Pandemi Merupakan Hukuman dari Tuhan?

0
Pandemi Covid-19
Ilustrasi : Pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan dunia

Jakarta – Sudah hampir satu tahun pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia. Selain banyak menelan korban jiwa, juga banyak mengakibatkan banyak orang kesulitan dalam hidup. Banyak orang berpikir ini konspirasi, tapi ada juga yang berpikir ini adalah hukuman Tuhan.

Pdt. Dr. Gernaida K Pakpahan, Ketua Departemen Teologia dan Ajaran GBI mengatakan bencana selalu ada sejak dunia ini ada. Biasanya bencana terjadi karena faktor alam atau ulah dari manusia itu sendiri.

Sementara itu dalam Alkitab, bencana sering disebut sebagai hukuman Allah. “Dalam Alkitab, bencana merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hukuman Allah atas dosa dan kejahatan manusia,” kata Pdt. Gernaida dalam webinar “Memaknai Bencana dari Perspektif Alkitab” yang diselenggarakan Departemen Wanita GBI, Selasa (23/2/2021).

Lebih jauh, berbagai bencana yang ditulis dalam Alkitab seperti dosa, air bah, gagal panen, kelaparan, peperangan, penyakit, kemandulan dan pembuangan. “Bencana Alam terdahsyat dalam sejarah dunia adalah air bah (Kejadian 6:5-7, 11-13, 17). Air bah menyebabkan kerusakan alam, perubahan siklus dan musim, perubahan struktur bumi, perubahan daratan dan lautan,” jelasnya.

BACA JUGA  Pelayanan ibadah virtual Warga Binaan Rutan Salemba Oleh GBI Victorious Family bersama Yayasan Samaritan

Soal penyakit, lanjut Pdt. Gernaida, dalam Alkitab juga disebut sebagai bencana. Menurutnya ada 3 jenis penyakit yang dituliskan dalam Alkitab yaitu penyakit yang diizinkan Allah, penyakit karena iblis dan penyakit karena dosa (pelanggaran). “Penyakit karena dosa/pelanggaran misalnya penyembahan berhala Yoram yang mengakibatkan ia diganjar hukuman melalui tulah besar atas rakyat, keluarga, anak-anak, istri dan atas semua harta bendanya (2 Tawarik 21:12-15),” paparnya.

Pdt. Gernaida menjelaskan bencana diizinkan terjadi untuk menunjukkan manusia berdosa (terbatas dalam segala hal), manusia memerlukan belas kasihan Allah, dan kedaulatan Allah mutlak serta tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Intinya manusia diminta untuk mawas diri.

“Dari Alkitab kita tahu bahwa sejak zaman dulu sudah ada bencana dan dari Alkitab juga kita belajar hal-hal yang baik dan benar,” ucapnya.

Apakah pandemi ini hukuman dari Tuhan? Pdt. Gernaida menjawab semua harus dilihat dari berbagai sisi. Menurutnya pandemi ini adalah cara Tuhan untuk mengajarkan manusia lebih peduli terhadap keluarga dan sesama. “Mungkin dulu kita sibuk pelayanan ke luar kota. Tapi sekarang Tuhan sedang ajarkan kita tentang arti keluarga. Tuhan sedang mendisplinkan kita,” jelasnya.

BACA JUGA  Cerita Pandemi di Negeri Orang

Lebih jauh, Tuhan terkadang memang sering mengizinkan hal-hal yang bersifat tidak enak terjadi untuk menjadi bahan perenungan bagi masing-masing individu. Ada pelajaran yang ingin Ia sampaikan sekalipun umat berada di tengah-tengah penderitaan.

“Kenapa Tuhan enggak umpetin kita dan membiarkan kita di tengah pandemi? Tuhan ingin mendisiplinkan kita, pasti ada ajaran yang ingin Tuhan ajarkan. Lebih baik kita berpikir positif karena sebelumnya pandemi juga sudah pernah terjadi dalam sejarah dunia. Terkait individu, pikir positif saja karena pasti Tuhan punya tujuan bagi pribadi tersebut,” urainya.

Pdt. Gernaida mengajak umat untuk senantiasa sadar bahwa manusia terbatas dan lebih waspada dalam tindakan antisipatif di kehidupan. Juga untuk semakin peduli kepada sesama. “Kalau dulu kita bangga dengan prestasi, keuangan kta, sekarang rontok di masa pandemi. Kita harus selalu waspada apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here