Kreativitas UEM-GKJW Lewat Bebagai Kegiatan Virtual

0
Anak-anak gabungan dari jemaat GKJW menyumbangkan suaranya untuk memuliakan Tuhan dalam konser virtual. (Foto-foto: Tangkapan layar Youtube Sinode GKJW)

Jawa Timur – United Evangelical Mission (UEM) dan Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) menggelar sejumlah kegiatan virtual sejak Kamis-Sabtu (29/4-1/5/2021). Kegiatan bertajuk United Action “For the Future for Us” ini disiarkan lewat kanal Youtube Sinode GKJW dan dibuka dengan ibadah intergenerasi sekaligus webinar pengenalan UEM dan United Action, Kamis (29/4). Kemudian, Jumat (30/4) ada webinar dengan tema “Youth for Kids dan Sosialisasi Gerakan Pemuda Mengajar.”

Puncaknya, Sabtu (1/5) digelar konser virtual “Tangan-tangan Cinta” yang didedikasikan untuk jemaat GKJW di Malang Selatan yang terdampak gempa bumi dan para relawan yang senantiasa mengulurkan tangan “cintanya.” Sekaligus pada kesempatan yang sama ada webinar dengan tema “Efek Terapeutik Musik untuk Meningkatkan Kualitas Hidup” yang dibawakan Amelia Delfina seorang terapis musik di SLBc Kyriakon, Jakarta.

Pdt. Dikky Agung Triatmodjo dari GKJW Jemaat Ranurejo mengatakan konser virtual ini menarik karena melibatkan 200 orang dari 50 jemaat GKJW. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa bahwa pandemi justru membuat warga GKJW semakin kuat.

Baca juga:  Memahami Teologi Berkat GKJW “Sumrambah” Lewat Diskusi Daring

“Di tengah keterbatasan, jarak, daya lenting atau daya tahan (jemaat GKJW) sangat luar biasa sehingga bisa menghasilkan konser virtual ini,” katanya.

Pdt. Dikky berterima kasih kepada semua tim dan pengisi yang terlibat di tengah kesibukan masing-masing dan berbagai kendala yang ditemui dalam proses penggarapan. “Ada yang salah mengunggah video rekaman, salah masukin link, ada juga yang cerita sampe ulang 10 kali karena suara fals atau ada gangguan suara. Ada juga tim yang baru tidur subuh karena mempersiapkan konser ini,” ungkapnya.

Wasekum GKJW Pdt. Natael Hermawan Prianto dalam sambutan berharap, kerjasama GKJW dan UEM yang sudah terjalin lama bisa diteruskan pada generasi mendatang. Ia melihat konser virtual merupakan sebuah bentuk kegiatan untuk mengasah kreativitas anak-anak di bidang musik.

“Acara ini dalam rangka mengenal UEM dan kegiatan united action bahkan juga kita bisa saling menuangkan ide, kreatifitas, wujud wahana mengakomodir talenta dari anak-anak. Teirma kasih kepada semua yang terlibat,” tuturnya.

Baca juga:  5 Teladan Yesus dalam Menghayati Pekan Suci

Sementara itu dalam webinar, Amelia menjelaskan terapeutik musik adalah bentuk serangkaian proses penanganan oleh profesional dengan menggunakna efek terapeutik musik dari musik atau kegiatan bermusik untuk mengatasi permasalahan fisik, paikis, kognitif dan sosial.

Musik yang dimaksud seperti: melodi, harmoni, irama, timbre, pitch dan sebagainya. Sedangkan bermusik yang dimaksud seperti: bernyanyi, bermain alat musik, improvisasi dan kolaborasi dengan kegiatan seni lainnya.

“(Pada dasarnya) terapi musik hanya bisa dilakukan oleh terapis musik, tapi bukan berarti kita tidak bisa memanfaatkan efek terapeutik itu dalam keseharian. Untuk mendapatkan efek dari terapeutik dibutuhkan konsistensi,” jelasnya.

Misalnya, lanjut Amelia seseorang bisa menyanyikan sebuah lagu yang ceria sebanyak satu kali sehari yang diulang setiap hari selama satu bulan. “Terapi musik baik untuk semua orang mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia.”

Amelia juga memberikan contoh terapi musik dengan mengajak para peserta mengikuti berbagai gerakan yang ia lakukan sambil mendengarkan alunan melodi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here