Ketum PGI Kunjungi NTT, Berikan Bantuan dan Penghiburan kepada Korban Bencana

0
Pdt Gomar Gultom
Pdt Gomar Gultom ketika bertemu dan berbincang dengan warga. (Foto: Istimewa)

NTT – Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom melakukan kunjungan pastoral menemui korban bencana di NTT, Selasa (13/4/2021). Setelah mendarat di bandara El-Tari, Kupang, ia merasa begitu terkejut dengan kondisi kota usai diterjang badai siklon seroja pada Minggu (4/4/2021).

“Kemarin segera setelah mendarat pukul 06.10 pagi di bandara El-Tari, saya diperhadapkan dengan sisa-sisa badai yang telah memporak-porandakan sebagian kota Kupang. Di beberapa median jalan utama, pohon-pohon besar tumbang sampai ke akar-akarnya. Menyaksikan pohon tumbang sudah biasa, tetapi tercabut sampai ke akar-akarnya dan pohon besar berusia tua pula, merupakan hal baru bagi saya. Saya tak bisa bayangkan besar dan pola tiupan angin puting beliungnya,” kata Pdt. Gomar kepada Vifamedia.

Pdt. Gomar menceritakan kerusakan yang diakibatkan badai siklon seroja amat parah. Seperti sawah seluas 1.700 hektar di desa Bena gagal panen karena rusak. Di Bena juga ia melihat beberapa tentara, polisi dan para pemuda GMIT sedang bekerja keras membongkar bongkahan lumpur yang sudah kering di pemukiman penduduk.

“Tiba di gedung gereja GMIT Bethel Toinunuh, saya bergabung dengan para pengungsi yang kebanyakan lansia dan anak-anak. Yang lain sedang bergotong-royong. Saya sempat berbincang dengan Bapak Camat, Kapolsek dan Danramil bersama Ibu Pdt Merlin Tanesak,” ungkapnya.

Pdt. Gomar merasa terenyuh mendengar kesaksian dari para pengungsi yang ia temui. Ia tidak mampu membayangkan derita (psikis) yang harus dipikul para pengungsi.

“Membaca laporan berkala Ibu Merry Kolimon, Ketum GMIT, serta mengikuti berita di media masa selama ini, hati sangat teriris karena banyaknya korban jiwa yang berjatuhan. Tetapi menyaksikan sendiri tingkat kerusakan yang begitu parah dan mendengar langsung kesaksian para penyintas, saya tak mampu berkata-kata. Saya baru tiga jam tiba di sini dan kecamuk hati saya tidak karuan melihat sisa-sisa badai ini. Saya, lagi-lagi, tak mampu bayangkan saat peristiwa itu terjadi,” kata Pdt. Gomar.

Baca juga:  Ignatius Suharyo Minta Umat Katolik Bantu Korban Bencana NTT

Dari pengamatannya, masyarakat NTT terlihat begitu kompak saling membantu tanpa pandang bulu. “Yang mencengangkan adalah ketabahan dan ketangguhan masyarakat dan kebersamaan mereka dalam menghadapi badai ini. Hilang seluruh sekat di antara mereka, tak lihat latar belakang denominasi. Mereka bersatu, para pendeta melayani umat tanpa pandang bulu,” paparnya.

“Yang tak kalah mencengangkan saya, tak seorang pun mengeluh tentang hilangnya harta benda. Satu-satunya yang mereka sedihkan adalah punahnya Alkitab dari rumah-rumah, dan mereka berharap bisa segera mendapatkan bantuan Alkitab. Buat saya ini sangat luar biasa,” tambah Pdt. Gomar.

Seperti salah satu kesaksian yang diceritakan Ketua Majelis Jemaat GMIT Elim Naibonat, Klasis Kupang Timur, Pdt Daud Tari. Meskipun kehilangan harta benda, kata Pdt. Gomar, Pdt. Daud tetap bersemangat melayani Tuhan.

“Pdt Daud Tari yang kami kunjungi tadi malam, berkata ‘Hari Minggu ini saya harus pinjam Alkitab. Soal pakaian saya tidak risaukan. Saya bisa kotbah pakai sarung. Tapi untuk ibadah kan harus pakai Alkitab!,” kata Pdt. Gomar.

Pdt. Gomar bersyukur solidaritas dari gereja-gereja yang peduli terhadap NTT begitu tinggi. Termasuk GMIT, di mana pastori ketua sinode GMIT pdt. Merry diubah menjadi ‘markas komando’ penanganan bencana. “Sangat bersyukur dengan kesigapan GMIT dalam hal ini,” ucapnya.

Baca juga:  PGI Dukung SKB 3 Menteri

Lebih jauh, Pdt. Gomar berkata mengaku banyak belajar dari kinerja Majelis Sinode GMIT dalam merespon bencana ini. Sebab, ia melihat MS GMIT begitu sigap dan tanggap.

“Gedung-gedung gereja menjadi tempat pengungsian dan semuanya dilayani dengan sangat baik. Posko-posko bantuan bencana dibentuk diberbagai tempat dan langsung dikoordinasi oleh MS. Kerjasama baik dengan berbagai instansi pemerintah, misalnya Dinas Kesehatan, memungkinkan jangkauan pelayanan berjalan baik. Di semua posko tersedia dokter dan nakes yang dikordinasikan dengan Puskesmas setempat. Pengerahan aparat dari Polsek dan Koramil setempat pun patut diacungi jempol,” puji Pdt. Gomar.

Dalam beberapa hari kedepan, Pdt. Gomar dan tim masih akan mengunjungi berbagai tempat di NTT sekaligus memberikan bantuan. “Kehadiran saya di NTT, atas nama gereja-gereja di Indonesia, semoga bisa menghiburkan saudara-saudara kita, bahwa derita ini adalah derita kita semua,” harapnya.

Diakhir, Pdt. Gomar mengajak gereja maupun umat Kristiani untuk peduli dan menolong masyarakat NTT. Selain sembako serta bantuan darurat lain, juga bisa memberikan bantuan berupa buku teologi dan Alkitab. “Untuk maksud ini, jika para sahabat tergerak mendonasikan Alkitab dan buku-buku, baru atau bekas, bisa segera dikumpulkan di Salemba, teman-teman di PGI bisa segera mengirimkannya ke NTT,” pintanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here