Let Us Worship, Sebuah Gerakan Kebangunan Rohani di Amerika

0
Foto : Tangkapan layar Youtube - Let Us Worship

Amerika – “Let Us Worship” sebuah acara (gerakan) kebangunan rohani yang ada di  Amerika Serikat. Acara ini menjadi oasis bagi warga Amerika, entah itu kulit putih, hitam, Demokrat, Republikan atau orang dari beragam denominasi gereja. 

“Kami membutuhkan kekuatan Tuhan untuk menjadi lebih nyata sekarang daripada sebelumnya,” kata Sean Feucht, seorang penggagas Let Us Worship, seperti dilansir dari CBN News, Selasa (13/4/2021). 

Feucht menjelaskan Let Us Worship awalnya hanyalah acara kumpul rohani di California ketika awal pandemi Covid-19. Namun lama kelamaan gerakan tersebut tumbuh ke berbagai tempat dan mulai ada mukjizat kesembuhan secara jasmani maupun rohani bagi orang yang mengikutinya. 

Salah satunya ada pria di Tennessee yang mengidap penyakit Lou Gehrig (ALS) yang sembuh secara mukjizat. Ia secara tiba-tiba bisa turun dari kursi roda dan berjalan. 

Baca juga:  Ibadah Syukur HUT ke-34 GKJ Bulu Dibarengi dengan Emiritasi Pdt. Widodo Suwandi

“Dia turun dari kursi roda dan berjalan untuk pertama kalinya dalam 9 bulan dan dia berjalan ke atas panggung dan mulai menari. Malam berikutnya, pria lain dengan ALS di kursi roda datang dan pria asli itu pergi ke pria baru dengan ALS dan berdoa untuknya dan dia turun dari kursi rodanya,” ceritanya. 

Feucht bersyukur gerakan Let Us Worship mampu membuat banyak orang dijamah Tuhan. Ia melihat gerakan ini juga telah membuat gereja di Amerika mulai bangkit secara rohani. 

“Tetapi sekarang kami melihat bahwa Tuhan benar-benar membawa kembali api gereja, penginjilan, dan semuanya menjadi terang dunia di tengah kegelapan. Karena kami benar-benar pergi ke kota-kota dan memanggil orang-orang melihat kesembuhan dan mukjizat serta tanda dan keajaiban, Tuhan benar-benar melakukannya,” jelasnya. 

Baca juga:  Ps Conrad Supit dan Visi “Victorious Family” Sejak Tahun 1992

Baru-baru ini, Feucht menerima penghargaan William J. Seymour. Penghargaan ini merupakan sebuah kehormatan yang diberikan kepada para pemimpin pelayanan yang menunjukkan karakteristik mendiang Uskup. Beberapa orang yang pernah menerima penghargaan ini sebelumnya, Lou Engle, Bishop TD Jakes dan Alm. Dr. Myles Munroe. 

Feucht mengungkapkan menyebarkan gerakan yang Let Us Worship bukan tanpa tantangan, sebab ada sebagian orang yang mencoba untuk menghentikannya. 

“Saya pikir kita benar-benar harus mengikuti panggilan itu. Dan saya pikir kitab Kisah Para Rasul adalah pengingat yang sangat bagus untuk musim ini. Dalam Kisah Para Rasul 4, Paulus dan Peter mendapat masalah dari pemerintah dan kemudian mereka kembali bersama dengan orang percaya lainnya dan berdoa agar Tuhan membuat mereka lebih berani sehingga mereka bisa mendapatkan lebih banyak masalah,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here