Ketua MS GMIT Pdt. Mery Kolimon Ajak Jemaat Terus Semangat di Tengah Bencana

0
GMIT
Runtuhan gedung gereja GMIT Ephata Nada, Sabu Timur. (Foto: Tangkapan layar Youtube Sinode GMIT)

Sabu – Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (MS GMIT) Pdt. Mery Kolimon mengajak para jemaat GMIT untuk selalu semangat. Hal tersebut ia sampaikan di sela-sela kunjungannya di Mata Jemaat Wagai Persaudaraan di Seba Selatan Klasis Sabu Barat, bersama Ketum PGI dan rombongan.

“Untuk seluruh jemaat GMIT dalam susah dan derita, Tuhan ada, Dia Allah Immanuel, Dia hidup. Berpalinglah kepada-Nya, Dia tidak meninggalkan Kita. Doa kami dari Sabu barat, Tuhan memberkati,” kata Pdt. Mery di yang dikutip dari Channel Youtube resmi Sinode GMIT, Kamis (22/4/2021).

Pdt. Mery mengungkapkan bencana Siklon Seroja yang terjadi hari Sabtu menghantam pulau Pantar dan pulau Alor. Kemudian hari Minggu dan Senin menghantam Kupang dan sekitarnya. Dan Senin sore sampai Selasa menghantam pulau Shabu. “Kami tiba pagi ini di Raijua dan Pulau Sabu menyaksikan banyak sekali kehancuran rumah jemaat maupun gedung gereja. Rumah, gereja rata dengan tanah,” ceritanya.

“Kami berkunjung ke pulau Pantar dan mendengar cerita keluarga yang tertimbun tanah longsor dan batu-batu dari atas gunung. Keluarga-keluarga yang kehilangan saudaranya sampai hari ini, sebanyak 12 orang di Alor Timur Laut. Banyak sedih di berbagai tempat,” tambah Pdt. Mery.

Baca juga:  Pdt. SAE Nababan “Dilepas” PGI dari Grha Oikumene

Bencana yang terjadi, lanjut Pdt. Mery merupakan kesedihan bagi semua umat. Terlebih bencana terjadi di tengah perayaan Paskah yang seharusnya adalah kemenangan.

“Kita semua mengalami (kesedihan) itu, persis ketika merayakan Paskah. Paskah adalah cerita kemenangan Kristus atas maut dan kematian. (Tapi) kehancuran ini bukan akhir dari segalanya. Kami percaya Allah di dalam Yesus Kristus sedang memulihkan semuanya dan memakai kita umatnya untuk bahu membahu mengatasi kesulitan ini,” pesannya.

Ia pun berterima kasih atas bantuan dan kepedulian dari gereja-gereja yang telah membantu NTT khususnya GMIT. “Kami berterima kasih kepada Ketum PGI dan gereja-gereja di Indonesia yang solider dengan kami, termasuk berbagai pihak lintas agama, suku, bangsa yang mendukung NTT, GMIT. Terima kasih untuk solider itu. Dan dengan perhatian, kasih sayang, doa kami bertekad membangun kembali kehidupan bersama2 dengan Tuhan,” kata Pdt. Mery.

Baca juga:  Natal MORE Marketplace Indonesia : Menjadi Sinar dan Terang ditengah pandemi

Sementara itu, Pdt. Gomar Gultom mengajak gereja maupun jemaat peduli terhadap penderitaan warga NTT. “Badai ini mengingatkan kita bahwa betapa rapuhnya kehidupan kita. Maka itu di tengah kerapuhan dibutuhkan kebersamaan. Sama seperti jemaat mula-mula, karena keyakinan akan kebangkitan memasuki hidup bersama dengan peduli satu dan lainnya. Demikian juga dengan kita, semua warga gereja yang baru merayakan Paskah, kita diajak peduli satu sama lain. Itulah tanda kita ada di dalam spirit dan semangat kebangkitan itu,” ungkap Pdt. Gomar.

Selain memberikan bantuan berupa materi, Pdt. Gomar juga meminta warga gereja untuk terus mendoakan supaya NTT bisa segera pulih. “Sabu, Rote, Alor, Sumba, Timor dan bagian lain di NTT sungguh-sungguh membutuhkan kepedulian kita bersama. Duka NTT adalah duka kita. Gereja-gereja di Indonesia berduka di NTT. Mari kita doakan, kita bawa saudara kita di NTT dalam doa syafaat untuk secepatnya keluar dari masa sulit ini,” pintanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here