Ketum PBNU dan Ketua BISMA ke Makassar, dalam Merajut Kerukunan Umat Beragama

0

Jakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA. atau dikenal akrab Said Aqil Siroj, bersama dengan Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), Dr. John Nathan Palinggi, Minggu, 11 April 2021, mendatangi Gereja yang beberapa lalu sempat diguncang Bom Bunuh diri, Gereja Katolik Katedral, di Jl. Kartini, Makassar, Sulawesi Selatan.

Kehadiran kedua tokoh agama nasional ini di Makassar, mendapatkan respon positif dari berbagai pemangku (penyelenggara) tingkat Provinsi. Seperti hadirnya Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan, Ketua NU Wilayah Sulawesi Selatan, Rektor Universitas Islam Negeri Makassar, dan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Sulawesi Selatan turut. Juga tampak, perwakilan dari berbagai golongan agama tingkat Provinsi yang ada di Makassar.

Kunjungan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA. ke Gereja Kathedral Makassar, dalama rangka memberi dukungan moril kepada umat Katolik pasca ledakan bom bunuh diri yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dilihat dari channel Youtube milik Gereja Katolik Katedral Makassar, tokoh nasional, Kyai Said Aqil Siroj dan John Palinggi dan rombongan memasuki Gereja Katedral, dengan diiringi lagu “Halleluya”, dan di dalam Gereja umat Katolik memberikan penyambutan sebagai rasa hormat.

Dr. John Palinggi kepada Vifamedia, menceritakan situasi, pertemuan Kyai Said Aqil Siroj dan Uskup Agung Makassar, Mgr. Johannes Liku Ada. “Suasananya itu, Pak Kyai (Said Aqil Siroj) sedang berada di  rumah saudaranya sendiri,” ungkap Dr. John Palinggi.

Begitupun penyambutan dari Uskup Agung Makassar, Mgr. Johannes Liku Ada, terungkap rasa gembira dan kegamumannya serta rasa terima kasih. “Uskup sangat berterima kasih karena kunjungan ini membahagiakan umat Katolik dan Uskup sendiri,” tutur Dr. John Palinggi.

Baca juga:  Refleksi Akhir Tahun 2020 Jaringan Doa Nasional, Harapan Memasuki Tahun 2021 Ditengah Pandemi.

Sebagai bentuk terima kasih dan Bahagia, sampai-sampai Uskup Agung Makassar, memberikan pujian bahwa Kyai Said Aqil Siroj, yang datang berkunjung adalah tokoh nasional, ulama besar, cendekiawan Muslim yang luar biasa. Bahkan disebut sebagai seorang pejuang kerukunan dan toleransi di Indonesia yang berani menyuarakan kebenaran.

Sambutan Kyai Said Aqil Siroj, menceriterakan asal-usul agama-agama Samawi, seperti Islam, Kristen dan Yahudi. “Kyai menceriterakan Abraham dari sudut Kristen, Ibrahim dari sudut Muslim. Abraham (Ibrahim) memiliki anak Simail dan Ishak, diuraikan silsilahnya oleh Kyai,” tutur Dr. John Palinggi.

Pesan Kyai Said Aqil Siroj, bila disimpulkan, hidup berbangsa dan bernegara harus memiliki toleransi, memupuk kerukunan dan Persatuan, tanpa itu bangsa ini tidak akan berjalan normal. “Kyai mengajak semua umat beragama, supaya bergandengan tangan, saling pengertian, saling menghormati, dan saling mengasihi (mencintai) untuk supaya di bangsa ini  tercipta kedamaian.”

Diakhir sambutan, Kyai ada peristiwa menarik. Pada saat itu Kyak memberikan bingkisan (sumbangan) yang diterima langsung oleh Uskup Agung Makassar.

Dr. John Palinggi yang saat itu bersama dengan Kyai Said Aqil Siroj, diberikan kesempatan untuk meneruskan sambutan Kyai Said Aqil Siroj. “Sebetulnya saya tidak di agendakan untuk sambutan. Kyai yang meminta saya untuk melanjutkan sambutannya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Dr. John N. Palinggi, merasa apa yang telah disampaikan oleh Uskup Agung Makassar dan Ketua PBNU, sudah mencakup seluruhnya, soal toleransi, kerukunan, dan tentang bernegara serta menjadi warga negara yang baik.

Baca juga:  DR. John Palinggi Berbagi Kasih di 25 Desember 2020 “NATAL”

Untuk itu, Dr. John Palinggi dalam sambutannya hanya mengingatkan kembali bahwa  dalam hidup bernegara yang masyarakatnya plural, sudah ada garis-garis besar haluan umat beragama.

Untuk di kalangan Muslim, ada Habluminannas dan Habluminallah, bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Habluminannas dimaknai secara bahasa artinya hubungan dengan manusia sedangkan Habluminallah artinya hubungan dengan Allah.

Untuk di kalangan Kristen dan Katolik, Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Juga Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Begitu juga dengan Hindu memahami semua manusia bersaudara. Budha juga menegaskan tentang cinta kasih.

Dr. John Palinggi menegaskan bila semua agama melakukan garis-garis besar Haluan umat beragama maka damailah bangsa ini. “Inikan indah, tidak ada boleh pandang-pandang Suku Agama, Ras, Etnis, dan Golongan. Sebab semua manusia itu bersaudara,” tambahnya.

“Sambutan saya itu untuk mengingatkan, kita suka heboh memuliakan Allah tetapi tidak heboh mengasihi sesama manusia,” tegasnya.

Kunjungan Ketua PBNU, Said Aqil Siroj ke Gereja Katolik Katedral Makassar, dan juga pertemuan dengan Uskup Agung Makassar, Mgr. Johannes Liku Ada, kata Dr. John Palinggi, hanya dikoordinasikannya dalam 3 hari.

Menjadi pertanyaan, apa rahasia sampai Dr. John Palinggi bisa diterima oleh semua golongan agama di Indonesia? Rahasianya ternyata tidak mudah. Berbagai syarat diungkapkan oleh Dr. John Palinggi untuk bisa diterima semua kalangan.

Tetapi yang paling utama dan terutama, adalah memiliki kasih dan mau bekerja keras untuk supaya mendapatkan kepercayaan.

Selengkapnya simak video berikut ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here