KWI dan PGI Mengimbau Warga Gereja Memasuki Fase New Normal

0

New normal menjadi istilah baru yang digunakan pemerintah untuk menggeliatkan ekonomi di Indonesia. Dalam keterangan pemerintah, ada sejumlah daerah yang akan menjadi proyek percontohan. Ada empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang akan mulai melaksanakan kebijakan new normal.

Provinsi yang sudah dapat melaksanakan kebijakan new normal, sementara ini Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Gorontalo.

Ditengah keinginan masyarakat untuk memasuki fase new normal, Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia ( KWI) Romo Agustinus Heri Wibowo mengingatkan umat Katolik untuk tidak lalai menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas ibadah di gereja.

Konfrensi Waligereja Indonesia

Romo Agustinus Heri Wibowo, menganggap perlu mengingatkan supaya rumah ibadah tidak menjadi klaster baru penyebaran virus Covid-19.

“Sehingga kegiatan keagamaan kita aman sehat dan masyarakat produktif. Tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19,”tegasnya.

Romo Agustinus Heri Wibowo, berkata rumah ibadah harus dijadikan tempat untuk meningkatkan iman pada Tuhan, bersamaan dengan itu tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca juga:  2 Pejabat Eselon IV Ditjen Bimas Kristen Dilantik

Protokol kesehatan yang wajib dilakukan yakni, penerapan jarak antar-umat, penyediaan tempat cuci tangan, hingga alat pengecekan suhu tubuh. “Menjadikan kita semua umat beragama teladan gotong royong untuk kebaikan bersama dengan berusaha disiplin pada protokol kesehatan,” tuturnya.

Sedangkan, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Gomar Gultom, mengajak warga gereja untuk hati-hati. Selama kurva epidemiologi masih fluktuatif dan penyebaran Covid-19 belum terkendali.

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia

“Saya mengajak kita semua untuk bersabar. Terutama di daerah yang memasuki zona merah. Saya mengimbau gereja untuk tidak begitu saja segera memulai ibadah bersama tanpa persiapan memadai, terutama disiplin kita untuk mematuhi protokol kesehatan,”himbaunya yang dimasukkan dalam siaran youtube dan dibagikan kepada pimpinan-pimpinan gereja.

Pdt. Gomar Gultom maksudkan dengan protokol kesehatan, pertama, sebaiknya jumlah jemaat hadir tidak melebihi 40 % dari kapasitas gereja agar posisi jarak aman dapat terjaga. Kedua, durasi ibadah sebaiknya dipersingkat. Para pakar mengakatan makin lama berada dalam kebersamaan, resiko transmisi virus akan makin besar kemungkinannya.

Baca juga:  PKBM Yayasan Obor Berkat Indonesia: Anak bisa menjadi dampak untuk keluarga

Ketiga, sebaiknya dilakukan proses disinfeksi setiap kali gereja dibuka. Keempat, setiap umat yang hadir diwajibkan menggunakan masker. Kelima sebaiknya gereja menyediakan alat pengukur suhu tubuh.

Walau sudah mengikuti protokol kesehatan kata Pdt. Gomar Gultom berkata tidak ada yang bisa menjamin bahwa umat yang hadir di gereja mengikuti ibadah benar-benar bebas dari Covid-19. Alasannya, saat-saat ini ada orang yang terpapar Covid-19 tanpa gejala.

“Olehnya mari menjalani kehidupan ini secara lebih sehat, tetapi juga melakoni kehidupan ini secara substansial. Saatnya kita menanggalkan segala bentuk aksesoris dan formalitas yang selama ini ternyata begitu dalam mencekoki kita, padahal tidak sepenuhnya bermakna dalam penghayatan kehidupan kita. Saudara-saudara, pandemi Covid-19 ini mengajarkan kita untuk hidup lebih sederhana, lebih substansial demi kemuliaan nama Tuhan dan jadi berkat bagi sesama kita,”himbaunya dengan diakhiri penyampaian, Tuhan Yesus memberkati. (Vifa5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here