Menteri Agama RI Berikan Sambutan di Perayaan 1 Abad GPdI di Bali

0
Menteri Agama saat memberikan sambutan di 1 Abad GPdI

Bali – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), hari ini, Selasa (30/03/2021) genap 1 Abad alias sudah 100 tahun melayani di bumi nusantara. Puncak perayaan 1 Abad (100 tahun) GPdI diselenggarakan di Bali.

Dalam perayaan 1 Abad ini, setelah dibuka oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, ada sambutan dari Menteri Agama, Yaqut Cholil Qouma, yang mengucapkan selamat ulang tahun buat GPdI yang sudah 1 Abad. 

“Pertama-tama, mari kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa Karena pada hari ini kita dapat berkumpul dengan suasana yang penuh sukacita,” buka Menteri Agama dalam sambutannya. 

Yaqut Cholil Qoumas yang lebih sering dipanggil Gus Yaqut atau Gus Tutut, mengatakan GPdI bisa mencapai 1 Abad menjadi perjalanan yang panjang. Dan telah melewati berbagai tantangan serta pergumulan yang telah membuat GPdI dewasa. Itu juga yang membawa GPdI menjadi gereja yang matang dalam pelayanan, matang dalam pengalaman serta, matang dalam berorganisasi.

Baca juga:  Menag Yaqut Cholil Silaturahim Dengan Uskup Agung Jakarta dan Bersedia Memberikan Sambutan di Perayaan 50 Tahun PGLII

“Usia 1 Abad merupakan bukti kongkrit, GPdI adalah gereja yang sehat dalam pengajaran, penatalayanan dan sehat dalam kemandirian pendanaan,” tuturnya. 

Menurut, Putera dari KH Muhammad Cholil Bisri yang adalah salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, ditengah-tengah tengah maraknya perpecahan yang terjadi dalam lembaga keagamaan GPdI membuktikan mampu mempertahankan keutuhannya hingga mencapai usia Satu Abad. Ini keberhasilan yang patut disyukuri. 

“Usia 1 Abad bukanlah usia yang muda lagi. Oleh sebab itu hendaknya syukuran ulang tahun Satu Abad yang bersama-sama kita peringati hari ini tidak hanya sekedar dimaknai sebagai perayaan saja, melainkan diisi dengan perenungan dan pembaharuan tekat pelayanan kedepan,” ajak Menteri Agama. 

Pria kelahiran, Rembang, Jawa Tengah, 4 Januari 1975 ini menuturkan GPdI harus terus membukikan dirinya mampu berperan sebagai pemecah permasalahan pembangunan nasional. 

“Kedepan tantangan Gereja semakin berat. Sebab pergumulan  yang dihadapi oleh bangsa dan negara juga menjadi pergumulan Gereja. Gereja harus ikut serta bahkan menjadi bagian terdepan dalam pembangunan Negara,”pintanya. 

Baca juga:  Melanie Ricardo “Libatkan” Pendeta untuk Memutuskan Masalah Rumah Tangga

Yaqut Cholil Qoumas, mengingatkan Indonesia memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Untuk itu setiap pemeluk agama juga perlu memiliki kesadaran, menghargai hak pemeluk agama yang lain yang juga berpandangan bahwa agama yang dianutnya adalah agama yang benar dan baik. 

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) ini menambahkan akan terciptanya toleransi dan kerukunan bila masing-masing umat beragama dapat memperlakukan orang lain secara terhormat. Terpenting lagi, menerima perbedaan dan mau hidup bersama secara damai.

Menteri juga menggunakan momentum Paskah, dengan menyebut tema Paskah  “Berpaling kepada Sang Hidup” dapat memotivasi seluruh warga masyarakat Indonesia. “Indonesia sebagai rumah bersama yang harmonis dan damai. Akhirnya saya mengucapkan selamat atas perayaan ulang tahun 1 Abad dan acara doa segala bangsa oleh GPdI. Maju terus dalam pelayanan, terima kasih, Shalom,” tutup sang Menteri. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here