Kenapa Agama yang Lahir Dari Ibrahim Memiliki Bahasa Berbeda? Mau Tahu?

0
ilustrasi: Safri Sule Menerangkan Mengenai Bahasa Yahudi.

Agama di dunia, Yahudi, Kristen dan Islam, disebut agama agama Abrahamik, atau agama Ibrahimiah, juga disebut agama Samawi, tempat lahirnya dari Timur Tengah.

Apalagi ketika melihat jauh ke belakang, orang – orang Yahudi yang akhirnya dikenal beragama Yahudi itu asal – usulnya berasal dari rumpun negara-negara Arab, tepatnya saat ini berada di Irak, daerah Mesopotamia.

Bertolak dari daerah yang sama, rumpun Arab tetapi kenapa ketiga agama Samawi ini memiliki perbedaan dalam penggunaan bahasa? Untuk mengetahui lebih jauh, seorang guru, yang juga penulis kamus Ibarani – Indonesia, Safri Sale, mengatakan tidak dapat memberikan bukti otentik bahasa dari tiga agama Samawi ini mana yang tertua.

“Tidak ada bukti otentik yang bisa menjadi pegangan kapan mulainya bahasa ini bermula namun ada beberapa bukti arkeologi menunjukkan bahasa Ibrani adalah salah satu bahasa tertua di dunia. Jadi kita tidak bisa menentukan apakah bahasa Ibrani adalah bahasa paling tua di dunia atau kapan dia dimulai. Yang jelas ini adalah bahasa yang salah satu bahasa tertua di dunia,”terang Safri Sale.

BACA JUGA  Bobby Nasution Unggul di 11 Wilayah, Nama Ir. Joko Widodo “Beri pengaruh”

Menurutnya, turning point bahasa Ibrani itu adalah penulisannya terhadap kitab suci yang berkaitan dengan perjanjian lama. “Menurut saya turning point bahasa Ibrani saat diabadikan oleh kitab suci itu sendiri. Itu membuatnya menjadi abadi dan menjadi bahasa penting,”paparnya.

Lebih jauh, Safri Sale,mengatakan Bahasa Ibrani bila ditelusuri memang asalnya dari bahasa semitik yang ada di daerah Mesopotamia di Utara Irak. “Di situlah lahir dan terpecah menjadi beberapa anak bahasa termasuk di dalamnya Bahasa Ibrani, Aramaik dan Arab serta Etiopia. Bahasa Ibrani kebanyakan digunakan di daerah semenanjung Timur Mesopotamia yang berdekatan dengan laut tengah. Kalau bahasa Arab agak ke selatan, sedangkan Aramaik agak sedikit ke barat, utara daerah Mesopotamia,”jelasnya.

Setelah menjelaskan itu, makin tegas Safri Sale berkata tidak dapat mengatakan siapa lebih dahulu, bahasa Ibrani atau Aramaik atau Arab. “Kalau siapa duluan tentunya kita harus menggali bukti-bukti arkeologi untuk mendapatkan kepastian,”tegasnya.

Menariknya lagi, ketiga agama ini berkaitan erat satu dengan yang lainnya oleh sosok leluhur yang dikenal bernama Ibrahim atau Abraham. Kisah hidupnya sendiri dicatat dalam kitab suci Yahudi, Kristen, dan Islam.

BACA JUGA  Sekjen Kemenag, Buka Sidang Sinode Ke-38 GPM

Dari situ melahirkan tanya, kalau dari leluhur yang sama, kenapa sampai turunnya kitab-kitab itu kepada para nabi-nabinya, seperti agama Yahudi dari sosok Nabi Musa dengan bahasa Ibrani dan agama Kristen dari sosok Yesus Kristus (Nabi Isa) dengan bahasa Aramaik—bahasa nasional di daerah Mesopotamia serta agama Muslim, dari sosok Nabi Muhammad dengan bahasa Arab.

“Kita ini kan sebenarnya disatukan oleh pendiri, kalau saya bilang pendiri agama samawi yaitu Nabi Ibrahim. Itulah turning point agama samawi. Tetapi belum dapat dipastikan Abraham di masanya menggunakan bahasa Ibrani atau Aramik atau bahasa Arab,”papar Safri Sale dan memberikan catatan penting, untuk mengetahui Bahasa yang digunakan Ibrahim, bisa melihat latabelakang datangnya Abraham yang berasal dari kota Ur berdasarkan tulisan-tulisan yang ada di Perjanjian Lama. Kota Ur itu ada di Mesopotamia agak utara Baghdad sekarang.

Untuk mengetahui lebih jauh penjelasan-penjelasan yang sangat akademis dari Safri Sale, dapat menonton video youtubenya di Vifa Media dengan judul “NABI ABRAHAM MENGGUNAKAN BAHASA IBRANI ATAU ARAB?”(Vifa5/Vifa9)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here