Meriahnya Perayaan Satu Abad GPdI di Tengah Pandemi

0
Satu abad GPdI
Perayaan Satu Abad GPdI. (Foto-foto: Tangkapan layar Youtube)

Bali – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) usinya sudah mencapai satu abad atau 100 tahun. Pencapaian usia ini pun disyukuri lewat Perayaan HUT Satu Abad GPdI yang dipusatkan di Bali, Selasa (30/3/2021).

Disaksikan secara virtual, perayaan Satu Abad GPdI bisa dibilang sangat meriah di tengah situasi pandemi. Namun, Meskipun begitu perayaan ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua peserta baik pengisi acara dan panitia telah bebas Covid-19 berdasarkan hasil rapid tes antigen.

Para tamu juga undangan nampak menggunakan pakaian dengan warna seragam. Para pria menggunakan jas dan celana berwarna putih, sedangkan para wanita menggunakan blazer putih.

Turut hadir Ketua Umum Majelis Pusat (MP) GPdI Pdt John Weol beserta jajaran pengurus MP dan para pimpinan Majelis Daerah (MD) GPdI, Gubernur Bali yang diwakili Kepala Kesbangpol I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, Dirjen Bimas Kristen RI Thomas Pentury, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. KH. Nasaruddin Umar, Kakanwil Kemenag Bali Komang Sri Marheni, Pembimas Kemenag Bali Eva Florida Suimanjuntak. Sementara dari Aras gereja, turut hadir pimpinan dari PGPI, PGLII dan PGI.

Perayaan dibuka dengan permainan drumband yang disambung dengan video perjalanan kirab obor Pantekosta. Sejak tahun lalu, tepatnya tanggal 10 Februari 2020, kirab obor Pantekosta dinyalakan pertama kali oleh Ketum MP GPdI Pdt John Weol di Bali. Setelah itu obor bergerak menuju pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, NTT, NTB dan kembali lagi ke Bali.

Baca juga:  Ketua PGI Buka SMSI ke-80 GMIM

Usai video kirab obor, MC mengajak para tamu undangan untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu disambung dengan pagelaran tari “Nusantara” oleh Sanggar Pancer Langit. Tarian ini ingin menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan budaya dan kesenian.

Perayaan Satu Abad GPdI ini pun dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo dan ada sambutan dari Menteri Agama Yaqut Cholil.

Menurut Ketua Panitia acara Pdt. Dolfi Gustaf Memah, seyogyanya perayaan satu abad GPdI akan diselenggarakan berbarengan dengan Mukernas dan akan diselenggakaran lewat sebuah acara akbar. Hal tersebut sudah diputuskan tahun 2018, tapi karena pandemi semua rencana berubah.

“Manusia boleh berencana, tapi rencana Tuhan juga yang terjadi. Raja Salomo dalam iluminasi roh kudus berkata ‘banyaklah rancangan di hati manusia, tapi kep[utyusan Tuhanlah yang terlaksana. Sebab rancanganku bukan rancanganMu dan jalanku bukan jalanMu’,” kata Pdt Dolfi.

Ketika pandemi ada, lanjut Pdt Dolfi panitia segera berkoordinasi dengan MP GPdI hingga keluar keputusan perayaan Satu Abad GPdI tetap dilaksanakan tapi hanya satu hari dengan durasi kurang lebih 4 jam.

“Bersyukur para founder memberikan nama GPdI dengan maksud bahwa GPdI memiliki corak dari segala suku, bangsa di Indonesia. Sehingga pagelaran malam ini dilaksanakan dengan menampilkan semua etnis, buidaya, tradisi dari seluruh Indonesia,” katanya sambil mengajak tamu undangan menyerukan kalimat Haleluya, Amin!

Ketum MP GPdI Pdt. John Weol dalam sambutannya bersyukur karena GPdI dapat mencapai usia 100 tahun. Dari catatannya, GPdI saat ini tidak hanya ada di Indonesia melainkan juga sudah ada di Amerika, Singapura, Papua Nugini dan beberapa negara lainnya.

Baca juga:  Pesan Perdamaian Paus Fransiskus Saat Lawatan ke Irak

“Perayaan HUT seabad GPdI bisa terlaksana di tengah pandemi berkat perkenanan Tuhan. Meskipun dengan segala keterbatasan, MP dan panitia telah mempersiapkan segala-galanya agar bisa terlaksana dengan baik. Puji Tuhan acara ini terlaksana tetap terlaksana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya seraya berterima kasih kepada jajaran pemerintahan di Provinsi Bali karena sudah memberikan izin penyelenggaraan.

Pdt. John Weol mengungkapkan GPdI khususnya yang berada di Indonesia tidak hanya hadir di kota-kota besar melainkan juga di kota-kota kecil. “GPdI hadir di kota besar, tapi juga hadir di tengah hutan. GPdI hadir di pegunungan tapi GPdI juga hadir di lembah-lembah. Semua ini karena berkat Tuhan,” ungkapnya.

Kedepan, Pdt. John Weol mengajak seluruh umat GPdI merapatkan barisan dalam persekutuan dan semakin aktif dalam segala kegiataan di GPdI. Ia juga mengajak umat GPdI membantu pemerintah menyukseskan vaksinasi yang sedang dijalankan.

“Saya mengajak hamba Tuhan di GPdi dan warga GPdI mendukung vaksinasi untuk menghentikan penularan Covid-19. Indonesia adalah negara yang besar, kaya, diberkati dengan ragam tradisi, budaya dan bahasa serta dikasih oleh Tuhan Yesus,” ajak Pdt John Weol.

Diakhir perayaan juga ada pemotongan kue ulang tahun dan penyerahan hadiah kepada pemenang turnamen badminton dalam rangka Satu Abad GPdI yang telah dilaksanakan tanggal 24-26 Maret 2021.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here