Manfaat Quality Time dan Mindful Parenting Dibahas dalam Webinar Keluarga Muda HKBP Tebet

0
Ilustrasi keluarga
Ilustrasi keluarga. (Foto: istimewa)

Jakarta – Sabtu (8/5/2021) Keluarga Muda HKBP Tebet menggelar webinar dengan tema “Kesibukan Rutinitas vs Quality Time dalam Keluarga” dengan pembicara Pdt. Osator Simanjuntak, M.Th dan Prof. Dr. Frieda Maryam Mangunsong Siahaan, M.Ed.

Pdt. Osator dalam pemaparannya menjelaskan dunia pernikahan dari sisi teologis. Menurutnya, pernikahan adalah sebuah ikatan atau janji kudus antara dua orang yang saling mencintai untuk hidup bersama seumur hidup.

“Pernikahan harus didasarkan pada Allah sebab Allah sendiri yang memberkati pernikahan. Bila tidak melibatkan Allah dalam pernikahan maka akan merasakan kesusahan dan banyak godaan,” katanya.

Pdt Osator Simanjuntak
Pdt Osator Simanjuntak. (Foto: istimewa)

Pdt. Osator miris bahwa saat ini banyak pasangan khususnya pasangan muda yang tidak lagi menganggap pernikahan sebagai sebuah bentuk ikatan yang sakral. Buktinya ada banyak perceraian yang terjadi pada keluarga muda Kristiani.

“Sebagai konselor di paguyuban saya yang sudah beranggotakan 100 orang lebih, rata-rata banyak orang tua tunggal yang senang, jadi seolah-olah perceraian sudah bukan aib lagi,” jelasnya.

Baca juga:  Ketua Sinode GPM Ajak Umat Doa Setiap Pukul 20.00 untuk Korban Bencana di NTT

Para pasangan muda, kata Pdt. Osator banyak yang sudah tidak sadar jika sudah berkeluarga. Hal tersebut membuat banyak pasangan muda yang hanya mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri.

Pdt. Osator meminta para pasangan muda untuk mulai memperhatikan keluarga alias jadikan keluarga sebagai prioritas (Ibrani 10:24, Filipi 2:2 dan Filipi 2:4) dan senantiasa berusaha mengerti pasangan (bnd Filipi 21:7-8). “Jadilah keluarga yang bijak dan dengan hikmat Allah menghadapi tantangan di zaman milenial,” pesannya.

Sementara itu Frieda Maryam mengatakan dari hasil survei yang ia dapatkan sebanyak 67% pasangan di era modern mengalami penurunan kepuasan dalam hubungan pernikahan. Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi beragam faktor.

Lebih jauh, tantangan dalam keluarga di era modern juga datang dalam pola pengasuhan. Hal ini hanya dapat diatasi dengan komunikasi yang efektif antar pasangan untuk dapat mengenali karakter masing-masing dari anggota keluarga, termasuk anak.

“Pentingnya mindful parenting yaitu pola asuh yang dilakukan dengan kesadaran penuh. Artinya orang tua akan memberikan perhatian penuh pada anak dan tidak akan menilai anak secara negatif terkait pengalaman anak,” paparnya.

Baca juga:  Timmy Warouw Dorong Pemerintah Fokus Pada Pengembangan Infrastruktur
Dr Frieda Maryam Mangunsong Siahaan
Dr Frieda Maryam Mangunsong Siahaan. (Foto: istimewa)

Dalam mempraktikan mindful parenting, kata Frieda, orang tua tidak boleh memperlihatkan emosi marah atau kecewa dihadapan anak. “Dimensi mindful parenting adalah mendengarkan dengan penuh perhatian, penerimaan tanpa syarat, kesadaran akan emosi dan pengendalian diri, welas asih,” katanya.

Frieda berpesan supaya orang tua wajib mengenali gaya dan praktik pengasuhan yang selama ini telah diterapkan. Bila ada yang dirasa kurang tepat maka harus segera dievaluasi.

Di sisi lain, Frieda menuturkan bahwa quality time adalah kunci dari keharmonisan keluarga. Beberapa dampak positif quality time diantaranya menumbuhkan kepedulian antar anggota keluarga, mengeratkan hubungan antar keluarga, meningkatkan performa akademik anak, mengurangi masalah perilaku anak, dan meningkatkan kesehatan mental serta fisik keluarga.

“Ragam aktifitas membuat quality time bisa dengan memasak bersama, olahraga, berkebun/menanam di rumah, bermain boardgame di rumah, menonton film bersama,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here