Luangkan Waktu Orang Tua untuk Anak Remaja Mereka agar terbebas dari Narkoba

0
ilustrasi ; Jefri Tambayong. Sumber : poskota.co

Jakarta – Seiring dengan pandemi yang masih berkelanjutan dan aktifitas sekolah yang masih dilakukan secara online, tentunya secara tidak langsung membuat jenuh anak-anak remaja. Kegiatan mereka yang sering bersosialiasi di luar, sekarang menjadi terbatas. Namun waktu yang berkualitas didapat antara anak dan orang tua seiring intensitas di rumah bersama yang semakin banyak. Seringkali banyak anak-anak tidak mendapatkan waktu kualitas tim dari orang tua untuk menjadikan mereka teman mengobrol sehingga orang tua hanya sebatas memperhatikan dengan segala kebutuhan sandang tangannya dan tidak tidak dalam satu kebutuhan waktu untuk bicara.

Hal itu bisa menjadi salah satu pemicu menyebabkan anak-anak remaja mencari pelarian dan akhirnya mereka dapatkan teman-teman yang sesama pecandu narkoba. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum GMDM (Garda Mencegah Dan Mengobati), Jefri Tambayong, pada hari Jumat malam (22/01/2021) melalui Whatsapp pesan suara kepada pihak VifaMedia.

Jefri Tambayong beserta istri dan anak-anak. Sumber : barometerkriminal.com

Ketika ditanya apakah narkoba bisa mempengaruhi perilaku emosional anak remaja mengarah kepada kekerasan, Jefri mangatakan sangat bisa mempengaruhi.”Jadi anak yang biasanya riang bisa jadi pendiam anak yang biasanya pendiam bisa jadi emosional karena terkena narkoba. Hal itu akan merusak jaringan saraf otak terutama apapun jenis narkobanya dan mengarah kepada tindakan Kriminal,” jelasnya. Banyaknya tindakan kriminal saat ini yang pelakunya adalah kaum remaja dibawah umur, Jefri mengatakan bahwa rata-rata mereka melakukan hal ini dibawah pengaruh narkoba. “Untuk mendapatkan narkoba, barang-barang berharga yang bisa dijual atau mendapatkan uang yang dipakai untuk membeli narkoba. Semakin tergantung, maka kalau tidak tersalurkan mengarah ke criminal untuk dapat memenuhi kebutuhan narkoba mereka,” jelasnya.

Baca juga:  PGPI dan PGPI-P Dukung Kebijakan Pemerintah “New Normal” dan Menghimbau Gereja Lakukan Protokol Kesehatan Covid-19.

Menurut Jefri, peran seorang ibu harus lebih banyak intensitasnya, karena sering bertemu dengan anak-anak mereka. Hal ini dapat mencegah dari pemakaian narkoba diluar rumah.“Peran ibu harus bisa menjadi tiang doa bagi rumah tangga, maka anak-anak itu akan jauh dari tindakan kejahatan. Kalau salah Langkah, anak remaja kedepannya akan hancur,” katanya. Jefri juga menegaskan peran ayah sebagai kepala rumah tangga harus menjadi contoh dan mempunyai hubungan relationship yang baik. “Jadi ayah itu harus menjadi faktor baik, jadi mentor baik dan mempunyai kualitas quality time dengan anak,” tambahnya menjelaskan.

Baca juga:  Gracia Hendrieta Putri, Anak Muda yang Dipakai Tuhan Untuk Melayani Anak Muda di Indonesia

Peran pemerintah khususnya BNN khusus menangani masalah narkoba di Indonesia menurut Jerfri sudah baik, namun menurutnya harus lebih ditingkatkan lagi. “Beberapa kegiatan mengenai pemberantasan narkoba yang sudah dilakukan oleh Ketua BNN bapak Petrus Golose dan Deputi BNN Pak Arman Depari sangat giat sekali untuk melakukan tindakan tegas pada bandar bandar narkoba dengan banyak penangkapan-penangkapan tapi di BNN,”papar Jefri. Pemerintah menrutnya sudah membangun hubungan kepada semua pihak supaya terwujud mimpi untuk Indonesia Bersinar (Bebas dan Bersih dari Narkoba).

Diakhir wawancara, Jefri berpesan bagi para orang tua untuk mendidik anak-anak remaja. “Harus ada sikap saling bisa memaafkan dan bisa saling mengerti satu dengan lainnya. Minimalkan segala bentuk perpecahan, maksimalkan segala bentuk segala persamaan. Jangna ada lagi kata-kata yang yang melukai satu dengan lainnya,”himbaunya untuk para orang tua. Jefri berpesan jadikan keluarga sebagai surga, memantapkan lingkungan di dalam keluarga dan dillingkungan luar orang tua bisa mencegah anak-anak dari bahaya penyalahgunaan narkoba. (Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here