Paskah Senior GMKI, Ketua Sinode GPM Pdt. Maspaitella Berikan Renungan

0
Paskah Senior GMKI
Tangkapan layar zoom beberapa peserta perayaan Paskah Senior GMKI

Jakarta – Para senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menggelar ibadah paskah secara virtual pada, Sabtu (10/4/2021). Liturgos dipimpin Pdt. Magritha Tangel Dalos (seniorita GMKI Cabang Tomohon). Sedangkan para singer terdiri dari Ronny Sianturi, Karen Pooroe, Lita Zen dan dibantu hawaiian music (Theodore Weohau) serta instrumentalia music (Julius-saxophone, Richard-piano).

Paskah dengan tema “Berpalinglah kepada sang hidup” dilayani senior GMKI cabang Ambon sekaligus saat ini Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Pdt. Elifas T Maspaitella.

Dalam khotbahnya Pdt. Maspaitella mengatakan bahwa Tuhan hadir di dunia untuk memberikan pengharapan pada banyak orang lewat berbagai mukjizat. “Tindakan revolusioner itu semata-mata untuk menjungkirbalikkan tirani atas kemanusiaan yaitu mengangkat citra orang-orang sakit yang terbaring, mencelikkan orang buta, mensejahterakan orang miskin, memberi harapan bagi yang remuk hati dan membebaskan semua orang yang tertindas,” katanya.

Pdt. Maspaitella mengambil ayat dari Lukas 24:36-43. Ia menjelaskan bahwa Yesus yang hidup mengajarkan umat untuk mengangkat citra orang lemah, memulihkan harkat pencari keadilan dan melakukan restorasi keimanan yang radikal.

Baca juga:  AVENT CHRISTIE, MANTAN AKTOR LAGA YANG SEKARANG DIPAKAI TUHAN LUAR BIASA UNTUK MELAYANI

“Contohnya, Zakeus sang pemungut cukai bisa mengalami kehidupan secara radikal atas perjumpaannya dengan Yesus,” jelasnya.

Kematian Yesus, kata Pdt. Maspaitella menunjukkan dalam diri-Nya terdapat keadilan sebagai spirit sebagai kaum lemah yang tertindas. Dia rela membela kemanusiaan yang membelenggu dilakukan secara langsung tanpa membuat orang lain menjadi tumbal.

“Karena itu ajakan Yesus ‘Lihatlah tanganku dan kakiku, Aku sendirilah ini’ adalah sebuah pelukisan dari pengorbanan dirinya secara langsung, pengorbanan total dan tidak mengorbankan orang lain,” paparnya.

Lebih jauh, tangan dan kaki Yesus yang berlubang paku adalah simbol dari pengorbanan demi kemanusiaan manusia dan simbol pengosongan dirinya untuk menyelamatkan manusia.

“Lukas juga memberikan keterangan bahwa Yesus meminta kepada mereka (murid) ‘Adakah padamu makanan di sini? Dan diberikannya sepotong ikan dan Dia memakannya didepan mereka’, lagi-lagi ini bukan untuk sekedar memastikan Dia bukan hantu, melainkan Dia Yesus,” kata Pdt. Maspaitella.

Baca juga:  Melihat Cara Sinode GPM dan GKST Mengurai Kemiskinan

Dalam konteks saat ini, lanjut Pdt. Maspaitella seruan Tuhan ‘lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku’ merupakan ajakan Tuhan untuk melihat penderitaan para korban bencana di NTT.

Pdt. Maspaitella mengajak umat untuk membantu para korban bencana di NTT lewat aksi nyata. Sebab di NTT saat ini ada ‘tangan dan kaki-Nya.’

“Berilah berkat daripada kita karena itu yang Yesus minta. Arahkan mata kita kesana, sendengkanlah telinga kita disana, taruhlah hati kita pada mereka dan percayalah disitu ada Yesus sang hidup,” katanya.

Dalam Perayaan Paskah ini juga ada bantuan dari para senior GMKI untuk Bencana NTT. Bantuan tersebut diberikan secara simbolis kepada senior GMKI cabang Kupang sekaligus Ketua Sinode GMIT Pdt. Mery Kolimon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here