Kesiapan BPK Penabur Menghadapi Era Digital

0
BPK Penabur
Para pembicara dalam talkshow Let’s Transform Children’s Future. (Foto: Tangkapan Layar Youtube BPK Penabur Jakarta)

Jakarta – Suka tidak suka saat ini semua orang harus berhadapan dengan era digital. BPK Penabur merupakan sebuah lembaga pendidikan yang konsen dengan hal tersebut dengan menggelar talkshow “Let’s Transform Children’s Future”, Sabtu (24/4/2021) secara daring.

Adapun para pembicaranya seperti Djajeng Baskoro (PLT Kepala Pusat Pengembangan PAUD dan Dikmas Jawa Tengah), Widyaprada (Ahli Utama Kemendikbud), Dr. Christian Fredy Naa (Dosen Teknik Mekatronika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan), Catherine F. Alimsyah (Chef Operating Officer of Coding Bee Academy) dan DR. Kumalasari Onggobawono Maria Emmanuel (Kepala Divisi Pendidikan BPK PENABUR Jakarta).

Ketua Umum Yayasan BPK Penabur, Adri Lazuardi mengatakan saat ini dunia pendidikan telah memasuki era digital. Hal tersebut membuat guru harus mampu menyesuaikan (mengerti), supaya tidak ketinggalan zaman. Sebab, guru tetap memiliki peranan yang penting dalam sebuah proses pembelajaran.

“Peran manusia tetap penting untuk menanamkan nilai humanis yang tidak bisa digantikan oleh kecanggihan teknologi. Para pendidik didorong untuk terus menjadi pembelajar sepanjang hayat dalam menghadapi perubahan zaman, peran guru sebagai penyemangat, kompas karakter dan inspirasi kehidupan tidak akan pernah tergantikan oleh kecanggihan teknologi,” katanya.

Baca juga:  Ganjar Pranowo Berikan Motivasi pada GEMPAR

Sementara itu, Christian Fredy Naa mengatakan coding (bahasa pemrograman) menjadi salah satu ilmu yang harus dimengerti oleh semua anak, terlepas dari profesi apa yang akan ditekuni anak di kemudian hari.

“Ada 6 skill yang bisa dilatih melalui coding, antara lain: creativity and originality, complex problem solving, analytical thinking, troubleshooting, critical thinking, resilience, reasoning and problem solving-ideation, technology design and programming.”

Christian meminta para orang tua mulai menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang mengajarkan atau memfasilitasi anak dalam belajar coding.

Ketua BPK PENABUR Jakarta, Anton Yuwono menjelaskan saat ini BPK Penabur sedang mempersiapkan hydbrid learning yaitu pembelajaran gabungan di kelas dan di rumah. Dalam hybrid learning nantinya akan ada transformasi digital dalam perbaikan metode pembelajaran termasuk standarisasi terintegrasi baik secara sistem maupun administrasi.

Anton mengatakan, penguasaan computer science saat ini dibutuhkan di segala sektor industri secara global. Maka itu ada empat kompetensi yang wajib dipelajari di sekolah ke dalam kurikulum nasional oleh Kemendikbud yaitu Bahasa Inggris, Statistika, Psikologi, dan Coding.

“Coding menjadi salah satu bagian dari computer science untuk mengembangkan kemampuan Computational Thinking peserta didik di Indonesia,” jelasnya.

Baca juga:  William Aditya Sarana, SH: GIRING GANESHA CALON PRESIDEN RI 2024 DARI GENERASI MUDA

Sebagai informasi. Sejak sejak Jumat-Sabtu, 23-24 April 2021 BPK Penabur menggelar “K-12 Computer Science Education Fair 2021”. Acara ini merupakan ajang perlombaan bagi para peserta didik sekaligus edukasi kepada para orang tua dala hal kemampuan computer science.

Acara yang diselenggarakan berkat kerjasama BPK Penabur Jakarta dan Coding Bee Academy tersebut ini diikuti 1.211 peserta didik jenjang TK-SMA. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jabodetabek, Serang, Bandung, Purwokerto, Mojokerto, Semarang, Surabaya, Bali, Medan, Jambi, Padang, Kutai, dan Samarinda.

Penabur Kids Fest ‘Indonesian Little Transformers’ jadi salah satu rangkaian lomba. Kompetisi ini diikuti peserta didik jenjang Kelompok Bermain (KB) dan TK. Untuk jenjang KB, tema yang diangkat adalah ‘Science Project’, TK A ‘Save the Earth’, dan TK B ‘New Normal’.

Selain itu juga ada Code Olympiad yang ditujukan untuk peserta didik jenjang TK-SMA dengan tema ‘New Normal Life’. Untuk jenjang TK perlombaan dibagi menjadi dua, yakni Parents Team Up dan Solo Project.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here