Paus Fransiskus Rayakan Rabu Abu “Perjalanan Pra Paskah Adalah Eksodus dari Perbudakan Menuju Kebebasan”

0
Ilustrasi : Paus Fransiskus saat perayaan Rabu (Foto : dok. ARNS)

Jakarta – Umat Kristiani di seluruh belahan dunia akan memperingati Paskah. Sebelum perayaan Paskah, berbagai gereja memiliki cara atau tradisi, diantaranya Gereja Katolik, yang menyelenggarakan Rabu Abu. 

Pimpinan tertinggi, Gereja Katolik, Paus Fransiskus, merayakan Rabu Abu di Basilika, Santo Petrus, sebagai bentuk pengingat umat beriman bahwa periode Pra Paskah yang mengarah ke perayaan Paskah adalah sebuah perjalanan dan eksodus dari perbudakan menuju kebebasan.

Baca juga:  Paus Fransiskus, Penculikan Siswi di Nigeria Merupakan Tindakan Keji

“Prapaskah adalah perjalanan kembali kepada Tuhan,” kata Paus dalam homilinya pada 17 Februari.

Pada kesempatan itu, Paus Fransiskus, mengajak umat beriman untuk lebih dekat kepada Tuhan. Paus menyamakan periode Prapaskah 40 hari dengan waktu yang dihabiskan oleh orang-orang Yahudi di Perjanjian Lama, berjalan di padang pasir untuk mencari Tanah, setelah Tuhan membebaskan dari perbudakan di Mesir.

“Perjalanan Pra Paskah adalah eksodus dari perbudakan menuju kebebasan,” katanya.

Baca juga:  Paskah di Pemakaman Ditiadakan, GKE Himbau Umat Doa Subuh di Rumah

Memperingati Pra Paskah, kata Paus Fransiskus, sebagai momentum untuk umat beriman mengakui kelemahan spiritual dan kejahatan mendalam yang dibawa oleh masing – masing individu.

Langkah yang harus diambil, menurutnya, Kembali ke jalan yang benar, ialah jalan kerendahan hati dan menyadari kebutuhan akan belas kasihan Tuhan serta rahmat-Nya.

“Ini tentang menyadari bahwa keselamatan bukanlah pendakian menuju kemuliaan, tetapi keturunan dalam kasih. Ini tentang menjadi kecil, ”tegasnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here