Pdt. SAE Nababan “Dilepas” PGI dari Grha Oikumene

0
Pdt SAE Nababan
Pdt SAE Nababan. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menggelar ibadah pelepasan dan penghormatan terakhir alm. Pdt. SAE Nababan di Graha Oikumene, Jl Salemba Raya No. 10, Senin (10/5/2021). Jenazah kira-kira tiba sekitar pukul 13.30. Ibadah ini pun turut disiarkan secara live streaming melalui zoom maupun kanal Youtube Yakoma PGI.

Nampak hadir Ketum PGI Pdt. Gomar Gultom, Sekum PGI Pdt. Jacky Manuputty, Ketum LAI Pdt. Henriette Lebang, Sekum PGI (2004-2009) Pdt. Richard Daulay, para pimpinan GAMKI, GMKI dan masih banyak lagi. Juga hadir secara virtual Sekjen Christian Church of Asia (CCA) Mathews George dan Sekum WCC Ioan Sauca.

Baca juga: Pdt. SAE Nababan Tokoh Gerakan Oikumene Internasional yang Kini Telah Dipanggil Tuhan

Sekjen CCA Mathews Geogre dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Pdt SAE Nababan adalah seorang pemimpin gereja di Asia yang sangat “besar” dalam gerakan oikumene. Ia merasa kehilangan akan sosok Pdt. SAE Nababan.

Senada, Sekum WCC Ioan Sauca mengatakan bahwa Pdt. SAE Nababan adalah pelopor gerakan oikumene.

Sementara itu Pdt. Gomar Gultom dalam sambutannya mengatakan bukan PGI dan lembaga keumatan Kristen di Indonesia kehilangan seorang pejuang oikumene yang sejati. Bahkan semenjak tidak lagi menjabat, Pdt. SAE Nababan tetap ikut dan mengawal gerakan oikumene.

Baca juga:  71 Tahun GMIBM, Ketua Umum PGI Beri Ucapan Selamat

“Kami sungguh beruntung memiliki seorang Nababan yang meskipun telah lama menanggalkan tugas jabatan formal kependetaannya, tapi selalu hadir menyemangati kami. Grha Oikumene ini menjadi salah satu saksi bisu bahwa Nababan tidak pernah meninggalkan gerakan oikumene sekalipun ia tidak memiliki jabatan dalam gerakan oikumene,” katanya dan menambahkan sebelum pandemi Pdt. SAE Nababan rutin mengunjungi Graha Oikumene seminggu sekali.

Menurutnya, Pdt. SAE Nababan ibarat alarm bagi dirinya maupun para pengurus PGI agar tidak pernah lalai dan selalu sigap mengabdi. Ia pun mengutip salah salah satu istilah yang selalu dikatakan Pdt. SAE Nababan yaitu kristen adalah makanan keras.

“Selain menyemangati, beliau juga sering menunjukkan arah yang sebelumnya tidak kami pikirkan, beliau juga tidak segan menegur atau mengoreksi kami ketika kami lalai meresponi hal-hal tertentu. Itu memerahkan wajah kami, tapi tentu kami sangat syukuri,” tutur Pdt. Gomar dengan wajah yang sendu.

PGI, kata Pdt. Gomar mengucapkan terima kasih kepada keluarga yang telah merelakan Pdt. SAE Nababan berkarya untuk gereja khususnya dalam gerakan oikumene. “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga yang telah merelakan pengabdian Nababan sepenuhnya tercurah bagi gereja dan gerakan oikumene. Bahkan dalam masa perkabungan ini pun keluarga merelakan jenazah disemayamkan sejenak di Graha Oikumene yang beliau ikut membangun. Kami juga memohon maaf kepada keluarga karena telah merenggut waktu Nababan yang semestinya telah tercurah untuk keluarga,” kata Pdt. Gomar.

Baca juga:  Dr. Michael Wattimena, SE., M.Si Minta Pilkada Serentak 2020, Ditunda 3-6 Bulan Untuk Kepentingan Kesehatan Masyarakat Indonesia

Pada kesempatan itu, PGI juga memberikan tanda apresiasi berupa sebuah frame yang berisi foto dan quote. “Saya berhutang kepada keluarga, teman-teman dan semua yang pernah saya layani untuk memberikan semacam pertanggung jawaban atas hidup dan kepercayaan yang Tuhan anugerahkan,” demikian bunyi quote dari Pdt. SAE Nababan semasa hidupnya.

Selain itu PGI juga menyerahkan karangan bunga kepada Praeses HKBP atas ucapan terima kasih kepada HKBP yang telah memberikan seorang pejuang oikumene.

Usai ibadah pelepasan dan penghormatan terakhir, jenazah Pdt. SAE Nababan dibawa menuju rumah duka dan esok (Selasa, 11/5/2021) akan diterbangkan ke Siborongborong, Sumatera Utara untuk dimakamkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here