Pdt. Natan Setiabudi Menghimbau Umat Kristiani Tidak Melakukan Ibadah Dalam Gedung Gereja Saat Ini, Demi Hindari Terjadinya Kluster Baru Tempat Ibadah

0
Pdt. DR. Natan Setiabudi, Ph.D
Pdt. DR. Natan Setiabudi, Ph.D mengemukakan pendapatnya mengenai ibadah gereja untuk saat ini.

Setiap hari, kasus Covid-19 jumlahnya terus bertambah. Pada hari Jumat (24/7/2020), telah terkonfirmasi ada 1.761 kasus baru Covid-19. Semenjak terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia, sampai Jumat (24/7/2020), total sudah 95.418 kasus. Sedangkan kasus kematiannya, telah mencapai 4.665.

Angka kematian Covid-19 ini telah melampaui angka kematian yang terjadi di negara asal Covid-19, yaitu China.

Fakta itu, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), periode 2000-2005, Pdt. DR. Natan Setiabudi, Ph.D, saat dihubungi radio El – Shinta, berhubungan dengan Covid-19, untuk memberikan himbauan.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), periode 2000-2005, Pdt. DR. Natan Setiabudi, Ph.D

Apa yang disampaikannya lewat radio itu diberikan kepada vifamedia. Terdengar himbauan Pdt. Natan Setiabudi, kepada umat Kristiani, pertama, ditengah menanjaknya penularan Covid-19, diharapkan umat Tuhan (Kristani) tetap yakin dan percaya kepada Tuhan yang berkuasa atas segala sesuatu termasuk berkuasa atas virus ganas yang cerdik ini (Covid-19-red). Akan tetapi pada saat yang sama, jangan sampai umat Kristiani kebablasan mencobai Tuhan, sebagaimana dilakukan oleh iblis ketika mencobai Tuhan Yesus di atas atap Bait Allah, dengan berkata “jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah Dirimu ke bawah, sebab ada tertulis bahwa malaikat-malaikat akan menangkap Engkau di atas tangannya supaya kakinya tidak terantuk kepada batu,”.

Baca juga:  Perbaikan Internal Jadi Agenda Utama Ketua Umum GMKI Yang Baru

Dengan keras Tuhan Yesus menjawab, kata Pdt. Natan Setiabudi, meminjam catatan yang dari firman Tuhan, “Ada pula tertulis, Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu.”

“Jika kita percaya kepada Tuhan dan karena itu, nekad berkerumun itu tidak berbeda dengan sedang mencobai Tuhan. Saat ini ketika penularan Covid-19 ini semakin menanjak, kesungguhan iman kita ekspresikan dengan sosial distancing, dengan cara stay at home untuk menghindari Corona virus ganas ini,”katanya.

Kedua, kata pendeta yang saat menjabat Ketua Umum PGI sempat membuat heboh dengan menjenguk Amir Majelis Mujahidin Indonesia, Abu Bakar Ba`asyir di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (27/10/2004) ini, mendorong umat Kristiani untuk menyalurkan energi dari Tuhan yang disembah dalam ibadah, baik itu mendengarkan firman Tuhan, berdoa dan memberikan persembahan, dapat diberikan kepada yang memerlukan, diantaranya para tenaga medis dan pasien yang terpapar Covid-19.

“Kalau kita menyalurkan energi dari Tuhan yang kita sembah dalam ibadah melalui saluran yang terbentuk dari kesungguhan kita memahami firman, kesungguhan kita berdoa, kesungguhan kita memberi persembahan, kesungguhan kita menaikkan nyanyian pujian, lalu kita arahkan dan salurkan kepada mereka yang memerlukan dukungan dalam menghadapi Covid-19. Terutama para tenaga medis dan para pasien serta kepada mereka yang kehilangan pekerjaan karena pandemi ini dan semua orang miskin,”tegasnya dan mengurai bahwa itulah yang dimaksud oleh Surat Yakobus 1 : 27, ibadah kita yang murni dan tak bercacat dihadapan Allah.

Baca juga:  HUT ke-67 Tahun YPK GMIBM

Lanjutnya, maka walaupun kerinduan untuk beribadah dalam gedung Gereja, setelah berbulan-bulan beribadah online adalah sah tapi dengan kondisi sekarang sebaiknya ditunda dulu, karena 9 jenis ruang publik, ruang ibadah menempati urutan tertinggi nomor 2.

“Memaksakan diri beribadah dalam gedung-gedung Gereja saat ini bisa menciptakan kluster baru dan itu berarti mencobai Tuhan dan akhirnya marilah ibadah kita arahkan kepada semua upaya penemuan vaksin Covid-19, kepada tiap tahap pengujian, sampai vaksinnya aman dan efektif, diproduksi dan didistribusikan secara adil dan disuntikan kepada milyaran orang secara terjangkau hingga virus benar-benar dapat digeser dari tiap orang yang terinfeksi keinang lain yang membuat mati virus tersebut,”.

Diakhir, salah satu Ketua Umum PGI yang terus menerus mengatakan ketidak setujuan adanya kolom agama dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) ini, mengajak semua masyarakat untuk ikut mengawal tiap tahap yang sangat mudah diselewengkan dari komersialisasi dan politisasi itu dengan ibadah murni sejati. (Vifa5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here