Konser Panggilan “Beyond Normality”, Melihat Para Romo, Frater, Bruder dari Sisi yang Berbeda

0
Konser Panggilan
Tari koreografi dari para Frater Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Yogyakarta. (Foto-foto: Tangkapan layar Youtube Komsos Keuskupan Agung Semarang)

Yogyakarta – Hal berbeda terlihat dari para Romo, Frater dan Bruder dalam Konser Panggilan “Beyond Normality” yang diselenggarakan Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan Yogyakarta bersama UPP Komunikasi Keuskupan Agung Semarang, Minggu (25/4/2021).

Ketua Panitia, Fr. Mateus Seto Dwiadityo mengatakan konser ini diadakan bertepatan untuk memperingati Minggu Panggilan pada Minggu Paskah 4. Selain itu pesan yang ingin disampaikan dari konser ini adalah memiliki panggilan hidup membiara merupakan panggilan yang unik dan rahmat yang istimewa yang harus ditanggapi.

“Tema ‘Beyond Normality’ diangkat dari refkleksi panggilan kami bahwa pilihan menjadi imam itu adalah pilihan yang tidak biasa terutama di zaman saat ini. Calon imam itu yang nantinya tidak akan menikah, tidak memiliki harta benda, tidak memiliki rumah dan hidupnya diabadikan seluruhnya untuk gereja dan pelayanan,” tuturnya.

Pembimas Katolik Kanwil Kemenag DIY, Suharto Yohanes merasa senang dan berterima kasih kepada panitia maupun Uskup Agung Semarang karena telah dilibatkan untuk bekerjasama. “Bimas Katolik (DIY) punya perhatian besar untuk dinamika kehidupan menggereja khsusunya pada kaum muda. Sebab, masa depan gereja dan bangsa ada pada pundak anak muda dan ini menjadi tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

Baca juga:  Para Ahli di Indonesia Menemukan Titik Terang Obat untuk Kesembuhan Pasien Covid-19

Sementara itu, Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko dalam sambutannya menceritakan tentang perkembangan umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang yang jumlahnya mencapai 378.000 orang. Namun, jumlah tersebut berbanding terbalik dengan kehadiran para Imam.

“Jumlah Imam yang siap melayani dari waktu ke waktu menurun. (Saat ini) Imam Diosesan hanya 219 orang, itu pun sebagian sudah sakit atau sepuh,” ungkapnya.

Lebih jauh, Mgr. Robertus mengajak para anak muda Katolik untuk membuka hati dengan menjadi pelayanan-Nya yaitu menjadi Imam. “Kami sangat membutuhkan partisipasi Anda sebagai Imam. Maka itu segera daftarkan diri Anda di seminari. Jangan lupa, Tuhan memanggilmu dan mengajakmu terlibat lebih banyak lagi dengan menjadi Imam,” ajaknya.

Baca juga:  Ketum GBI Ajak Umat Kristiani Bersatu, Berdoa Untuk Keluarga Korban Pembunuhan Sadis di Sigi

Dalam konser yang disiarkan melalui kanal Youtube KOMSOS Keuskupan Agung Semarang tersebut, para Romo, Frater dan Bruder menampilkan bakat mereka dalam bidang musik, baik bernyanyi maupun memainkan alat musik. Suara mereka begitu apik, pun dengan permainan musik mereka, begitu mahir.

Di sisi lain, juga ada cerita dari Sr. M Emerita, OP (Suster Kongregasi OP) dan Rm. Aloysius Yuli Dwianto (Rektor Biara Nazareth Yogyakarta) tentang bagaimana pengalaman mereka bisa terpanggil sepenuh waktu.

Selain itu menjelang konser usai, ada pengumuman peserta lomba Doa Panggilan Keluarga, TikTok Challenge, Cover Lagu, dan Video Renungan yang sudah dilakukan sebelum konser “Beyond Normality” diadakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here