Melitha Korban Bullying “Sampaikan Pada Yesus”, Lagu Ungkapan Hati

0
Melitha Sidabutar
Melitha Sidabutar. (Foto: Youtube/Impact Musik Indonesia)

Jakarta – Melitha Sidabutar memiliki kisah tidak menyenangkan saat duduk di bangku SMP. Dulu Melitha sering dibully karena menderita skiliosis. Skiliosis sendiri adalah kondisi di mana tulang belakang melengkung, seperti huruf C atau S dan biasanya terjadi pada anak usia 10-15 tahun.

“Aku tuh skoliosis. Aku pakai brace yang bikin aku susah gerak, dan waktu SMP kan anak-anak aktif-aktifnya gitu kan. Nah karena aku gak bisa, ya mungkin mereka merasa kayak lo enggak akan masuk geng ini, gitu,” ungkap Melitha seperti dikutip dari obrolannya bersama Daniel Mananta dalam kanal Youtube pribadinya, Kamis (10/6/2021).

Melitha merupakan adik sekaligus kembaran dari sang kakak, alm. Melisa Sidabutar kontestan Indonesian Idol musim 11-2021.

Gadis kelahiran, Jakarta 8 Januari 2001 ini mengatakan tindakan bullying membuat dirinya tertekan. Pergerakannya di sekolah “terbatas” karena bullying teman-temannya. Dirinya selalu dibilang tidak akan bisa mendapatkan teman karena keterbatasan gerakan. Akhirnya setiap kali jam istirahat tiba, Melitha selalu datang ke sang kakak untuk mencari teman curhat.

Baca juga:  Coronavirus Menyebabkan Penurunan Besar dalam Bidang Pariwisata dan Imigrasi orang Yahudi ke Israel pada tahun 2020-2021

“Aku tuh hidupnya penuh dengan drama deh menurut aku. Jadi di situ aku curhat sama Melisa, ‘Eh kak gue di sekolah kayak gini.’ I got mentally bullied sih kak waktu SMP’,” katanya.

Dari pengalaman pahitnya tersebut, Melitha dan sang kakak memiliki ide untuk menuangkan kisahnya lewat sebuah lagu.

“Kita bikin lagu. Versenya ‘Saat dunia kecewakan dan tak ada satupun yang peduli, Dia peduli. Saat dunia menyakitkan, bahkan yang terdekat meninggalkanku, Dia ada.’ Jadi Melisa bilang sama aku, ‘Ini yang cuma mau kasih tau ama lo’,” tuturnya.

Lagu tersebut kemudian diberi judul “Sampaikan Pada Yesus” yang dirilis tahun 2020, tepat sebelum Melisa meninggal dunia.

Baca juga:  Pengakuan IMAN Gereja Pendeta Gilbert DILARANG

Bagi Melitha, lagu yang diciptakan adalah bentuk keluh kesahnya sebagai korban bullying. Di mana saat itu keluhannya hanya bisa disampaikan kepada sang kakak dan Tuhan saja.

“Aku merasa itu speak my soul juga sih, karena kan itu sesuai keadaannya aku, mungkin ke teman-teman juga. Aku merasanya kayak pas di-reff, ‘Sampaikan pada Yesus’. Aku ya, ‘Oh iya Mel, lo jangan cuman nyanyi di musik video lo. Lo benar-benar juga harus nyampein pada Yesus, enggak cuma lo nyanyiin dengan mulut loh. Kan goals lo untuk jadi penyembah Tuhan, bukannya jadi penyanyi.’” kata Melitha.

Melitha bersyukur Tuhan memberikan “kesempatan” pernah menjadi korban bullying sehingga bisa menciptakan sebuah lagu untuk memberkati banyak orang. Baginya, janji Tuhan ada dan tidak akan pernah berubah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here