Melestarikan Wayang Kulit Betawi, Satu Bagian Budaya Yang Hampir Punah

0
ilustrasi : pagelaran wayang kulit betawi. sumber: youtube

JAKARTA – Keanekaragaman budaya di Indonesia menjadikan bangsa kita dikenal di dunia mancanegara. Kebudayaan dibeberapa daerah lokal sudah mulai mengembangkan dan mengeksplorasi agar mudah dikenal.

Salah satu budaya yang kini terus diperjuangkan regenerasinya adalah wayang kulit. Keunikan dari wayang kulit merupakan salah satu kebudayaan lama dan menjadi warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia. Wayang kulit berkembang di pulau Jawa dan bahkan beberapa daerah diluar Jawa ditemukan, menjadi bukti bahwa wayang menjadi salah satu penyampaian pesan budaya dari tiap masing-masing daerah.

Perkakas Wayang Kulit Betawi. Sumber : FWJ

Wayang kulit Betawi,  merupakan perpaduan budaya Jawa dan Betawi ratusan abad lalu yang diperkenalkan dan dibawa oleh pasukan Mataram pimpinan Sultan Agung Hanyo Krokusumo saat memerangi tentara Belanda VOC di tanah Babat Betawi kala itu.

Kini, Wayang Kulit Betawi sudah hampir tak terdengar, bahkan bisa dikatakan hampir punah ditelan waktu, dan tersisa hanya sebagian kecil saja jika sejarah kebudayaan wayang kulit betawi ini tak dilestarikan oleh para penggiat kebudayaan dan para sepuh dalang sebagai warisan bangsa.

Seperti halnya wayang kulit Betawi sanggar Alam jaya pimpinan Dalang Alm. Kanta  yang berlokasi di Rt 011/02, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar – Kota Jakarta Timur pada hari Senin (11/01/2021). Disanggar budaya inilah Wayang Kulit Betawi masih terus dilestarikan keasliannya dari generasi ke generasi.

BACA JUGA  DPP PIKI Mendesak Aparat Keamanan Segera Menuntaskan Kasus Pembataian Sadis di Sigi
Kiri : Kong Ceper (90), pelaku sejarah wayang kulit betawi yang masih hidup. Sumber : FWJ

Ditemui oleh media di sanggar Alam Jaya, Kong Ceper (90), seorang budayawan wayang kulit betawi mengkisahkan perjuangannya dalam menjaga warisan budaya wayang kulit betawi. Ia merupakan salah satu pelaku sejarah budaya yang masih tersisa di sanggar tersebut. “Budaya kita adalah warisan nenek moyang. Usia saya hampir 1 abad, dan untuk itu sengaja saya hibahkan  seluruh alat alat kesenian ini agar dirawat dan digunakan sebaik-baiknya untuk terus dijalankan dari generasi ke generasi, ” cerita kong Ceper Senin (11/1/2021).

Alat-alat perlengkapan wayang kulit yang dihibahkan.

Di dampingi beberapa wartawan, Kong Ceper pergi menghibahkan seluruh alat-alat kesenian budaya wayang kulit betawi ke sanggar BeCak (Betawi Cakung). “Ini semua alat kesenian wayang kulit ane hibahkan agar penerus kebudayaan Betawi, khususnya wayang kulit Betawi ini tidak punah,” harap kong Cepet.

BACA JUGA  “Perang” Melawan Covid-19, Lakukan Protokol Kesehatan dan Segera Vaksin

Sementara Cang Rusli sebagai orang yang mendapatkan hibah alat-alat kesenian budaya wayang kulit milik kong Ceper sangat terharu dan bangga bisa menjadi perawat sebagai penerus sejarah alat-alat wayang kulit betawi yang hampir punah. “Semoga ane dan kawan-kawan bisa menjalankan amanah ini, sekaligus dapat mengenalkan kembali budaya betawi wayang kulit ke anak cucu kita nanti agar tetap tidak padam, ” kata Rusli.

Sementara ditempat terpisah, melalui Ketua Divisi bidang Budaya dan Pariwisata Forum Wartawan Jakarta (FWJ), Cang Nur menyampaikan apresiasinya kepada para pelaku sejarah kebudayaan Betawi.”kami terlebih memberikan penghargaan untuk Kong Ceper yang kini telah ikhlas menghibahkan alat-alat kesenian wayang kulitnya kepada sahabatnya agar tetap terjaga kelestarian budaya wayang kulit Betawi, “papar cang Nur. Ia juga menghimbau kepada pemerintah, dalam hal ini Dinas Kebudayaan  DKI Jakarta agar segera merealisasikan pencanangan pelestarian budaya Betawi dalam segala hal budaya yang ada.

“Kita berharap Pemprov DKI melalui Dinas Kebudayaannya mampu menjadi tangan-tangan emas guna mendukung upaya menghidupkan kembali kebudayaan betawi yang sebagiannya hampir punah. Untuk itu kami Forum Wartawan Jakarta akan selalu siap berkolaborasi guna menjaga kelestarian budaya Betawi yang ada,” pungkasnya. (Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here