Kampung Adat, Sebuah Restorasi Pembangunan di Tanah Papua yang Digagas Bupati Jayapura Mathius Awotiauw

0
buku
Para tamu undangan mendapatkan buku "Kembali ke Kampung Adat : Meniti Jalan Perubahan di Tanah Papua"

Jakarta – Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awotiauw memandang salah satu solusi untuk Papua berkembang bisa dimulai dari kampung adat. Hal itu ia kemukakan dalam peluncuran buku “Kembali ke Kampung Adat : Meniti Jalan Perubahan di Tanah Papua” yang ditulis oleh dirinya sendiri.

“Kampung adat ini adalah bagian dari upaya saya mengembalikan jati diri masyarakat adat di seluruh Papua. Solusi untuk Papua adalah solusi budaya yaitu mengembalikan jati diri masyarakat adat. Ini jauh lebih penting dari semua solusi yang lain,” ungkap Mathius dalam webinar, Rabu (24/2/2021).

Mathius menjelaskan gagasan menulis buku ini bermula dari pengalamannya selama 27 tahun di bidang pemberdayaan masyarakat dan pengalamannya selama menjalani tugasnya menjadi bupati Jayapura.

Baca juga:  Yaqut Qolil : Siapa menindas Orang Lemah, Menghina Pencipta-Nya (Amsal 14:31)

“Ada yang hilang dari seluruh perjalanan orang Papua selama bertahun-tahun dan saya temukan itu di dalam tercerabutnya anak-anak Papua dari akar budayanya,” katanya.

Mathius melihat kehidupan masyarakat adat, sosial, politik dan ekonomi akan tetap berkelanjutan jika semua masyarakat ikut menjaga alam dan lingkungan. Intinya, manusia harus peduli dengan alam dan melestarikannya.

“Prinsip ini tentu berlawanan dengan mentalitas teknologis yang selama ini mendominasi pembangunan, termasuk di Papua. Di sinilah peran masyarakat adat itu sangat besar dan luar biasa. Maka itu perlu gagasan Restorasi Pembangunan dan itu melalui pendekatan kampung adat ini,” paparnya.

Lebih jauh, Kampung Adat merupakan sebuah gerakan pembangunan di tanah Papua melalui jalan budaya yang harus dilakukan di seluruh Papua. “Pembangunan fisik maupun sosial budaya orang asli Papua di tanah Papua seharusnya disesuaikan dengan nilai budaya, hukum adat, norma, dan aturan budaya orang Papua agar rencana pembangunan tersebut dapat didukung dengan potensi alam dan kondisi sosial budaya masyarakat asli Papua,” tegasnya.

Baca juga:  Dirjen Bimas Kristen: SDM Papua Harus Disiapkan dari Sisi Agama dan Ilmu

Sementara itu Deputi V Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardhani dalam sambutannya mengapresiasi hadirnya buku yang ditulis oleh Mathius. Menurutnya buku ini bisa menjadi inspirasi sekaligus masukan hingga kritikan.

“Diperlukan langkah-langkah terobosan, terpadu dan strategis untuk bisa mewujudkan Papua yang maju,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here