Mobilisasi Pemberian Vaksinasi Perlu ada Percepatan di seluruh Indonesia

0
Ilusatrasi : mobilisasi pemberian vaksinasi di Indonesia.

JAKARTA – Pemberian Vaksinasi di Indonesia tahap pertama sudah berlangsung dengan lancar dan aman. Hal tersebut dilakukan agar terbangunnya herd immunity dalam tubuh. Pengertian dari Herd Immunity adalah perlindungan secara tidak langsung dari suatu penyakit menular yang terwujud ketika sebuah populasi memiliki kekebalan baik lewat vaksinasi maupun imunitas yang berkembang dari infeksi sebelumnya. Agar Herd Immunity tercapai maksimal di Indonesia, maka perlu ada mobilisasi dalam pemberian Vaksinasi diseluruh wilayah Indonesia.

Melihat hal tersebut, Kementrian Dalam Negeri RI melalui pernyataan Pers Resmi secara virtual dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada hari Senin, (25/01/2021), dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, mengatakan bahwa dibutuhkan percepatan dan kebersamaan dalam mewujudkan program vaksinasi agar terbangun kekebalan kelompok atau herd immunity. “Perlu ada kecepatan. Itu kuncinya kenapa perlu cepat dilakukan vaksinasi kepada dua pertiga populasi agar memiliki antibodi. Nah, ini memerlukan keserempakan pusat dan daerah baik tingkat I maupun tingkat II bahkan sampai ke desa-desa. Ini perlu dilakukan mobilisasi,” kata Mendagri Tito. Siaran pers resmi dirilis oleh situs resmi kementrian dalam negeri RI pada hari Senin malam (25/01/2021).

Baca juga:  Ps.Herman Gideon, SE, M.Th : Gereja Harus Ikut Kemajuan IT ditengah Pandemi
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada hari Senin, (25/01/2021). Sumber : situs kementerian Dalam Negeri RI.

Mobilisasi diperlukan dalam persebaran vaksinasi. Terkait dengan kesiapan Pemda dalam melakukan program vaksinasi, diperlukan persiapan infrastruktur yang sudah memadai dan sebaik mungkin.”Mobilisasi, infrastruktur dimulai dari fasilitas kesehatannya, pengadaan vaksinatornya, juga kemampuan mereka untuk melakukan vaksinasi,” ujarnya.

Mendagri Tito juga meminta Pemda untuk melakukan monitoring adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Pasalnya, seperti vaksin lainnya, kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI vaksin Sinovac bisa saja terjadi.
Vaksin diyakini merupakan langkah terakhir yang dapat dilakukan untuk memutus rantai penularan Covid-19. Vaksin Sinovac yang kini tengah digunakan, diharapkan dapat membangun herd immunity atau kekebalan kelompok yang efektif untuk melawan Covid-19. Oleh karenanya, seluruh Pemda dapat bekerjasama melakukan percepatan vaksinasi tersebut.

Baca juga:  Ubah Sampah Jadi Berkah Dengan Eco Enzyme

“Selain bisa melindungi perorangan, tujuan utama dari vaksinasi ini adalah untuk membangun kekebalan kelompok atau herd immunity, yang bisa efektif untuk memutus rantai penularan, jika minimal dari duapertiga populasi itu memiliki antibodi untuk melawan Covid-19 pada waktu yang sama. Untuk mencapai waktu yang sama itulah problemnya. Untuk itu, agar bisa mewujudkan jumlah dari dua pertiga populasi bisa memperoleh ke antibodi pada waktu yang sama, jelas memerlukan percepatan dari pemeritahan dari pusat ke tingkat daerah,” jelasnya. (Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here