Pdt. Ferdinand Rompas terpilih menjadi Ketua MD GPdI Jawa Barat

0

Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jawa Barat, memutuskan, Selasa (30/06/2020), untuk menggelar pleno, yang di dalamnya hanya ada satu agenda, yaitu menentukan Ketua MD GPdI Jawa Barat untuk memimpin di sisa periode yang ditinggalkan oleh (alm) Pdt. J.E Awondatu, karena dipanggil Tuhan.

Sidang pleno direncanakan dibuka pada pukul 10.00 wib, yang akan dihadiri pengurus MD GPdI Jawa Barat, yang berjumlah 24 orang.

Rombongan MP diantaranya : Pdt. John Weol, Pdt. John Lumenta, Pdt. Herry Lumatauw (Dok: Multimedia GPdI Jawa Barat).

Sehari sebelum pelaksanaan sidang pleno beredar kabar di lingkungan hamba-hamba Tuhan GPdI Jawa Barat, pleno yang mestinya hanya acara internal GPdI Jawa Barat, akan dihadiri pengurus Majelis Pusat (MP), bahkan akan dihadiri oleh Ketum, Pdt. John Weol.

Kabar pleno yang agendanya untuk menentukan atau mengisi kekosongan kepemimpinan GPdI di Jawa Barat, akan dihadiri MP awalnya hanya menjadi kabar “burung” alias isu yang tidak ada kejelasannya.

Pdt. Ferdinand Rompas terpilih Ketua MD GPdI Jawa Barat pose bersama PLT Pdt. Marten Schalwijk  dan dari multimedia Pdt. Denny Keintjem Manitik (Kiri). (Dok: Multimedia GPdI Jawa Barat).

Pukul 8.00 wib, vifamedia sudah berada di kantor MD GPdI Jawa Barat, untuk ikut melihat secara langsung jalannya pleno pengisian jabatan kepemimpinan. Saat itu, salah satu staf kantor mengatakan beberapa hamba Tuhan yang duduk di MD GPdI telah pergi menjemput Ketum dan rombongan.

Tidak beberapa lama, pleno yang hanya dikususkan untuk pengurus MD GPdI Jawa Barat itu, tampak berdatangan, ketua-ketua Wilayah di GPdI Jawa Barat.

Vifamedia makin penasaran, ada apa ini sampai pleno khusus pengurus MD tetapi yang datang ke kantor MD “melebar”, ada dari rombongan MP dan rombongan ketua-ketua wilayah. “Kami datang ke sini hanya untuk ikut memeriahkan pesta di lingkungan GPdI Jawa Barat, dimana akan menentukan Ketua MD. Juga kami akan menyampaikan aspirasi secara tertulis kepada pengurus MD, dimana kami wilayah-wilayah mendukung dan meminta MD untuk melibatkan Tante Melani sebagai kandidat,”Kata Ketua Wilayah, 2 Bandung, Pdt Steven Turangan.

Beberapa saat kemudian, rombongan Ketum MP, GPdI tiba di lokasi kantor MD yang juga Sekolah Alkitab GPdI Cianjur (SAC), milik (alm) Pdt. J.E Awondatu, tempat akan berlangsungnya pleno, di damping, Sekretaris Umum, Pdt. John Lumenta dan salah satu pimpinan, Pdt. Herry Lumatauw, dan diterima secara resmi oleh pengurus MD GPdI Jawa Barat dengan memberikan kembang selamat datang.

Pdt. Ferdinand Rompas dan Ketua PLT Pdt. Marten Schalwijk  memberikan kalung bunga selamat datang kepada Ketua MP GPdI Pdt. John Weol.

Saat itu, Ketum MP GPdI, Pdt. John Weol langsung menuju ke makam (alm), Pdt. J.E Awondatu. “Kami datang ke sini untuk kepentingan ziarah. Tapi jangan diartikan ini sebagai pengkultusan, ini adalah ziarah kepada sesama rekan hamba Tuhan,” jelas Pdt. John Weol.

Baca juga:  PGI Berikan Pesan Dilangsungkan PILKADA 2020 di Masa Pandemi Covid-19

Pernyataan itu menjawab maksud dan tujuannya hadir. Selesai dari makam, langsung menuju ruangan pleno dan Ketum beserta rombongan mengikuti ibadah pembukaan pleno. Sedangkan yang bukan pengurus MD dan MP tidak diijinkan masuk ruangan.

Walau kehadiran rombongan MP ini tidak diatur dalam AD/ART, tetapi dengan kematangan berorganisasi, pengurus MD GPdI Jawa Barat tetap memberikan kesempatan untuk berbicara bahkan tampak terjadi tanya jawab.

Sekitar 1,5 jam, pimpinan MP dan MD berdialog, mendapatkan kesepakatan, pleno MD GPdI Jawa Barat akan berlangsung tanpa dihadiri MP tetapi MP masih berada di lokasi kantor MD GPdI Jawa Barat untuk menunggu hasil pleno.

Nama Tante Melani Menguat di Sidang Pleno
Pada pembukaan pleno, langsung dibicarakan calon-calon ketua MD yang akan dipilih dalam pleno, salah satu yang terungkap nama tante Melani. Pleno saat itu dipimpin langsung oleh pelaksana tugas, Marten Schalwijk, menskors atau memberhentikan beberapa menit jalannya pleno, dan menunjuk beberapa pengurus MD, untuk menghadirkan tante Melani di dalam pleno, dengan kepentingan mengkonfirmasi kesiapannya untuk dipilih menjadi ketua MD GPdI Jawa Barat di sisa periode yang ada, sampai 2022.

Beberapa menit kemudian, tante Melani yang memang juga berkantor di SAC, masuk dalam ruangan dan menyatakan kesiapannya untuk dipilih. Sebagai informasi, sampai detik-detik terakhir, semua orang yang mendukung tante Melani sudah bermohon meminta kesiapannya untuk dicalonkan tetapi tante Melani tidak bersedia.

Pada saat di dalam ruangan pleno, setelah dikonfirmasi secara resmi oleh MD, jawaban tante Melani, yang banyak orang tahu tidak akan bersedia dicalonkan, menjadi kaget dengan jawaban yang diberikan kepada MD. “Saya ini tidak mau, tetapi desakan ketua-ketua wilayah dan orang-orang yang duduk dalam pengurus MD, maka saya ikuti saja, ikut. Tetapi bagi saya, siapapun yang terpilih saya mengajak mari kita jaga kesatuan dan persatuan GPdI Jawa Barat,”demikian samar-samar di dengar vifamedia, jawaban yang diberikan oleh tante Melani.

Spontan jawaban itu mengagetkan orang-orang yang mendukungnya. Sontak di luar ruangan sidang pleno terdengar “Puji Tuhan, terima kasih tante” sebagai bentuk ungkapan kegembiraan karena yang mereka inginkan akhirnya mau dicalonkan.

Baca juga:  Bakti Sosial Fahira Idris Menyapa Warga Jakarta Pusat.

Selesai memberikan jawaban, tidak beberapa lama, tante Melani meninggalkan ruang pleno karena memang bukan pengurus MD. “Apa benar tante siap dicalonkan?” Tanya vifamedia kepada tante Melani dan anaknya Pdt. Revi Awondatu yang mendampinginya. “Iya, mama sudah jawab siap,”kata Pdt. Revi Awondatu.

Bersamaan dengan itu, pleno diskors, dan pimpinan pleno mengirim utusan untuk ketemu Ketum MP, GPdI, Pdt. John Weol, menyampaikan ihwal aspirasi dari beberapa pengurus MD dan pengurus-pengurus wilayah tentang dicalonkannya tante Melani.

Menurut kabar yang diperoleh vifamedia di lokasi, tante Melani dicalonkan mayoritas pengurus MD. “Kalau diteruskan pasti pleno akan memutuskan tante terpilih ketua MD. Nah sebelum diputuskan maka MD berkonsultasi dengan MP karena aspirasi yang ada, jangan sampai menyalahi AD/ART. Seperti kita ketahui, tante saat ini bukan pengurus MD,”papar seorang pengurus MD yang meminta namanya dirahasiakan.

Aspirasi dari ketua-ketua wilayah GPdI Jawa Barat, ditolak Ketum MP, Pdt. John Weol. Alasannya tidak memenuhi kriteria yang diatur oleh AD/ART.

Saat itu, bisa saja MD yang didukung MW melawan kepada MP dengan memaksakan kehendak tetap memilih tante Melani. Itu tidak dilakukan karena hamba-hamba Tuhan GPdI Jawa Barat sudah matang dalam berorganisasi—karena sudah diajarkan (alm) Pdt. J.E. Awondatu, juga karena memang mayoritas pendukung tante Melani sudah memiliki rencana lain kalau tante tidak disetujui, maka akan mengusung salah satu pengurus MD, Pdt. Ferdinand Rompas.

Benar, ketika pleno dilanjutkan untuk pemilihan tanpa menghadirkan nama tante Melani, Pdt. Ferdinand Rompas, mendapatkan suara terbanyak, dengan 12 suara, diikuti pelaksana tugas MD GpdI Jawa Barat, Pdt. Marthen Salwick, dengan 10 suara, Pdt. Yohanes Lumiria dan Pdt. Anthon Lita masing-masing 1 suara.

“Kami akan masukkan tante Melani dalam badan MD, termasuk akan dipikirkan duduk menjadi salah sau ketua dari 4 ketua yang tersedia,”kata Pdt. Ferdinand Rompas, kepada vifamedia, usai terpilih.

Dari temuan perbincangan yang vifamedia temukan di lapangan, banyak yang mengingini supaya ketua terpilih juga dapat mengakomodir anaknya ( alm) Pdt. J.E. Awondatu yaitu Pdt. Revy Awondatu untuk duduk di kepengurusan MD sekarang.

Selamat buat Pdt. Ferdinand Rompas dan selamat bertugas. (Vifa5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here