Jokowi Minta Organisasi Keagamaan Menyebarkan Moderasi Beragama

0
Presiden Republik Indonesia, Jokowi (Foto : dok. Ist)

Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan moderasi beragama adalah bagian dari jati diri bangsa dan sesuai dengan karakter bangsa semenjak Indonesia ada. Untuk itu, moderasi beragama dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. 

“Kita sangat bersyukur mewarisi Bhinneka Tunggal Ika dari para pendiri bangsa Indonesia. Walaupun kita berbeda Suku, Ras, Agama, juga pandangan dalam keagamaan, tetapi kita tetap saling menghormati, bersatu, rukun, dan bersama-sama bergotong royong,” kata Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam pembukaan Munas XI LDII secara daring, Rabu (7/4/2021). 

Dalam mewujudkan moderasi beragama di tengah masyarakat, Jokowi menekankan pentingnya masyarakat terlebih dulu memiliki sikap toleransi terhadap sesama. Toleransi merupakan bentuk akomodasi dalam interaksi sosial. 

Baca juga:  Vaksinasi Cara Pemerintah Lindungi Rakyatnya

“Praktik-praktik keagamaan yang eksklusif, yang tertutup, harus kita hindari karena sikap ini pasti akan memicu penolakan-penolakan dan akan menimbulkan pertentangan-pertentangan,” pintanya. 

Tambahnya, organisasi keagamaan di Indonesia harus ikut menyebarkan moderasi beragama. Ajaran agama yang diajarkan juga harus sejuk, ramah, toleran dan menjauhi sikap tertutup apalagi ekslusif. 

“Organisasi keagamaan harus punya komitmen kebangsaan yang kuat, mengedepankan penerimaan prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam konstitusi kita, menjunjung tinggi ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta tata kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Jokowi. 

Lebih jauh, kata Jokowi, organisasi keagamaan dapat memegang kuat kehidupan yang toleran walau tidak dapat dihindari adanya perbedaan keyakinan dengan orang lain. Bersikap toleran, masyarakat akan dapat mengembangkan mengekspresikan keyakinannya secara bertanggung jawab dan saling menghargai perbedaan. 

Baca juga:  PD Rajawali Berbagi Kasih dengan Sekolah Anak Kolong Jembatan Penjaringan, Pluit Jakarta Utara

Selain itu, kata Jokowi, organisasi keagamaan juga harus memiliki prinsip anti kekerasan fisik maupun verbal. Termasuk harus mampu menghargai tradisi dan budaya lokal masyarakat Indonesia yang beragam. 

“Organisasi keagamaan harus menghargai tradisi dan budaya lokal masyarakat Indonesia yang sangat bineka, ramah dan terbuka terhadap keberagaman tradisi yang merupakan warisan leluhur kita, ramah dan terbuka terhadap seni dan budaya masyarakat lokal dalam kerangka bhinneka tunggal ika kita sebagai bangsa Indonesia,” pesannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here