Kapolda Papua Paulus Waterpauw Bicara Soal Pemuda dan 1 Timotius 4:12

0
Pemuda
Ilustrasi pemuda

Pemuda sering disebut sebagai generasi penerus gereja bahkan bangsa. Seperti yang diungkapkan oleh Kapolda Papua Irjen. Pol. Paulus Waterpauw. Menurutnya pemuda adalah agen perubahan. 

Paulus menyitir satu ayat dari 1 Timotius 4:12 “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” 

Dari ayat tersebut Paulus mau menegaskan bahwa pemuda harus sadar bahwa dirinya berharga dan harus mampu menjadi teladan bagi sesama. “Itu merupakan penghargaan bagi sosok pemuda. Teladan bisa dimulai dari tingkah laku, perkataan,” katanya dalam webinar “Gerakan Misi Generasi Milenial” Kamis (4/2/2021).

Lulusan Akpol tahun 1987 ini menjelaskan pemuda saat ini merupakan orang-orang yang hebat dalam bidang teknologi. Namun, para pemuda juga perlu berhati-hati terhadap budaya luar yang masuk, tidak boleh asal menyerap. 

Baca juga:  HUT ke-90, GKJ Gelar Ragam Kegiatan Virtual Mulai Hari Ini

Pemuda, lanjut Paulus harus mau untuk terus meningkatkan intelektualnya. Hal ini penting supaya pemuda mampu menempatkan diri dan terukur dalam bertindak. “Bagi saya (bisa) menjadi setia dan jujur bila dengar-dengaran. Jadi dengar-dengaran itu jadi yang utama. Dengar berbagai nasihat termasuk firman Tuhan. Ada banyak orang pintar, hebat tapi tidak dengar-dengaran, maka dia tidak memiliki kesetiaan, bahkan di dalamnya tidak ada kejujuran,” paparnya. 

Dari pengalamannya di Papua, masih banyak pemuda yang berkelahi karena dipicu hal-hal yang sepele. Ini menunjukkan masih banyak pemuda yang belum memiliki sikap dewasa. “Kadang-kadang karena mereka merasa ada di usia akil baligh dan ingin berimprovisasi melakukan ini itu. (Ketika berkelahi) dampaknya bukan cuma kedua anak itu, tapi bisa antar suku, marga hingga antar agama kedua anak itu,” urainya. 

Baca juga:  Natal DPP KKK 2020 : Natal Membawa Segala Pengharapan Disegala Bidang Bagi Warga Kawanua

Persoalan lain yang sering terjadi adalah soal narkoba dan minuman keras. Data BNN Papua 3 tahun terakhir, penyalahgunaan ganja di 11 kabupaten/kota ada 931 kasus dengan rata-rata pengguna berusia 12-20 tahun. Hal-hal semacam ini menurut Paulus membuat pemuda kehilangan jati dirinya atau menjadi krisis identitas. “Saya dulu pernah menutup salah satu tempat penjual miras di daerah Ale-ale dan Gor Waringin, Kotaraja. Itu banyak pemuda yang datang kesana,” ungkapnya. 

Ia berharap pemuda khususnya pemuda Papua semakin sadar jika hidup harus diisi dengan hal-hal yang positif. “Pemuda Papua seharusnya bisa menjadi aktor utama dalam menciptakan perubahan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here