Kabar Baik, Usai Gunakan Obat Asam Lambung Pasien Corona Diklaim Membaik

0

Masyarakat dunia hari-hari ini umumnya sedang dihantui oleh virus Covid-19. Apalagi sampai saat ini belum ada vaksinnya.

Masyarakat kemudian mencari jalan sendiri bagaimana supaya dapat terhindar dari Covid-19, selain memakai masker, jaga jarak dan melakukan olah raga rutin dan berjemur di matahari pagi hari serta berolahraga.

Walau begitu masih banyak issu dimana orang yang sudah melakukan penjagaan dengan standar minimal tetap saja terpapar Covid-19.

Itu sebabnya muncul pertanyaan, kalau sampai terpapar Covid-19, seberapa lama masa penyembuhannya? Pertanyaan ini memang dari berbagai literatur di media, tidak ada jawaban pasti karena tergantung pada banyak faktor. Salah satunya adalah sistem kekebalan tubuh masing-masing.

Selain itu tergantung pada tingkat gejala yang ada. Dilansir dari WHO, 80 persen total kasus virus Corona yang muncul menimbulkan gejala ringan, seperti demam, batuk, atau sesak napas yang dapat sembuh dengan sendirinya. Selain tidak menimbulkan gejala yang berarti, maka akan semakin besar pula peluang untuk bisa sembuh dengan lebih cepat.

Bagi pengidap positif dengan gejala ringan yang muncul akan membutuhkan waktu pemulihan selama dua minggu lamanya. Sedangkan gejala dengan intensitas sedang hingga kritis, akan membutuhkan waktu lebih lama lagi, yaitu antara 3-6 minggu masa penyembuhan.

Bagi mengalami gejala ringan, maka proses penyembuhan dapat lebih cepat, diperkirakan selama tujuh hari. Untuk itu tidak perlu panik, karena proses penyembuhannya sendiri dapat dilakukan secara mandiri di rumah.

Pada intensitas yang ringan, virus Corona yang menginfeksi tubuh umumnya tidak berbahaya, tapi pada orang-orang lansia, anak-anak, atau seseorang dengan riwayat penyakit, akan membutuhkan cairan infus guna mencegah terjadinya dehidrasi.

Baca juga:  PKBM Yayasan Obor Berkat Indonesia: Anak bisa menjadi dampak untuk keluarga

Gejala dengan intensitas ringan dapat sembuh dengan banyak mengonsumsi air putih, istirahat yang cukup, serta obat penurun demam. Saat sejumlah langkah pemulihan tersebut dipraktikkan dengan baik, dalam waktu satu minggu gejala akan mereda, karena sistem kekebalan tubuh sendiri yang akan membunuh virus.

Gejala dengan intensitas sedang yang meliputi sesak napas, batuk, demam tinggi, menggigil, serta tidak dapat beranjak dari tempat tidur karena badan terasa lemas dan nyeri. Saat kondisi tersebut terjadi, pengobatan yang dilakukan akan tergantung pada seberapa parah gejala muncul dan riwayat kesehatan pengidap.

Jika sesak napas muncul dan tidak mereda dengan sendirinya, periksakan diri segera di rumah sakit terdekat, karena hal tersebut menandakan rendahnya kadar oksigen dalam darah. Ini perlu diwaspadai lagi bila pengidap memiliki komplikasi penyakit, kehilangan nyawa merupakan risiko yang dapat terjadi.

Pada pengidap dengan gejala berintensitas sedang, tidak memerlukan prosedur rawat inap, kecuali dalam keadaan kesulitan bernapas atau dehidrasi yang ditandai dengan rasa haus yang luar biasa, mulut kering, penurunan jumlah urine, urine berwarna gelap dan kental, pusing, serta kulit kering.

Bila mengadapai gejala kritis, tidak perlu panik, sebab masih ada peluang untuk sembuh dengan sendirinya, terutama pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang baik. Namun, pada beberapa orang dengan riwayat pneumonia, gejala kritis yang muncul akan mengancam nyawa, terutama jika sistem kekebalan tubuh mereka rendah.

Pada pengidap gejala kritis, perawatan dilakukan dengan menggunakan respirator guna membantu pernapasan. Jika tidak, kehilangan nyawa merupakan risiko yang dapat terjadi.

Baca juga:  Presiden Jokowi Teken PP Hukuman Kebiri Ditanggapi Pimpinan Gereja

Hingga saat ini, belum ada langkah pengobatan khusus pada pengidap virus Corona, baik dalam intensitas ringan maupun kritis. Langkah penyembuhan sendiri akan fokus pada kondisi klinis pengidap, serta menjaga dan meningkatkan sistem imunitas tubuh masing-masing pengidap, agar dapat melawan virus dengan sendirinya.

Tidak adanya obat membuat para ahli terus mencari. Belum lama ini, seperti di tulis The Sun, pasien Covid-19 yang diberi obat famotidine menunjukkan kondisi klinis yang membaik. Obat famotidine ini diketahui sebelumnya sebagai obat asam lambung.

Dikutip dari The Sun, famotidine membantu mempercepat pemulihan pasien Corona, hanya dalam waktu 48 jam usai diberi famotidine. Bahkan disebutkan gejala-gejala pasien Corona hilang dalam dua minggu.

Dokter di Amerika Serikat (AS) mengatakan hasil tersebut ‘menjanjikan’. Untuk itu Ia mendukung uji klinis terhadap famotidine, dan tentu berharap benar-benar ditengah-tengah belum ada obat yang pasti dapat dijadikan obat Corona.

“Hasil dari seri kasus ini menunjukkan famotidine oral dosis tinggi dapat ditoleransi dengan baik dan dikaitkan dengan peningkatan hasil yang dilaporkan pasien pada pasien Covid-19 yang tidak dirawat di rumah sakit,” jelas Profesor Tobias Janowitz dari Cold Spring Harbor Laboratory Cancer Center, New York.

Walau studi ini menemukan gejala mulai membaik dalam beberapa jam, terutama batuk dan sesak napas hilang dalam waktu dua minggu tapi famotidine belum ditetapkan untuk pengobatan pada pasien rawat jalan dengan Covid-19, masih diperlukan penelitian lebih lanjut. (Vifa5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here