Pdt. Rubin Adi: Banyak Gereja yang Minim Menekankan Pentingnya Pemuridan dan Penginjilan

0
Pemuridan dan penginjilan
Ilustrasi: Pemuridan dan penginjilan. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Ketua Sinode GBI Pdt. Rubin Adi menjelaskan pemuridan dan penginjilan adalah hal yang amat penting dalam sebuah gereja. Sayangnya, masih banyak gereja yang minim menekankan hal tersebut.

“Seringkali penginjilan dan pemuridan hanya ‘a program’ bukan ‘the program’ alias hanya menjadi salah satu program bukan program utama,” ungkap Pdt. Rubin Adi dalam webinar yang diselenggarakan Bilangan Research Center (BRC) “Membangun Semangat, Mindset, dan Budaya Memuridkan & Mengabarkan Injil”, Selasa (27/4/2021).

Pdt. Rubin mengatakan minimnya penekanan dari gereja membuat jemaat tidak memiliki panggilan untuk memuridkan dan menginjili. “Mentalitas ini harus diubah. Kekristenan terdiri dari 2 kata penting yaitu come and go. Come, datang yaitu Yesus sudah datang ke dunia memulihkan kita. Go, pergi yaitu memberitakan Injil,” katanya.

Di sisi lain, Pdt. Rubin mengakui bahwa pemuridan dan penginjilan adalah topik yang kurang populer dikalangan jemaat. Hal tersebut ia alami sendiri dalam berbagai program rohani maupun khotbah yang ia bawakan.

Baca juga:  Pdt. Lipiyus Biniluk : Masih Banyak Suku yang Belum Tersentuh Injil

“Biasanya kalau saya bicara topik keluarga, keuangan, sakit penyakit, orang yang menonton atau memberi pertanyaan lebih banyak, dibanding saya menyampaikan firman tentang penginjilan, pemuridan. Inilah sikap yang harus diperbaiki karena kita jangan hanya menerima berkat tapi juga harus menjadi penyebar berkat Tuhan juga,” paparnya.

Menurut Pdt. Rubin, diperlukan komitmen dari gereja untuk konsen dalam pelayanan pemuridan dan penginjilan. Dibutuhkan langkah-langkah yang terprogram dan sistematis supaya para jemaat terpanggil. Dirinya pun memberikan contoh “diagram rohani” yang dipakai di gereja lokalnya, GBI Mekar Wangi, Bandung.

“Pemuridan dan penginjilan tidak cukup hanya dalam khotbah minggu. Namun perlu dibuat sebuah budaya dan mewujudkan dalam sebuah tatanan yang baik agar penginjilan terjadi. Perlu diagram rohani. Kalau tidak ada diagram rohani, rasanya sulit mengontrol apakah pemuridan dan pengabaran Injil sudah berjalan baik atau tidak,” kata Pdt. Rubin.

Namun, lanjut Pdt. Rubin kunci keberhasilan dari pemuridan dan penginjilan adalah adanya keterlibatan dari gembala. Tanpa adanya keterlibatan secara langsung dari gembala, pemuridan dan penginjilan tidak akan berhasil.

Baca juga:  Ketum PGI: Perlunya Revitalisasi Gerakan Penginjilan

“Harus dimulai dan dipimpin oleh gembalanya sendiri. Gembala harus mementori banyak orang. Kalau gembala hanya mendorong, tidak mungkin semangat (pemuridan dan penginjilan dalam diri jemaat) akan timbul,” tegasnya.

Sementara itu, Pdt. Rubin juga mengungkapkan bahwa di gereja kecil lebih mudah mengajak jemaatnya untuk aktif memuridkan dan menginjili dibanding gereja besar.

“Saya melihat mengajak orang untuk terlibat dalam pemuridan dan penginjilan di gereja kecil relatif lebih banyak yang terlibat karena (jemaat) lebih akrab dan ketika didodrong banyak jemaat yang ikut. Tapi di gereja besar (di atas 1000 jemaat), banyak yang merasa cukup puas ketika ibadah dihadiri ribuan orang. Sebab kita harus jujur ketika mengajarkan orang bisa penginjilan lebih sulit dibanding membuat sebuah ibadah yang menarik,” katanya dalam sesi tanya jawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here