Pdt. Joshua Manggiring Sinaga Lepas Dari Covid-19

0
Pdt. Joshua Manggiring Sinaga

Jakarta – Awalnya hanya merasa mengalami gangguan pencernaan dan tetap merasa baik – baik saja. Tapi  dalam beberapa hari kemudian mengalami sakit maag. Dan ditambah lagi dengan makan yang mengandung asam dan pedas, lambungnya terasa sakit sekali. 

Karena rasa sakit yang tidak tertahankan, Pdt. Joshua Mangiring, Sinaga, S.Th., M.Th, dibawa ke salah satu Rumah Sakit yang ada di Bekasi, untuk di lakukan pemeriksaan dan pengobatan.

Pria yang mengaku sudah sejak usia 17 tahun memberitakan firman Tuhan ini berkata, selama tiga hari dirawat di rumah sakit, dilakukanlah tes Covid-19. Beberapa waktu kemudian, keluarlah hasil tesnya, dan dinyatakan positif Covid-19.

Mendegar berita itu, kontan saja, Pdt. Joshua Mangiring, Sinaga, S.Th., M.Th, bagai disambar gledek., ‘pikirannya langsung kemana – mana,’ berbagai hal yang negatif yang berhubungan dengan Covid-19, ‘mengiang dikepalanya’.

“Saya waktu itu, langsung tertekan secara psykologi. Saya harus akui, ini pengalaman yang membuat jiwa saya tertekan,”tuturnya.

Akibat terpapar Covid-19, pria yang lahir di sebuah desa terpencil, di Tanah Tapanuli ini harus diisolasi (karantina) selama 10 hari. “Memang cukup berat secara psykologi. Apalagi kalau berpikir Covid-19 ini sudah merenggut banyak nyawa. Saya hanya menyerahkan kepada Tuhan, saya berdoa meminta belas kasihan Tuhan,”katanya.

Baca juga:  Rev. Canon Dr Emily Awino Onyango, Uskup Anglikan Wanita Kedua di Afrika

Pria yang lahir prematur ini selama berada di rumah sakit sampai – sampai tidak mau menonton teve atau membaca berita, untuk menjaga jangan sampai membaca berita – berita Covid-19 yang dapat makin menekan psykologinya.

“Selama karantina dan perawatan itu Saya hanya membaca Alkitab dan berdoa. Saya meningkatkan waktu doa. Dapat dibilang selama 10 hari di karantina saya bertekun dalam doa dan terus berpikir positif,”ungkapnya.

Penginjil yang sudah memberitakan Injil ke berbagai daerah di Indonesia, baik itu di ujung Sumatera, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Timur ini mengaku, mendapatkan perawatan yang terbaik dan pelayanan yang luar biasa dari pihak rumah sakit dan dokter, yang memang selama ini sudah menjadi dokter langganan keluarga.

“Saya mendapatkan ruangan yang hanya sendiri. Saya diberikan obat – obatan untuk meningkatkan imun, yang dapat mengalahkan Covid-19. Selain itu, karena di rungan hanya saya sendiri, saya dapat bebas untuk mendengarkan lagu-lagu rohani. Dengan begitu saya dapat berpikir hal – hal positif,”tukasnya.

“Saya bersyukur karena mendapatkan support dari para perawat dan dokter serta keluarga. Mereka terus menerus mengunjungi dan memberikan support untuk pemulihan dan kesembuhan saya,”

Kepala Prodi S1 Teologia di Sekolah Tinggi Teologia (STT) Rahmat Emanuel Ministry (REM) ini imbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol Kesehatan dengan ketat. Diantaranya, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, serta jauhi kerumunan.

Baca juga:  Begini Cara Penyanyi Rohani Maria Shandi Sembuh dari Covid-19

“Kalau kita menerapkan protokol Kesehatan dengan ketat maka kita secara otomatis telah membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Saya harus berkata, mari kita Gereja membantu pemerintah untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Untuk kebaktian – kebaiktian, lebih baik mengikuti himbauan pemerintah,”tuturnya.

Pendiri dan Pembina Yayasan Hati Nurani, sebuah lembaga kristiani berbadan hukum yang memfokuskan pelayanan untuk menjangkau kaum marginal ini dinyatakan bebas, sembuh atau negatif Covid-19, pada 16 Desember 2020.

“Saya sangat percaya Tuhan ada dan Tuhan terus bekerja serta Tuhan menjadikan situasi sekarang untuk membawa umatNya lebih dekat kepada Tuhan,”tegasnya.

Gembala jemaat gereja Gereja Bethany Indonesia Pulomas Jakarta, sejak 2011 ini menegaskan, situasi yang ada tidak perlu ditakuti, sebab Tuhan Yesus terus memberikan kepastian kepada orang – orang percaya. “Mari lewat adanya Covid-19 ini kita makin mendekatkan diri kepada Tuhan. Mari kita lebih sungguh – sungguh mencari Tuhan, sungguh – sungguh melayani Tuhan. Percayalah semuanya indah, “urainya. (Kontributor – YW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here