Ketua BPH GBI Pdt. Rubin Adi Jelaskan Hubungan Antara Pemuridan dan Regenerasi

0
Pdt Rubin Adi Abraham
Pdt Rubin Adi Abraham. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Pemuridan dan regenerasi adalah dua hal yang saling terkait. Sebab tanpa adanya pemuridan, regenerasi tidak dapat terjadi. Seperti diungkapkan Ketua BPH GBI Pdt. Rubin Adi Abraham dalam Webinar yang digelar Sinode GBI “Mentoring: Sebuah Praktek Pemuridan Untuk Mewariskan Iman Kepada Orang Lain”, Selasa (25/5/2021).

“Regenerasi penting karena kesempatan melayani seseorang terbatas karena usia dan untuk menghindari degenerasi (penurunan kualitas). Sebab bila kader tidak kita lengkapi, kualitas dimasa mendatang akan menurun (Hakim-hakim 2:10-11),” paparnya.

Pdt. Rubin menuturkan, setiap pemimpin harus mampu memuridkan para pemimpin muda potensial yang ada di gerejanya masing-masing. Caranya bisa dimulai dengan ‘magang’ alias selalu diajak dalam setiap pelayanan. Misalnya, pelayanan bimbingan pernikahan, keduakaan dan lain-lain.

“Ajak dia pelayanan supaya tahu apa yang harus dilakukan. Seperti dalam 3 prinsip pemuridan yaitu i do you watch, we do together, you do i watch,” tuturnya.

Baca juga:  Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, Pdt. Timotius Arifin, Pdt. Dr. Rubin Adi dan Pdt. Gilbert Lumoindong Ikut Menyemarakkan HUT GBI Victorious Family ke-29

Bagaimana cara memilih calon pemimpin yang tepat? Gembala jemaat GBI Mekar Wangi Bandung ini menjelaskan pilih orang (murid) yang memiliki komitmen waktu dan mau diajar, disamping juga melihat karunia dari orang yang akan dikader.

“Setelah menemukan orang tersebut, investasikan waktu kita secara pribadi dan komunitas kecil. Beri kesempatan dan kepercayaan kepadanya serta terus bina sampai jadi pemimpin yang dapat memuridkan calon pemimpin lain,” katanya.

Namun, cara ini hanya bisa berhasil bila pemimpin (gembala) juga ikut terlibat aktif dalam pemuridan itu sendiri. “Gembala harus turun dan jangan serahkan kepada ketua departemen pemuridan agar power dalam pemudiran itu dapat,” pesanya.

Pdt. Rubin menegaskan bahwa regenerasi bukan hanya memindahkan jabatan, tapi juga memindahkan iman, visi serta karakter (2 Timotius 3:10). Regenerasi bisa gagal bila pemimpin sebelumnya tidak aktif memuridkan. “Tujuan dari regenerasi adalah melanjutkan visi pemimpin sebelumnya dan untuk mencapai hal yang lebih besar (Yohanes 14:12),” ungkapnya.

Baca juga:  Mulai 11 Januari 2021, Gereja Tiberias Indonesia Tiadakan Ibadah

Pdt. Rubin menambahkan konsep intergenerational leadership atau kepemimpinan antargenerasi juga bisa diterapkan saat ini. Kepemimpinan antargenerasi yang dimaksud adalah pemimpin senior maupun junior memimpin secara bersama-sama, saling melengkapi dan mengisi. Termasuk dilibatkan dalam diskusi maupun pengambilan sebuah keputusan.

“Biasanya kalau gembalanya berumur 60 tahun, maka orang-orang dibawahnya (para pemimpin dalam organisasi) yang usianya sama. Kita butuh pemimpin yang usianya sesuai dengan apa yang dilayani, sehingga kita bisa melihat masukan dari orang yang umurnya lebih muda dari kita. Ajak mereka duduk bareng dalam rapat, diskusi dan pengambilan keputusan,” paparnya.

Sementara itu, dalam webinar ini juga diluncurkan buku Menjadi Seperti Kristus (MSK) 1,2,3 yang akan membimbing umat untuk bisa mengalami Kristus, sejalan dengan kristus dan menjadi kokoh dalam Kristus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here