Pdt. Kiki Tjahjadi : Merayakan Imlek Tahun ini, Harus tetap mengikuti Protocol Kesehatan Pemerintah

0
Pdt. Kiki Tjahjadi

Jakarta- Perayaan Hari Raya tahun baru Imlek yang dirayakan oleh seluruh penduduk etnis Tionghoa diseluruh dunia selalu dirayakan dengan penuh kekeluargaan dan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti makan malam bersama, bagi-bagi angpow, barongsai dan masih banyak lagi. Perayaan Imlek merupakan suatu perayaan kebudayaan dari  tradisi Tionghoa memasuki musim yang baru menurut penanggalan Tionghoa yang dilakukan secara turun menurun.

Sebagai  umat Kristen kadang muncul beberapa pertanyaan, apakah boleh merayakan Imlek, tidak bertentangan dengan iman Kristen. Jawabannya adalah boleh.  Hal pertama adalah karena perayaan  Imlek bukan acara agama tertentu, tapi kebudayaan. Kemudian hal kedua adalah karena dalam perayaan Imlek ada nilai-nilai positif yang sesuai dengan kebenaran Alkitab, seperti  menghormati orang tua, kerukunan dan kebersamaan, dan saling berbagi. Kedua hal tersebut dijelaskan oleh Pdt. Kiki Tjahjadi, Ketua BPD DKI Jakarta melalui pesan singkat whatsapp kepada vifamedia pada hari Kamis, (04/02/2021).

Baca juga:  Ali al-Sistani - Paus Fransiskus, Memperkokoh Hubungan Antar Umat Beragama di Irak

Tambah Pdt. Kiki, umat Kristen yang merayakan Imlek diperbolehkan untuk mengucapkan selamat tahun baru pada saat bertemu umat lainnya di gereja. Pdt. Kiki menjelaskan bahwa hal tersebut baik. “Kita berharap orang yang diberi ucapan akan mengalami kebahagiaan dan berkat dari Tuhan,”ujarnya

Ia juga mengatakan umat yangn merayakan imlek juga harus menghormati masyarakat sekitar yang tidak merayakan. “Kita juga harus menghormati mereka yang tidak merayakan Imlek. Masyarakat  tetap bisa merasakan sukacita yang sama, karena tradisi saling berbagi bukan hanya untuk yang merayakan saja, tetapi juga bsia berbagi untuk mereka yang tidak merayakan,” katanya.

Baca juga:  Menikmati Lezatnya Babi Panggang Nangin Milala

Untuk tahun ini, ditengah masih dalam suasana pandemic, Pdt. Kiki mengajurkan perayaan untuk  tidak harus tatap muka. Ucapan selamat bisa dilakukan melalui virtual. Hal ini mengingat kondisi dan situasi serta PPKM yang sedang diterapkan oleh Pemerintah pusat .

Perayaan Imlek tahun ini yang kali ini memang berbeda dengan tahun biasanya. Pdt. Kiki mengatakan umat Tuhan harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Perayaan  Imlek dapat diisi dengan nilai-nilai yang sesuai Firman Tuhan, seperti memberi penghormatan kepada orang tua, membangun relasi antara keluarga,menjaga kerukunan,dan  saling memberkati satu dengan yang lain,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here