Ketum KNC, Ferdinand Bertemu Dirjen Bimas Kristen Bicara Kerukunan

0
Ferdinand Ketua Umum KNC bersama Dr. Thomas Pentury, M.Si. (Foto-foto: dok KNC)

Jakarta – Organisasi Masyarakat (Ormas), Kejayaan Nusa Antara Cerdas (KNC), Kamis (18/3/2021), dipimpin Ketua Umumnya, Dr. Ferdinand Watti, M.Th, M.Pd.K, ditemani Wakil Ketuanya, Dr. John Kebelen, M.Th, Sekretaris Umum, Clief Refli Rakian, S.Th, M.Ed, Bendahara Umum, Dr. Josep Mamarimbing, M.Th, Wakil Bendahara Umum, Franky Loing, M.Th, menyambangi kantor Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, untuk bertemu dengan Direktur Jenderal Bimas Kristen, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si.

Pertemuan yang menampakkan begitu akrab antara pengurus KNC dan Prof. Dr. Thomas Pentury, yang akrab disapa Thomy. “Kehadiran kami untuk mensosialisasikan  KNC sebagai Ormas nasional baru yang bergerak penuh untuk bantu gereja-gereja di Indonesia terkait dengan ketidak adilan. Selain itu mengajak kerjasama,” ungkap Dr. Ferdinand Watti, kepada media ini.

Baca juga:  Penyanyi country Ricky Skaggs : Dijamah Tuhan setelah melewati operasi jantung

Selain mensosialisasikan Ormas KNC, Dr. Ferdinand Watti mengungkapkan pertemuan dengan Thomy, membicarakan soal Pendidikan agama Kristen, jaminan kemerdekaan beribadah dan beragama. “Intinya menghadirkan kedamaian dengan terus memperjuangkan pemahaman kerukunan antar umat beragama,” papar Ferdinand Watti. 

Kehadiran pengurus KNC, menurut penilaian Ferdinand Watti, Dirjen Bimas Kristen menyambut baik. “Dirjen menyambut baik dengan hadirnya KNC yang membawa visi misi dan gerakan-gerakannya. Bahkan akan dijadwal kembali untuk melakukan pembicaraan lebih intensif sebagai kelanjutan dari pertemuan hari ini (Kamis 18 Maret 2021),” kata Ferdinand.

Baca juga:  Sikap KWI Terhadap Bom Makassar: Tetap Tenang dan Jangan Terprofokasi

Sebagai informasi, Kata Ferdinand, KNC adalah organisasi kebangsaan, dan bukan organisasi keagamaan. Selain itu, kegiatan yang dilakukan KNC bertolak dari badan hukum perkumpulan dengan akta pendirian dan Surat Keputusan (SK)Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Republik Indonesia.

KNC digagas dan didirikan Ferdinand dan Mayjen. TNI (P) Jan Pieter Ate, sebagai dewan Pembina ini dengan tujuan, secara internal kekristenan, untuk secara cerdas menjawab persoalan-persoalan dan tantangan kekristenan di Indonesia pada khususnya dan di seluruh dunia secara global. 

Misalnya persoalan kebebasan beribadah dan beragama, guru-guru pendidikan agama Kristen di sekolah-sekolah negeri.

Secara eksternal, teang Ferdinand menjadi mitra Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk berpartisipasi memberikan berbagai solusi cerdas bagi beragam persoalan dan tantangan Negara. Misalnya, persoalan intoleran, radikalisme dan terorisme.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here