Pdt. DR. Mulyadi Sulaeman: Antara Pandemi dan Gereja, Bersyukur di Tengah Tantangan

0
Pdt Mulyadi Sulaeman
Pdt. DR. Mulyadi Sulaeman

Jakarta – Kurang lebih sudah 1 tahun belakangan ini pandemi telah “mengepung” gereja. Hal ini membuat gereja yang biasanya diselenggarakan secara onsite harus diubah menjadi online.

Salah satu Fasilitator Jaringan Doa Nasional (JDN) Pdt. DR. Mulyadi Sulaeman mengatakan pandemi tak ubahnya sebuah “retret” yang diberikan oleh Tuhan. Retret artinya umat diminta untuk merenung dan intropeksi diri melihat rencana apa yang Tuhan inginkan ke depan.

“Untuk itulah pandemi harus disambut dengan ucapan syukur. Kenapa? Kita (Gereja) diberikan kesempatan retret karena hampir 80% kegiatan berhenti. Sebagai pengurus sinode, gembala sidang, aktivis oikumene, saya sampaikan bahwa semua kegiatan saat ini dilakukan (dari) rumah,” ungkapnya.

Ketua Sinode Gereja Sidang Pantekosta Di Indonesia (GSPDI) dari tahun 2005 – 2017 ini menjelaskan pandemi juga menjadi ajang bagi para hamba Tuhan khususnya yang sudah berumur untuk belajar teknologi.

“Dulu kita selalu bilang soal teknologi urusan anak muda, tapi satu tahun ini berubah. Kita dipaksa belajar youtube, facebook. Sekarag hamba Tuhan lintas usia harus mengerti bahkan memahami (teknologi),” terangnya.

Pandemi, kata Pdt. Mulyadi telah membuat semua gereja belajar “merendahkan diri.” Maksudnya, gereja diajar untuk tidak lagi terpaku pada acara-acara besar yang menghabiskan banyak uang, tapi gereja diminta untuk lebih memerhatikan dan mengajarkan jemaat lewat ajaran yang Alkitabiah.

Baca juga:  Mendikbud : Jadilah Pembelajar Sepanjang Hayat

“Sebab jemaat sekarang lebih pintar. (karena) jemaat punya kesempatan lebih banyak belajar dari manapun. Itu hanya sejauh klik tangan (misalnya lewat Youtube), kalau dulu harus pergi ke berbagai tempat (gereja),” katanya.

Pdt. Mulyadi juga melihat pandemi telah membuat terjadinya unity dalam persekutuan maupun doa. Sebab pertemuan secara online dapat membuat yang jauh menjadi dekat. “Sekarang doa bersama juga semakin intens. Seolah semua orang di dunia ini merasakan penderitaan dan kebutuhan yang sama,” tuturnya.

Menurut Pdt. Mulyadi, pengembalaan menjadi kunci agar gereja dapat bertahan dimasa pandemi. Dari pengamatannya, gereja dengan pengembalaan yang baik tidak akan bermasalah dengan persembahan dan lain-lain. Tapi sebaliknya, bila dalam pengembalaan bermasalah maka akan kehilangan jemaat secara perlahan-lahan.

“Artinya gereja yang sudah kuat pondasinya akan semakin kuat dengan berbagai inovasi. Tapi kebalikannya, yang belum kuat mereka akan roboh,” tegasnya.

Pdt. Mulyadi mengatakan, ke depan ibadah online dan onsite harus berjalan bersama. Sebab harus diakui bahwa jemaat yang sudah lanjut usia banyak yang merindukan ibadah onsite, sedangkan yang muda condong untuk ibadah online. Tentu dalam pelaksaannya harus sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Baca juga:  Walikota Bekasi Terima Penghargaan Dari PERWAMKI

“Kita tidak melihat kapan selesainya (pandemi), tapi kita harus berani memulai. Saya percaya onsite adalah kehendak Tuhan, (sedangkan) online adalah cara Tuhan menjangkau jiwa baru. Sebab kita tetap harus ada fellowship, ada komunitas,” katanya dan menambahkan ibadah juga harus dibuat semakin kreatif disamping lebih kuat dalam hal doa untuk menghadirkan hadirat Roh Kudus.

Lebih jauh, Pdt. Mulyadi menegaskan ibadah online Alkitabiah. Ibarat Surat Rasul Paulus yang ditulis dan dikirimkan jauh dari masa lampau ke masa sekarang, itulah online. “Sekarang ini Tuhan inginkan pesan itu dikabarkan ke seluruh dunia sampai kesudahan yang akan datang,” kata Pdt. Mulyadi.

Diakhir, ibadah online secara tidak langsung akan membuat kebangkitan rohani di keluarga masing-masing. Gereja online juga mampu menembus batas di tempat-tempat yang tadinya sulit ditembus oleh injil.

“Diperkirakan ada puluhan gereja berhenti, tapi disaat bersamaan ada gereja baru muncul yaitu di rumah-rumah (jemaat). Contohnya di daerah kami, yang tadinya tidak boleh sekarang ada 15-20 jemaat kami yang beribadah di rumahnya. Kalau mereka beribadah dengan baik dan tidak asal-asalan maka akan ada revival,” tegasnya.

Selengkapnya simak video berikut ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here