Memahami Teologi Berkat GKJW “Sumrambah” Lewat Diskusi Daring

0
Teologi Berkat GKJW “Sumrambah”
Teologi Berkat GKJW “Sumrambah”. (Foto: Istimewa)

Jawa Timur – Senin (22/3/2021) Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) menggelar diskusi secara daring membahas buku teologi berkat GKJW “Sumrambah” yang dilaksanakan oleh Institut Pendidikan Theologi (IPTh.) Balewiyata.

Dalam sambutan, Bendahara 1 Pdt. Tri Agus Kriswiadi Pelayan Harian Majelis Agung Greja Kristen Jawi Wetan (PHMA GKJW) mengatakan bersyukur dengan adanya buku teologi berkat. Ia pun mengajak jemaat GKJW untuk terus mendukung dan mengapresiasi kerja keras dari para penyusun.

Pdt. Tri Agus berharap buku ini bisa membuka pemikiran jemaat GKJW lebih luas lagi terhadap berkat. “Menurut saya, berkat sangat erat dengan kehidupan orang beriman. Jadi mendapat berkat berarti mengalami hidup yang lebih baik. Berkat itulah yang menjadi daya tarik orang menganut Kristen karena injil adalah kabar sukacita,” katanya.

Baca juga:  Pdt. RJ Banoet Tetap Semangat Melayani Meski Hanya Hidup dengan Satu Ginjal

Pdt. Gideon dari IPTh. Balewiyata menjelaskan secara singkat buku teologi berkat GKJW “Sumrambah.” Buku ini ditulis oleh Pdt. Suko Tiyamo Christin, Pdt. Chrysta A, Pdt. Agus Wasono, Pdt. Ardi Rahardiyanto dan Pdt. Gideon HB.

Soal isi, buku ini terdiri dari daftar isi, pengantar, pemahaman berkat, realitas berkat dan sikap atas berkat.

Dalam pemaparan singkatnya, Pdt. Gideon menjelaskan tentang pengertian berkat secara Alkitabiah. Intinya, berkat bukan hanya berupa materi saja tapi bisa dalam bentuk persekutuan, keselamatan, relasi dan sebagainya.

“Dalam tradisi GKJW, pengelolaan berkat adalah menjaga berkat supaya tetap dalam nilai mesianis-nya (yaitu) teologi berkat ‘Sumrambah’,” katanya.

Baca juga:  Inspiratif! Kisah Para Petani Wonorejo Adakan Ibadah di Sawah Ketika Masa Panen

Pdt. Gideon menjelaskan ada 5 poin tentang teologi berkat Sumrambah yaitu relasi intim dengan Allah, terus menyadari potensi berkat, kehidupan dan kematian adalah berkat, berkat harus dibagikan kepada yang membutuhkan dan mengelola persekutuan dalam nilai Mesianis.

Sementara itu, dalam bagian lain juga dijelaskan oleh para tim penyusunnya lewat tayangan video. Ini dilakukan agar umat atau jemaat GKJW yang menonton dapat mengetahui secara singkat, padat dan jelas tentang teologi berkat ‘Sumrambah.’

Usai penjelasan, PHMA GKJW membuka sesi tanya jawab untuk berdiskusi. Kurang lebih acara yang berlangsung selama 2 jam ini ditutup dengan doa penutup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here