MIRIS!DANA OTSUS MELIMPAH, MASIH ADA MAHASISWA PAPUA NGAMEN

0
Ilsutrasi : Willem Frans Ansanay sedang memaparkan mengenai dana Otsus.

Lahirnya Undang-undang 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Papua (Otsus Papua), menjadi bukti pemerintah Indonesia dan masyarakat papua memiliki semangat persatuan dan keinginan untuk bersama membangun ekonomi masyarakat di Papua dan Papua Barat Adanya Undang-undang Otsus jilid pertama, pemerintah Indonesia telah mengucurkan dana,ke Papua dan Papua Barat dari tahun ke tahun.

Seperti dilansir dari kompas.com, yang dipublis – 19/08/2020, 09:52 WIB. Pada tahun 2002: Rp 1,382 triliun, tahun 2003: Rp 1,539 triliun, tahun 2004: Rp 1,642 triliun, tahun 2005: Rp 1,775 triliun, tahun 2006: Rp 3,449 triliun, tahun 2007: Rp 4,045 triliun, tahun 2008: Rp 3,920 triliun, tahun 2009: Rp 4,079 triliun, tahun 2010: Rp 3,494 triliun, tahun 2011: Rp 3,957 triliun, tahun 2012: Rp 4,404 triliun, tahun 2013: Rp 4,927 triliun, tahun 2014: Rp 6,777 triliun, tahun 2015: Rp 7,190 triliun, tahun 2016: Rp 5,595 triliun, tahun 2017: Rp 8,240 triliun, tahun 2018: Rp 7,980 triliun, tahun 2019: Rp 8,632 triliun dan tahun 2020: Rp 8,370 triliun.

BACA JUGA  Kerjasama Diperlukan Kaum Perempuan untuk Menghilangkan Diskriminasi

Total dana Otsus yang disiapkan, sejak lahirnya Undang-undang Otsus sampai tahun 2022, untuk Papua dan Papua Barat sebesar Rp 126,99 triliun.

Mendekati berakhirnya masa berlaku Undang-undang Otsus, pada tahun 2022, seperti diberitakan Tempo.com, dengan judul Tito Targetkan Revisi UU Otonomi Khusus Papua Rampung Tahun Ini. Sejak adanya wacana revisi Undang-undang Otsus Papua tersebut, mulai berkembang opini dimasyarakat, khususnya masyarakat Papua.

Bahkan tidak sekedar beropini, ada banyak kelompok masyarakat Papua yang mengekspresikan dengan turun ke jalan. Ada yang menolak dan ada juga yang menerima Papua masih terus dengan status Otonomi khusus.

Frans Ansanay, seorang tokoh masyarakat Papua, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bamus Papua dan Paua Barat, tetap setuju dengan status Otonomi Khusus Papua, dengan catatan-catatan. Catatan yang diberikan Frans Ansanay, berhubungan dengan tatakelolah dana Otsus. Pertama dana untuk pengembangan sumber daya manusia (masyarakat Papua) supaya diperbesar dan sampai kepada sasaran. Kedua, dana untuk kesehatan masyarakat Papua. Frans Ansanay mengungkapkan catatan-catatan yang diberikan itu bukan tanpa alasan.

BACA JUGA  Alwi Shihab: Bukan Agamanya, Tapi Orang Beragama yang Salah

Khususnya dalam hal dana Pendidikan, Frans Ansanay mengungkapkan setiap tahun dirinya harus membantu mahasiswa-mahasiswa orang Papua yang menempuh Pendidikan di luar Papua, karena dalam temuannya, ada banyak yang terhenti kuliahnya karena tidak ada biaya.

Frans Ansanay menegaskan, pemerintah pusat jangan kaget dengan ekspresi mahasiswa Papua yang kebanyakan menolak undang-undang Otsus jilid II, bahkan menuntut referendum, itu dikarenakan, salah satunya tidak merasakan manfaat dari dana Otsus yang hampir 20 tahun diberikan kepada masyarakat Papua dan Papua Barat.(Vifa 5/ Vifa9).

Untuk berita selengkapnya juga bisa dilihat di chanel YouTube Vifa Media :

https://www.youtube.com/watch?v=l8nDg9B0bPk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here