Para Uskup Bangladesh: Pentingnya Dialog untuk Akhiri Krisis di Myanmar

0
Para uskup Bangladesh telah mendesak ada dialog diantara pemangku kepentingan untuk mengakhiri krisis di Myanmar. (Foto: dok. Stephan Uttom/UCA News)

Bangladesh – Kekerasan yang terjadi karena kudeta di Negara Myanmar telah menyita banyak perhatian publik. Baru-baru ini, Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Banglades, mendesak agar segera dilakukan dialog terbuka diantara pemangku kepentingan untuk mengakhiri krisis di Myanmar. 

“Kami menyerukan kepada junta militer Myanmar untuk berakal sehat dan duduk dengan orang-orang yang relevan untuk berdialog guna menyelesaikan krisis politik negara ini. Alih-alih menembak sesama warga negara mereka sendiri. Kami bergabung dengan gereja di Myanmar dalam doa dan penyembahan mencari kasih dan belas kasihan Tuhan pada orang -orang dan bangsa Myanmar,” isi pernyataan yang dikutip dari ucanews, Selasa (6/4/2021). 

Baca juga:  Membuka Sidang MPL PGI, Jokowi Ajak Umat Kristen Bantu Pemerintah

Dalam pernyataan yang ditandatangani Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Konferensi Waligereja Banglades, Uskup Gervas Rozario, menegaskan sudah terlalu banyak masyarakat Myanmar yang menderita 

“Kami Gereja Katolik di Bangladesh adalah tetangga dekat Gereja di Myanmar, mengungkapkan dukungan dan solidaritas kami dengan orang-orang dan Gereja di negara itu. Kami juga berbagi rasa sakit dan penderitaan orang-orang Myanmar yang cinta damai yang hanya ingin demokrasi kembali, tidak lebih.” tegasnya.

Pernyataan para Uskup Bangladesh ini merupakan respon atas seruan yang disampaikan Ketua Konferensi Waligereja Myanmar, Kardinal Charles Bo dari Yangin yang meminta bantuan kepada gereja Korea. 

Baca juga:  Sentra Vaksinasi Serviam akan Layani Vaksinasi untuk Lansia mulai 20 Maret Hingga 10 Juni 2021

“Gereja Katolik juga telah memihak orang-orang di jalanan Myanmar dan solidaritasnya. HE Charles Maung Bo, kepala Gereja Myanmar, dalam pernyataannya menyerukan agar semua lapisan masyarakat tenang. Dia meminta militer untuk membebaskan presiden yang dipenjara, menteri, anggota parlemen dan terutama Aung San Su Kyi dan memulai dialog untuk menyelesaikan krisis nasional.” 

Para uskup Bangladesh berdoa agar krisis Myanmar bisa segera berakhir dan masyarakat Myanmar bisa kembali memiliki hidup yang lebih baik. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here