KETUM PDRIS KAMARUDDIN SIMANJUNTAK : SEKOLAH TIDAK BOLEH LAGI DISKRIMINATIF TERHADAP MURID

0
ilustrasi : ketua umum Partai Demokrasi Rakyat Indonesia Sejahtera (PDRIS) Kamaruddin Simanjuntak, S.H.

Jakarta – Beberapa hari lalu, dunia media sosial di tanah air dikagetkan dengan kabar adanya perlakuan diduga diskriminasi. Beredar video youtube yang diunggah di saluran youtube Raja Toba Vlog dengan judul “tidak pakai jilbab, ibu dari siswa non muslim dipanggil ke sekolah”. Tentu saja permasalahan ini membuat ramai dunia maya di Indonesia pada hari Kamis (21/01/2021).

Bukan hanya di media sosial Youtube saja, kabar ini pun diunggah dilaman fesbuk milik Elianu Hia, orang tua korban. Pada statusnya tertulis “lagi di sekolah SMK negeri 2 Padang, saya dipanggil karna anak saya tidak pakai jilbab, kita tunggu saja hasil akhirnya saya mohon didoakan ya”, katanya.
Status ini juga menyertakan foto Surat Pernyataan yang bertandatangan siswa dan Orang tua Siswa yang isinya menyatakan 2 hal yaitu pertama menyatakan tidak bersedia untuk memakai kerudung seperti yang digariskan oleh peraturan sekolah, kedua menyatakan siap untuk melanjutkan masalah dan menunggu keputusan dari pejabat yang berwenang.

Surat Perjanjian yang di share di media sosial.

Masalah ini menarik perhatian dari ketua umum Partai Demokrasi Rakyat Indonesia Sejahtera (PDRIS) Kamaruddin Simanjuntak, S.H. Dihubungi via telepon oleh vifamedia. untuk diminta pendapatnya. Menurutnya peraturan disekolah wajib pakai jilbab di sekolah Negeri sudah menyalahi aturan Pemerintah yang mengatur Sekolah negeri. “Ini sekolah negeri gak bisa menerapkan peraturan yang diskriminatif, ” tegasnya . Ditambahkan lagi oleh Kamaruddin yang berprofesi sebagai pengacara , pemerintah propinsi Sumatera Barat harus mengambil tindakan tegas melalui dinas terkait atas persoalan diskriminatif ini. “Sanksi tegas harus diberikan ke pihak yang membuat peraturan tersebut,” cetusnya.

Baca juga:  Para Uskup Bangladesh: Pentingnya Dialog untuk Akhiri Krisis di Myanmar

Kamaruddin berharap peristiwa ini tidak terjadi di sekolah negeri di seluruh Indonesia. Sekolah adalah tempat anak berhak memperoleh pendidikan yang baik, lingkungan sekolah yang baik dan pendidik yang baik serta peraturan sekolah yang tidak diskriminatif.

Melalui nomor telpon yang tertera di surat pernyataan di media sosial, pihak media Vifamedia pada hari Jumat sore (22/01/2021) menghubungi dan tersambung dengan Elianu Hia, orangtua siswa. Dalam wawancara pertelepon Helianu menceritakan bahwa anaknya sejak hari pertama sekolah tatap muka sudah diingatkan oleh pihak sekolah untuk memakai kerudung. “Dipanggil oleh kajur, wali kelas dan terakhir kami orangtua yang dipanggil ke sekolah,” jelas Helianu. Dari pertemuan orangtua siswa dengan Guru BK, tetap menolak permintaam pihak sekolah untuk anaknya memakai jilbab. “Kita kan nonmuslim, dan anak saya kan bersekolah di sekolah negeri, kenapa ada peraturan sekolah yang mewajibkan pakai jilbab,” ungkap Helianu menjawab permintaan pihak sekolah. Dari berbagai media berita yang dilansir Jumat malam (22/01/20210, kepala sekolah SMK negeri 2 Padang, Rusmadi, meminta maaf dan agar ada mediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan. Menurut Helianu sudah ada yang telepon mengaku dari pihak Dirjen Pendidikan setempat yang menanyakan kebenaran berita yang beredar di Medsos. Dari Dinas Pendidikan sudah menelaah masalah ini. Kedua belah pihak berjanji akan menyelesaikan persoalan tersebut secepatnya. Ditambahkan oleh Helianu bahwa hari Sabtu (23/01/2021) akan ada mediasi kembali dengan pihak sekolah. (Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here