouTube Chanel Vifa Media :

https://www.youtube.com/watch?v=11DHTlR_cNE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here