Mendikbud : Jadilah Pembelajar Sepanjang Hayat

0
Dies Natalis Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) ke-1

Jakarta – Kementeria Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar peringatan Dies Natalis Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) ke-1 yang diselenggarakan secara daring (online) pada aplikasi Zoom dan kanal Youtube Mitrasdudi Kemendikbud, Minggu (24/1).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, peserta didik vokasi saat ini harus menguasai literasi digital. “Sudah menjadi keharusan, generasi zaman sekarang harus beradaptasi dan mengadopsi teknologi,” katanya.

Acara yang mengusung tema “Anak Vokasi Zaman Now” ini, Nadiem Anwar Makarim,meminta untuk peserta menjadi pelajar sepanjang hayat. Kenapa? Karena sekarang ini, dengan adanya perkembangan teknologi digital telah menumbuhkan berbagai profesi baru yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Diantaranya, Youtuber, Influencer, Content Creator, Media Social Specialist, dan lainnya.

Diakui Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kemendikbud, Wikan Sakarinto, menegaskan faktor lingkungan membuat banyak orang sulit melihat profesi yang akan muncul diakan datang.

Selain faktor lingkungan, factor lainnya, kata Wikan, masih minimnya pemahaman orang tua maupun tenaga pendidik mengenai perkembangan profesi di masa mendatang. Hal itu juga dapat menghambat minat dan bakat peserta didik. “Poin saya adalah anak-anak muda kita itu semua juara, yang membuat tidak juara adalah karena pendidikannya hanya mengukur kepada satu cara,”paparnya.

Baca juga:  Ibadah Syukur HUT ke-34 GKJ Bulu Dibarengi dengan Emiritasi Pdt. Widodo Suwandi

Untuk lebih mengedukasi masyarakat tentang pendidikan vokasi, Ditjen Diksi menghadirkan narasumber yang kompeten, seperti, content creator Indonesia, Gita Savitri; pilot dan content creator, Vincent Raditya; serta voice over talent, Bimo Kusumo Yudo.

Pada pertemuan ini, Gita yang menetap di Jerman, menceritakan bagaimana pendidikan dan sekolah vokasi di sana. “Di Jerman, dari sejak mereka selesai primary school (Sekolah Dasar) mereka sudah dijuruskan. Terdapat penjurusan yang mengarah ke universitas dan ke arah sekolah vokasi,” ungkap Gita.

Sedangkan, Vincent Raditya lebih mengutamakan tentang pentingnya keberadaan Ditjen Diksi yang menaungi para peserta didik di sekolah vokasi. “Hal ini dapat (membantu) mengarahkan sekaligus memberikan jalan ke para peserta didik vokasi,” ucap pilot atau yang biasa dipanggil Capt. Vincent itu.

Baca juga:  Roti Tan Ek Tjoan, Roti Legenda Berumur 100 Tahun (1 abad) Yang Tidak Kalah Dengan Roti Modern

Bimo Kusumo Yudo, mengangkat kisahnya, terjun ke bidang voice over talent yang masih belum banyak dipahami oleh masyarakat. Tetapi hal itu tidak membuatnya kendor, sebaliknya menyemangatinya untuk mengangkat profesi ini menjadi penting di masyarakat. “Teknik-teknik voice over itu juga dapat diterapkan ke dalam berbagai macam bidang lainnya,” tuturnya.

Ditjen Diksi terbilang satu init kerja baru di lingkungan Kemendikbud. Walaupun baru, Ditjen Diksi, terus berkarya dan mewarnai dunia pendidikan melalui berbagai kebijakan penting dalam rangka peningkatan mutu pendidikan vokasi di Indonesia. “Saya optimistis, Ditjen Diksi ke depannya mampu mencetak SDM yang berkualitas dan dapat bersaing dalam Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),”demikian optimism Mendikbud yang terungkap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here