L-SAPIKA Indonesia Gelar Webinar Pentingnya Membangun Manusia Berkarakter

0
L-Sapika Indonesia

Jakarta – Karakter, dalam KBBI memiliki arti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain; tabiat; watak. Artinya, karakter berperan penting pada bagaimana sikap seseorang dalam menjalankan kehidupannya.

Lembaga Studi Agama dan Pendidikan Karakter Indonesia (L-SAPIKA Indonesia) sadar bahwa karakter memiliki peran penting untuk menunjang kehidupan seseorang maupun perjalanan sebuah bangsa. Untuk itu L-SAPIKA Indonesia menggelar seminar nasional yang digelar secara online melalui kanal Youtube L-SAPIKA Indonesia dengan topik “Manusia Berkarakter”, Rabu (12/5/2021).

Hadir sebagai pembicara, Dr. Theofransus Litaay (Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden RI), Pdt. Bernard Siagian M Th (Dosen STGH HKBP), Mordekhai (PusAPdem UKSW), Pdt. Dr. Elia Tambunan (Dosen STT Salatiga), Pdt. Jetti Samosir, M. Th (Dosen STB-HKBP), Pdt. Sarah Hengkesa, M.Pd.K (Pendeta GPIB, Jakarta), Pdt. Tiny I. Simanungkalit, M. Si (Pendeta Utusan GPIL, Jerman Selatan)

Baca juga:  Pimpin KKR-KI Healing Movement Ministry, Ini Pesan Pdt. Niko Njotoraharjo

Juga ada, Flora Kioen Tanujaya (Konsultan Kesehatan Masyarakat, Jakarta), S. Marihot Hutahayan (Konsultan/Ceo, Jakarta), Johny Nelson Simanjuntak (PGI/Sintua HKBP, Jakarta), Pdt. Derismauli Siregar (Tebing Tinggi), Senada Siallagan (Alumni STT-HKBP), Pdt. Dr. Firman Panjaitan (Dosen STT Tawangmangu), Pdt. Firman Yamonaha Zega, M.Si (Pendeta BNKP, Nias), Pdt. Surya Samudra Giamsyah (Pendeta GKI, Semarang), Pdt. Riana Lumbanraja, M.Hum (Pendeta HKBP, Medan).

Pdt. Dr. Riris Johanna Siagian, Ketum L-SAPIKA Indonesia mengatakan pendidikan karakter dimulai dari keluarga. Untuk itu gereja harus memberikan perhatian kepada jemaat (keluarga) supaya tetap kuat dan tangguh dalam menghadapi hari-hari ini.

“Persoalan karakter saat ini merupakan persoalan yang sangat krusial dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat Indonesia, baik dalam lingkup keluarga, gereja, masyarakat dan bangsa.”

Baca juga:  Pandangan Teologis GBI Soal Gereja Online

Pdt. Riris mengungkapkan, hasil dari seminar ini akan dirangkum dan diterbitkan menjadi sebuah buku.

Sementara itu, Mordekhai dalam pemaparannya mengatakan bahwa berbagai lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hinggi tinggi turut memiliki peran untuk menumbuhkan nilai-nilai yang baik bagi para anak didiknya. Hal tersebut nantinya akan berguna ketika anak didik sudah berhasil lulus.

Di sisi lain, Dr. Theofransus Litaay menjelaskan revolusi mental yang diusung Presiden Jokowi adalah sebuah cara untuk mengajak masyarakat memiliki karakter yang lebih baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pemerintah memulainya dengan menyoroti karakter (perilaku dan moral) para pejabat.

Theodransus memuji L-SAPIKA Indonesia dan mengajak agar berbagai program yang berkaitan dengan pembentukan karakter dapat dilakukan secara berkesinambungan dan serius.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here