Kesaksian Henry Surentu : Kekudusan dan Komitmen dengan Tuhan Nilai Mutlak yang harus kita jalani.

0
Kesaksian Henry Surentu

JAKARTA- Menjadi terkenal dan sukses di film laga tentunya menjadji cita-cita dari setiap anak muda dikala era tahun 70’an sampai dengan 90’an. Banyak dari mereka berusaha untuk menggapai cita-citanya dengan terus mengasah talenta mereka baik itu dibidang seni, olah raga dan sebagainya. Henry Surentu, salah satu actor laga di era 80’an hingga tahun 2000 awal,  merasakan bagaimana dirinya berlatih dan berjuang untuk menjadi seorang actor laga sehingga cita-citanya berhasil ia raih. Namun ditengah keberhasilannya itu, Tuhan mengijinkan Henry mengalami pergumulan dalam keluarganya dan akhirnya dipulihkan kembali. Berikut mengenai wawancara kesaksian dengan Vifa Media, Rabu (03/01/2021).

Pria kelahiran, Makasar 25 April 1952 ini berasal dari keluarga dengan latar belakang militer.  “Saya berasal dari keluarga tentara. Papa saya, Robi Surentu sering berpindah-pindah tugas kemiliterannya sehingga saya waktu masih kecil sering berpindah-pindah sekolah,” kenangnya semasa  kecil. Hendry mengakui mempunyai darah seni yang mengalir dari sang Ibu, Fine Mamentu yang kebetulan suka bernyanyi dan bermain musik. Henry bertumbuh mengembangkan darah seninya dimulai dari aktif melayani di gerejanya dikala itu. Bahkan bakat aktingnya mulai terasah ketika ia dimasa kecil hingga remaja sering memerankan peran drama dalam acara gerejanya.“Papa saya ingin saya meneruskan menjadi tentara seperti dirinya, namun tidak punya bakat, saya tetap didunia seni,” kenangnya.

Setelah tamat SMA, Henry sempat masuk pegawai negeri di Lembaga Pemasyarakatan yang pada waktu itu dibawah naungan Departemen Kehakiman. Selama 4 tahun ia bekerja, kemudian Henry mulai terjun di dunia perfilman. “Jadi saya terjun di film sekitar tahun 78 (tujuh delapan). Saya juga sempat jadi penyiar, mewawancarai artis-artis masa itu seperti Ahmad Albar, Reynold Panggabean dari band The Mercy’s dan masih banyak lagi. Saya sambil bekerja di Pegawai Negeri sampai jam 2 siang,  jam 3 sore saya di siaran.

Henry Surentu ketika kerja di Lembaga Pemasyarakatan. Dok : pribadi.

Pada akhirnya satu waktu ada yang menawarkan saya jadi foto model-model kaos pada waktu itu. Dari kecil hingga remaja Henry memang sudah senang berolah raga dan membentuk tubuhnya menjadi atletis. Dirinya termotivasi dari bentuk badan pemain film zaman dulu, terutama actor film laga. Ia meninggalkan profesi pegawai negerinya dan mendapat kesempatan pertama dalam dunia acting film laga. “Saya pertama kali main di film drama cinta, kemudian itu ada filmnya pendekar kelelawar dan sempat main film dan mengambil shoting di Hongkong  bekerja sama dengan beberapa actor laga.

Foto dari masa muda hingga usia tua dari Henry Surentu. Dok : pribadi.

Henry menggeluti 9 film laga. Diakhir film layar lebar, Henry berperan dengan Avent Christie dengan judul film “Melacak Dendam”. Setelah berkarya di dunia film layar lebar, ia melanjutkan ke dunia sinetron. Beberapa artis lawan mainnya seperti Paramitha Rusady. Advent Bangun dan masih banyak lagi. Sedangkan sinetron yang ia bintangi antara lain, Panji Manusia Milenium, Prabu Siliwangi, sitkom Warkop dan lain-lain di era tahun 90’an.

Baca juga:  Pendeta Gereja di Australia Dipecat Karena Pelanggaran Moral
Film terakhir Henry Surentu ” Melacak Dendam”. Dok : pribadi.

Ditengah gemerlapnya dunia hiburan, Henry mengakui, kalau manusia tidak ada rasa puasnya. Selain dunia actor laga, Henry juga berkecimpung di dunia music sebagai pemain keyboary. “Saya menerima untuk bermain musik untuk lagu-lagu pop dan kemudian akhirnya diundang dibeberapa tempat. Bahkan saya sempat main di depan Bapak Presiden Soeharto tahun 1987,“ kenangnya.

Akan tetapi, kesuksesan yang Henry dapat masih tidak memberikan suatu kepuasan yang maksimal. Hal terbukti justru dirinya mulai melenceng dari keluarganya. Pria yang menikah dengan Heidy pada tahun 1980 ini mulai dalam rumah tangganya mengalami keretakan. “Saya melenceng dari jalan hidup saya yang seharunya dalam Tuhan. Seharusnya yang Tuhan kehendaki, saya yang menyalahgunakan berkat Tuhan. Saya terjebak dalam hal kedagingan dengan perempuan lain. Saya selingkuhi istri saya, meninggalkan istri saya dan anak saya terlantarkan,” akui henry mengenang masa lalunya yang suram. Namun istrinya tetap setia dan berdoa terus kepada Tuhan dan pada akhirnya selama 20 tahun Henry meninggalkan keluarga, tahun 2005 dirinya bertobat dan kembali kepaa keluarganya.

Baca juga:  Seruan Pemimpin umat Katolik di Myanmar: Setop Penyerangan ke Gereja

Henry akui walaupun di era 80’an dirinya sudah menjadi artis dan juga aktif di pelayanan, ia akui kelakuannya bukan mencerminkan seorang Hamba Tuhan seperti yang diharapkan Dirinya menceritakan didepan orang lain termasuk orang yang ramah dan baik, akan tetapi di keluarganay ia selalu berkata kasar kepada istrinya. “Tuhan menjamah saya dan akhirnya tahun 2005. Saya bertobat ketika mendengar kotbah di gereja saya waktu itu. Firman Tuhan disampaikan oleh pendeta yang sekarang sudah almarhum. Beliau mengatakan bahwa apa tujuan hidup manusia, semuanya sementara. Yang harus kita cari adalah kekekalan. Carilah dulu keselamatan dari Allah. Kalimat itulah yang membuat saya bertobat dan saya berjanji sama Tuhan bahwa kekudusan adalah harga mutlak saya untuk bertobat,” ujarnya ketika meceritakan dirinya dijamah Tuhan untuk bertobat.

Henry kembali lagi kepada keluarganya setelah hamper 20 tahun lamanya dirinya meninggalkan Tuhan dan keluarganya. Ia akui ketika kembali, tidak serta merta keluarganya cepat menerima dirinya kembali. Anak-anaknya yang waktu masih kecewa dengan dirinya, satu-persatu dipulihkan dan mulai menerima dirinya. Henry sekarang bersama istri terjun dalam dunia pelayanan dan Henry sekarang tetap menjalankan usahanya di dunia entertainmet musik.

Suami dari Heidy dan ayah dari Harold dan Jordan ini sekarang selain aktif melayani, juga menjaga kebugaran tubuhnya. Hal ini terbukti dengan masuki usia 68 tahun, tubuhnya tetap athletis dan juga selalu melatih setiap hari. “Komitmen untuk menjaga iman kita tetap kudus dan berkenan, juga harus disertai juga dengan menjaga fisik kita dengan berolah raga menjaga fisik tubuh kita. Saya juga berpesan untuk para artis muda saaat ini dan juga para pelayan Tuhan, untuk tetap komit menjaga kekudusan dan komitment untuk hidup dalam Tuhan, sehingga kita akan akan selalu diberkati oleh Tuhan,” pungkasnya di akhir kesaksiannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here