Pdt. Kristina Faraknimella Bicara Hubungan Antara Pandemi dan Integritas

0
Pdt Kristina Faraknimella
Pdt Kristina Faraknimella

Masa pandemi Covid-19 telah melumpuhkan banyak sektor, hal ini pun berdampak bagi kehidupan banyak orang. Banyak usaha yang tutup, pemutusan hubungan kerja dan masih banyak lagi dampak yang diakibatkan. 

Namun bagi orang percaya masa pandemi juga harus dilihat dari kacamata iman. Seperti yang diutarakan istri Gembala GBI Rayon 3, Pdt. Kristina Faraknimella. Ia mengatakan bahwa pandemi Covid-19 adalah masa Tuhan untuk membentuk dan melatih umat agar memiliki integritas yang lebih baik.  

“Saya percaya selesai pandemi ini kita akan dipakai Tuhan lebih lagi,” tegas Pdt. Kristin dalam webinar yang diadakan oleh Women Army For Revival, Kamis (4/2/2021) malam. 

Dalam acara dengan tema “More Than Conqueror” (Lebih dari pemenang), Pdt. Kristin menjelaskan lebih dari pemenang adalah panggilan bagi umat percaya. Namun untuk menjadi pemenang dibutuhkan iman dan integritas. 

Lebih jauh, pendeta kelahiran Bondowoso, Jawa Timur ini menjelaskan integritas dengan berkaca pada kisah Yusuf dan Maria yang tertulis dalam kitab Matius 1:18-25.  

Dalam kitab tersebut, lanjut Pdt. Kristin diceritakan bahwa Yusuf dan Maria telah bertunangan. Tapi belum sempat menikah, Yusuf justru berencana ingin menceraikan Maria diam-diam karena telah mengandung. “Dalam tradisi Yahudi kuno tunangan itu sudah seperti nikah (di zaman ini). Maka itu Yusuf bilang ingin menceraikan. Tapi walaupun begitu mereka tidak kumpul (hidup bersama),” jelasnya. 

Baca juga:  Pesan Perdamaian Paus Fransiskus Saat Lawatan ke Irak

Bunda Kristin, begitu ia biasa disapa jemaat GBI Rayon 3 mengatakan saat itu Yusuf mungkin saja kecewa dan berpikir yang tidak-tidak soal Maria. Namun karena ia tidak ingin mencemarkan nama Maria, maka menceraikan secara diam-diam adalah pilihan yang tepat. 

“Di dalam pertimbangannya itu, malaikat Tuhan datang ke dalam mimpinya dan memberitahu bahwa yang dikandung Maria adalah dari Roh Kudus dan Maria akan melahirkan anak laki-laki yang akan dinamakan Yesus untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa mereka,” ungkapnya. 

Pdt. Kristin mengatakan setelah terbangun Yusuf benar-benar melakukan apa yang dikatakan malaikat dan mengurungkan niatnya untuk menceraikan Maria. Bahkan dalam ayat 24-25 tertulis usai mengambil Maria sebagai istri, Yusuf sama sekali tidak bersetubuh dengannya. 

Baca juga:  Pdt. Aling Darma, Terpapar Covid-19, Mujizat Terjadi Sebagai Kado HUT

“Ini menunjukkan bahwa Yusuf adalah orang yang benar-benar taat. Dia sadar bahwa anak yang dikandung Maria adalah seorang anak yang akan menyelamatkan dunia,” kata istri dari Pdt. Pieter Faraknimella. 

Yusuf, lanjut Pdt. Kristin adalah sosok yang harus diteladani karena memiliki integritas. Salah satu buah rohnya yaitu penguasaan diri. “Saya percaya hari-hari ini Tuhan mau kita jadi orang yang berintegritas dan berani jalani hidup sungguh-sungguh dalam Tuhan,” tegasnya. 

Pdt. Kristin yakin ketika umat benar-benar menjaga integritas, hidupnya akan selalu dijaga dan pelihara Tuhan dengan ajaib. “Orang-orang yang berintegritas ketika melakukan peperangan rohani, perkenanan Tuhan akan turun,” tuturnya. 

Usai menyampaikan firman Tuhan, Pdt. Kristin mengajak umat yang ikut secara online untuk minta ampun kepada Tuhan. “Engkau kesayangan kami ya Tuhan. Sampaikan pada Tuhan, engkau (umat) cinta Dia. Sembah Dia saudara-saudara,” kata Pdt. Kristin seraya mendoakan umat agar senantiasa diberikan kekuatan. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here